Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Bandang di Musi Rawas Utara, 2 Korban Tewas, 1 Hilang

Kompas.com - 18/04/2024, 13:21 WIB
Aji YK Putra,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

MUSI RAWAS UTARA, KOMPAS.com - Tiga orang warga di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan dilaporkan hilang setelah wilayah tersebut diterjang banjir bandang, Selasa (16/4/2024) lalu.

Ada pun identitas korban yang terseret banjir bandang tersebut adalah Inil (66) dan suaminya Tain (72) yang tinggal di Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya.

Sementara, korban ketiga adalah Robi (22) warga Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas.

Kepala Basarnas Lubuklinggau Ivan mengatakan, saat ini Inil dan Robi sudah ditemukan dalam kondisi tewas. Sedangkan Tain masih dalam pencarian petugas.

"Pagi tadi korban atas nama Robi ditemukan warga, sekarang sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan."

"Untuk yang di Karang Jaya atas nama Tain masih pencarian," kata Ivan, Kamis (18/4/2024).

Baca juga: Dihantam Banjir Bandang, 3 Jembatan Gantung di Musi Rawas Utara Putus

Ivan menjelaskan, korban Inil dan Tain terseret banjir bandang saat keduanya sedang berada di gubuk mereka.

Mereka tidak mengetahui bahwa kondisi air besar yang datang menyapu gubuk kayu tersebut.

Inil ditemukan 500 meter dari lokasi rumahnya yang hancur dihantam banjir bandang.

Sedangkan, untuk korban Robi, terseret banjir ketika dia bersama seorang temannya hendak menyeberang Sungai Rawas saat banjir.

Rekan Robi selamat setelah berenang melawan arus, sedangkan Robi hilang tersapu arus banjir yang deras.

"Untuk pencarian korban atas nama Tain kami perluas dengan jarak 10 kilometer, karena dikuatirkan korban ini tertimbun material banjir terlebih lagi dia hanyut bersama gubuknya," kata Ivan.

Baca juga: Banjir Bandang di Muratara, Satu Warga Dilaporkan Hanyut

Menurut Ivan, banjir bandang tersebut tercatat telah merusak sebanyak 24 rumah warga, di mana 17 unit di antaranya hanyut terbawa arus di Desa Suka Menang.

"Kami sekarang juga masih membantu evakuasi warga yang masih terjebak di rumah,"ungkap dia.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Stigma terhadap Aceh Bakal Menguat jika BNN Razia Kuliner Mengandung Ganja

Stigma terhadap Aceh Bakal Menguat jika BNN Razia Kuliner Mengandung Ganja

Regional
Hapus Stigma Makanan Aceh Mengandung Ganja, BNN Bakal Razia Rumah Makan

Hapus Stigma Makanan Aceh Mengandung Ganja, BNN Bakal Razia Rumah Makan

Regional
Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Regional
Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Regional
Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Regional
Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Regional
Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Regional
Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Regional
Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Regional
Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Regional
Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Regional
Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Regional
Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com