Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Respons Gibran soal Program Makan Siang yang Disebut Ancam Defisit APBN

Kompas.com - 28/02/2024, 19:18 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menanggapi peringatan Bank Dunia soal program makan siang gratis yang diusungnya bersama Prabowo Subianto.

Bank Dunia mengingatkan Indonesia agar hati-hati terhadap ambang batas defisit anggaran, jika akan merealisasikan progam pasangan nomor 2 itu.

"Ya, terima kasih untuk masukannya," kata Gibran saat di Balai Kota Solo, Rabu (28/2/2024).

"Yang namanya program visi-misi kan pasti sudah didiskusikan. Tapi tidak bisa dipaparkan sekarang, aku masih Wali Kota," imbuhnya.

Baca juga: Respons Gibran atas Gugatan Wanprestasi Almas Tsaqibirru di PN Solo


Baca juga: Prabowo: Lebih Penting Makan Siang Gratis atau Internet Gratis?

Soal anggaran program makan siang gratis

Cawapres nomor urut 2 sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/2/2024).KOMPAS.com/Labib Zamani Cawapres nomor urut 2 sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/2/2024).

Pembahasan program makan siang gratis dalam RAPBN 2025

Terkait dengan anggaran makan siang gratis sebesar Rp 15.000 per anak imbuhnya, dimungkinkan akan berubah melihat dinamika usulan masyarakat.

"Nanti akan didiskusikan lagi. Jika ada masukan dari warga akan dievaluasi lagi ya," pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Dunia menanggapi langkah pemerintah yang mulai membahas dan memasukkan program makan siang gratis dalam RAPBN 2025.

Country Director World Bank Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan, berbagai program yang akan dijalankan oleh pemerintahan mendatang harus berlandaskan anggaran belanja yang tepat.

Baca juga: Bank Dunia, Covid-19, dan Ancaman Kemiskinan Ektrem Global...

Penganggaran program-program pemerintahan pun menurutnya juga harus memperhitungkan kemampuan kas negara, dalam hal ini terkait dengan aspek pendapatan dan pembiayaan negara.

"Jadi segala rencana program harus dipersiapkan dan juga secara anggaran siap," kata dia, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Dengan pertimbangan tersebut, Bank Dunia berharap, pemerintah dapat mematuhi batas defisit anggaran yang telah ditetapkan, atau setinggi-tingginya sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Respons Gibran soal Videonya Mengajak Pilih Ganjar Pranowo Dinyatakan Bawaslu Melanggar Aturan

Apa itu program makan gratis

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Senin (19/2/2024), makan siang gratis menjadi salah satu program yang dijanjikan pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka jika mereka terpilih memimpin Indonesia.

Dalam debat kelima Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada Minggu (4/2/2024), Prabowo pernah menyatakan tujuan dari pemberlakuan program makan siang gratis.

Baca juga: Visi Misi Lengkap Anies-Cak Imin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

Makan siang gratis untuk mengatasi beragam persoalan

Menurutnya, kebijakan ini mampu mengatasi angka kematian ibu hamil, anak kurang gizi, stunting, menghilangkan kemiskinan ekstrem, serta menyerap hasil panen petani dan nelayan.

Halaman:


Terkini Lainnya

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

Regional
Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Regional
Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Regional
Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur 'One Way' Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur "One Way" Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Regional
Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Regional
Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta Tolong 

Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta Tolong 

Regional
Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Regional
Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Regional
Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Regional
Hilang Sejak Malam Takbiran, Perempuan di Sukoharjo Ditemukan Tewas Tertutup Plastik Hitam

Hilang Sejak Malam Takbiran, Perempuan di Sukoharjo Ditemukan Tewas Tertutup Plastik Hitam

Regional
Pria di Alor NTT Aniaya Temannya Usai Minum Miras

Pria di Alor NTT Aniaya Temannya Usai Minum Miras

Regional
Kapolda Riau Patroli di Perairan Sungai Siak, Pantau Kapal Pemudik

Kapolda Riau Patroli di Perairan Sungai Siak, Pantau Kapal Pemudik

Regional
Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Regional
Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Regional
2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com