Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

Peserta Miss World dari Amerika Latin dan Asia Tiba di Bali

Rabu, 4 September 2013 | 20:48 WIB
Muhammad Hasanudin Kontestan Miss World asal Afrika Selatan tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (3/9/2013).

DENPASAR, KOMPAS.com — Peserta Miss World 2013 mulai berdatangan dari sejumlah negara melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, mulai Selasa (3/9/2013) hingga Rabu (4/9/2013) ini. Jumlah peserta yang menyatakan datang mengikuti ajang Miss World 2013 hingga Rabu siang tercatat 130 orang.

"Sampai siang ini, peserta yang menyatakan akan datang sebanyak 130 orang. Mereka yang sudah datang dari negara Latin dan Asia. Peserta ditunggu kedatangannya sampai 6 September mendatang," kata Head of Media Affair Miss World 2013 Arief Soeditomo ketika dihubungi di Jerman, Rabu siang.

Rencananya, para peserta akan mengikuti beberapa kegiatan di Pulau Dewata dan Jakarta. Pada 8 September, peserta mengikuti pembukaan Miss World 2013 di Hotel Westin, Nusa Dua.

Selain pembukaan, peserta akan mengunjungi beberapa lokasi wisata, termasuk Pura Besakih, Kabupaten Karangasem. Bali pun siap menerima peserta pemilihan Miss World dari sejumlah negara tersebut.

Pemerintah setempat mengingatkan agar penyelenggara tetap mengedepankan kesopanan dan kesantunan, terutama dalam pemilihan busana. Alasannya, Bali menjunjung tinggi adat istiadat setempat sesuai peruntukan serta lokasi kunjungan, seperti ke pura. Selain itu, Pulau Dewata akan menjadi representasi Indonesia di mata dunia.

Harus ikuti etika Bali

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, pihaknya tetap memberikan syarat-syarat kepada penyelenggara agar menyesuaikan local venue yang harus dihormati.

"Kami mengingatkan, jika ingin digelar di Bali, syaratnya harus mengikuti etika tata susila yang berlaku di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Bali," kata Pastika.

Ia mendukung acara tersebut dengan jaminan penyelenggara menepati syarat tersebut. Selain itu, acara pemilihan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi Bali dan Indonesia, misalnya terhadap pariwisata.

Menurut Pastika, duta negara yang menjadi peserta akan memberikan penilaian baik terhadap Indonesia, khususnya Bali, dan disampaikan ke beberapa orang di negaranya.

Media peliput dari negara lain, lanjutnya, akan memberitakan penyelenggaraan ini sehingga Indonesia semakin bisa dikenal. "Positifnya, ini mampu menjadi promosi gratis industri pariwisata," ujar Pastika.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Bali Inspektur Jenderal Arif Wachyunadi mengatakan siap mengawal pengamanan selama berlangsungnya pergelaran Miss World di Bali. Ia mengaku serius menangani agenda ini karena berdekatan dengan KTT APEC.

Ratusan personel Polda Bali terlibat dalam seluruh agenda. "Apalagi, agenda Miss World ini berada di beberapa lokasi," kata Kepala Polda Bali.

Agenda pemilihan Miss Word direncanakan di beberapa lokasi di Bali. Lokasi tersebut antara lain Nusa Dua (Badung), Gianyar, Tabanan, Denpasar. Pakaian adat Bali juga menjadi salah satu busana yang harus dikenakan peserta selama di Bali.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Kistyarini
Sumber: KOMPAS SIANG