Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

Pengacara: Terdakwa Tidak Mengeroyok Petugas LP Cebongan

Senin, 24 Juni 2013 | 16:26 WIB
TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Tim penasihat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan empat tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.

Terkait

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Penasihat hukum terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di berkas kedua, Letkol CHK Yaya Supriyadi, menyatakan, perusakan dan penganiayaan petugas sipir dilakukan sendiri-sendiri, bukan dikeroyok. Karena itu, tim penasihat hukum kelima terdakwa secara tegas menolak dakwaan Oditur Militer.

Di persidangan berkas kedua ini, para terdakwa yang dihadirkan ialah Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rahmanto, Sertu Martinus Roberto Paulus, Sertu Suprapto, dan Sertu Erman Siswoyo.

Sebelumnya, di persidangan pertama, pada Kamis (20/6/2013), Oditur Militer menjerat lima terdakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan lebih subsider Pasal 351 (1) jo Ayat 3 KUHP jo Pasal 55 serta dikenai Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

"Dakwaan Oditur Militer kabur sebab tidak menyebutkan peran masing-masing terdakwa dalam perencanaan penyerangan atau pembunuhan," ungkap Letkol CHK Yaya Supriyadi dalam pembacaan eksepsi di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin (24/6/2013).

Yaya mengungkapkan bahwa para terdakwa juga tidak menganiaya petugas lapas dan perusakan CCTV maupun monitor serta ruang kalapas dan ruang senjata secara bersama-sama. Perbuatan tersebut dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Kelima terdakwa hanya diajak untuk mencari preman kelompok Marcel di Yogya," tandasnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Yaya menilai dakwaan dari Oditur Militer tidaklah lengkap dan kabur.

"Karena itu, kami meminta majelis hakim untuk menerima eksepsi dari penasihat hukum dan menolak seluruh isi dakwaan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, sidang kedua kasus penyerangan Lapas Cebongan hari ini, Senin pukul 09.30 WIB, kembali digelar dengan agenda pembacaan eksepsi oleh penasihat hukum ke 12 terdakwa.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Farid Assifa