Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korban Pencabulan Guru Pesantren di Mamuju Bertambah Jadi 8 Santriwati

Kompas.com - 01/03/2024, 15:45 WIB
Himawan,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

MAMUJU, KOMPAS.com - Korban pencabulan yang dilakukan pria berinisial J, guru sekaligus kepala sekolah salah satu pondok pesantren di Mamuju, Sulawesi Barat, bertambah menjadi 8 santriwati.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir mengatakan, ada tiga korban baru yang terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi.

Ketiga korban tersebut juga merupakan santriwati yang belajar di pesantren yang dipimpin oleh J. Tiga korban baru tersebut masih berusia di bawah umur.

Baca juga: Guru Ponpes di Mamuju Lecehkan 5 Santriwati, Terungkap Usai Salah Satu Korban Kabur

"Iya masih di bawah umur," kata Herman saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (1/3/2024).

Herman menuturkan bahwa saat ini polisi masih melakukan penyidikan terhadap aksi yang dilakukan oleh J. Dari delapan santriwati yang menjadi korban dari J, tiga di antaranya diduga mengalami pelecehan fisik.

J sendiri disangkakan Pasal 82 ayat 1 juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dan perlindungan anak.

Selain memeriksa tersangka, Herman juga menuturukan bahwa pihak masih terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang lain.

"Masih akan dilakukan pendalaman," ungkap Herman.

Sebelumnya diberitakan, seorang guru di pondok pesantren di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berinisial J dilaporkan ke polisi karena diduga melecehkan lima santriwatinya.

Kasus ini terkuak usai salah satu korban kabur dari pesantrennya. Arham, keluarga korban mengatakan bahwa korban kabur dari pesantrennya untuk melaporkan aksi J kepada keluarganya, Sabtu (10/2/2024) malam.

"Baru terungkap ini. Seandainya santriwati tidak melarikan diri dari pondok mungkin ini kejadiannya kita orangtua korban belum tahu," kata Arham kepada wartawan di Mapolresta Mamuju, Minggu (11/2/2024).

Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Payudara, Mahasiswi di Semarang Mengurung Diri karena Trauma

J sendiri ditetapkan sebagai tersangka pasca ditangkap di sebuah rumah di Mamuju, Minggu (11/2/2024). Kasat Reskrim Polresta Mamuju Kompol Jamaluddin mengatakan, kepada polisi J mengakui telah mencabuli lima santriwati yang masih berusia 14-18 tahun.

Jamaluddin berkata, pelaku melakukan aksinya pada murid yang masih duduk di kelas 2 SMP hingga SMA itu. Aksi ini dilakukan J usai jam pelajaran sekolah selesai.

Dalam aksinya, J memanggil korban ke ruangannya. Di sanalah dia melakukan aksi cabulnya.

"Dilakukan pada saat selesai kegiatan belajar, dipanggil kemudian dilakukan perbuatan cabul. Kejadiannya berulang dan bergantian terhadap korban," ucap Jamal.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Pengoplosan Gas Elpiji di Cilegon, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Bongkar Pengoplosan Gas Elpiji di Cilegon, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Mahasiswi di Magelang yang Bunuh Bayinya Tak Ditahan, Ini Alasannya

Mahasiswi di Magelang yang Bunuh Bayinya Tak Ditahan, Ini Alasannya

Regional
Dua Kelurahan di Semarang Mulai Kekurangan Air Bersih, Mana Saja?

Dua Kelurahan di Semarang Mulai Kekurangan Air Bersih, Mana Saja?

Regional
SD 'Gaib' Terdaftar di Sistem PPDB, Ini Penjelasan Pemkot Semarang

SD "Gaib" Terdaftar di Sistem PPDB, Ini Penjelasan Pemkot Semarang

Regional
Pemuda di Semarang Ditangkap Usai Kirim Video Hubungan Intim ke Orangtua Korban

Pemuda di Semarang Ditangkap Usai Kirim Video Hubungan Intim ke Orangtua Korban

Regional
Calon Perseorangan Pilkada Pangkalpinang Harus Perbaiki 7.000-an KTP Dukungan

Calon Perseorangan Pilkada Pangkalpinang Harus Perbaiki 7.000-an KTP Dukungan

Regional
Baru 50 Persen Calon Siswa di Jateng Lakukan Verifikasi, Layanan PPDB Diperpanjang

Baru 50 Persen Calon Siswa di Jateng Lakukan Verifikasi, Layanan PPDB Diperpanjang

Regional
2 Hari Berturut-turut Dieng Diselimuti Embun Es, Pagi Ini Suhu Capai Minus 1,2 Derajat Celcius

2 Hari Berturut-turut Dieng Diselimuti Embun Es, Pagi Ini Suhu Capai Minus 1,2 Derajat Celcius

Regional
4 Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan, Paling Parah Cilacap dan Klaten

4 Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan, Paling Parah Cilacap dan Klaten

Regional
Ribuan Buruh di Jateng Kena PHK Sepanjang 2024 Terdampak Pabrik Tutup

Ribuan Buruh di Jateng Kena PHK Sepanjang 2024 Terdampak Pabrik Tutup

Regional
Terdampak Erupsi, Pesawat Wings Air Gagal Berangkat ke Bandara Maumere

Terdampak Erupsi, Pesawat Wings Air Gagal Berangkat ke Bandara Maumere

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Avanza di Ambon, Pengemudi Tewas

Pohon Tumbang Timpa Mobil Avanza di Ambon, Pengemudi Tewas

Regional
Peledakan Material Vulkanik di Lereng Gunung Marapi Dihentikan

Peledakan Material Vulkanik di Lereng Gunung Marapi Dihentikan

Regional
Kekeringan Ancam 25 Desa di Klaten, BPBD Siapkan Antisipasinya

Kekeringan Ancam 25 Desa di Klaten, BPBD Siapkan Antisipasinya

Regional
Berlagak Bertamu, Pemuda di Salatiga Malah Curi iPhone Kenalan

Berlagak Bertamu, Pemuda di Salatiga Malah Curi iPhone Kenalan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com