Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendagri Minta Gubernur Papua Barat Tanda Tangan Draf Otsus Plus

Kompas.com - 07/02/2014, 22:09 WIB
Deytri Robekka Aritonang

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
— Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, draf rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Plus Papua dan Papua Barat telah selesai. Ia meminta Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Aturury segera menandatanganinya.

"Saya sudah meminta supaya (draf) itu ditandatangani oleh dua gubernur, Papua dan Papua Barat.  Waktu itu baru (ditandatangani) Asisten Satu Gubernur Papua Barat saja," kata Gamawan di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2014).

Gamawan mengatakan, Gubernur Papua Lukas Enembe sudah menandatangani draf yang membahas otsus Papua. Jika sudah ditandatangani, setiap dua draf itu akan digabungkan dan dibahas bersama sejumlah Kementerian dan Lembaga Pemerintah non-Kementerian (K/L) untuk kemudian diajukan ke DPR. 

"Saya minta segera diselesaikan supaya bisa diharmonisasikan di sini," kata dia.

Draf RUU Otsus Plus tersebut, kata Gamawan, merupakan hasil evaluasi lima tahunan terhadap pelaksanaan otonomi khusus di Papua dan Papua Barat. RUU itu akan menjadi revisi atas UU Otsus Papua dan Papua Barat.

Gamawan mengatakan, terdapat beberapa perubahan yang merupakan penyesuaian atas pelaksanaan otsus, terutama pada hal-hal krusial yang masih dinilai lemah. Ia menyebutkan, perubahan pada aturan seperti terkait pajak retribusi, bagi hasil sumber daya alam, dan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Evaluasi itu bisa saja dilakukan penyesuaian-penyesuaian, mencari di mana titik lemahnya dan diperbaiki. Pemerintah ingin menyejahterakan dan memajukan masyarakat Papua dan Papua Barat. Kalau setelah berjalan lima tahun tidak ada yang pas, ya dilakukan revisi," ucapnya.  

UU Otsus Papua pertama kali terbit pada 2001 dalam UU Nomor 21 Tahun 2001, kemudian direvisi melalu UU Nomor 35 Tahun 2008.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com