Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Dituntut Hukuman Mati

Kompas.com - 28/02/2024, 17:57 WIB
Aji YK Putra,
Reni Susanti

Tim Redaksi

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menuntut terdakwa Arwandi (28) dan Ariansyah (35) hukuman mati

Mereka dinilai terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan adik kandung Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Muhammad Abadi (43).

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Kejati Sumatera Selatan Siti Fatimah disebutkan, terdakwa Arwandi dan Ariansyah telah merencanakan pembunuhan Muhammad Abadi pada Selasa (4/2/2023) di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Baca juga: Detik-detik Pembunuhan Adik Bupati Muratara Terungkap Dalam Rekonstruksi

Kejadian bermula saat Arwandi datang ke rumah warga tanpa diundang. Saat itu, korban Abadi sedang rapat tertutup.

Karena kedatangan pelaku membuat gaduh, korban mengusirnya hingga membuat Arwandi emosi. Terdakwa kemudian pulang ke rumah dan mengadukan kejadian itu kepada kakaknya Ariansyah.

Baca juga: Adik Bupati Muratara Dibunuh karena Pelaku Sakit Hati Diusir Korban Saat Rapat

Keduanya kembali ke lokasi dan menyerang Abadi menggunakan senjata tajam hingga tewas. 

“Menutut, kedua terdakwa dengan hukuman mati,” tutur Fatimah dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (28/2/2024).

Tindakan kedua pelaku, menurut Fatimah, telah melanggar pasal 340 juncto 55 ayat 1 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Hal yang memberatkan lainnya, kedua terdakwa tidak memberikan keterangan jelas selama persidangan berlangsung.

“Perbuatan para terdakwa menarik perhatian masyarakat dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Para terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan terdakwa menyesali atas perbuatannya,” ujarnya.

Setelah mendengar tuntutan JPU, Husni Thamrin, kuasa hukum kedua terdakwa akan mengajukan pembelaan.

Husni menilai, tuntutan JPU kurang tepat lantaran kedua terdakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

“Hemat kami, unsurnya adalah pasal 170 KUHP ayat 3 tentang pengeroyokan, jadi melakukan pengeroyokan secara bersama-sama mengakibatkan meninggal dunia, kami akan ajukan pembelaan,” ungkap Husni.

Usai membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Edi Saputra Pelawi menutup sidang dan akan dilanjutkan pada pekan depan.

“Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pledoi,” beber Edi.

Untuk diketahui,rumah seorang pelaku pembunuhan yang berada di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan dibakar oleh massa pada Selasa (5/9/2023) malam.

Korban pembunuhan diketahui bernama Muhammad Abadi yang merupakan adik kandung Bupati Muratara Devi Suhartoni. Saat ini pelaku pembunuhan Abadi masih dikejar pihak kepolisian setempat lantaran melarikan diri saat peristiwa itu berlangsung.

Kapolres Muratara AKBP Koko Harianto, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Koko, korban Abadi tewas setelah mengalami luka parah di bagian wajah akibat senjata tajam.

“Kejadiannya tadi malam, korbannya ada dua, satu meninggal, satu luka berat. Betul sekali (korban adik Bupati Muratara,” kata Koko, Rabu (6/9/2023).

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

Regional
Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Regional
Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Regional
Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur 'One Way' Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur "One Way" Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Regional
Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Regional
Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta TolongĀ 

Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta TolongĀ 

Regional
Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Regional
Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Regional
Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Regional
Hilang Sejak Malam Takbiran, Perempuan di Sukoharjo Ditemukan Tewas Tertutup Plastik Hitam

Hilang Sejak Malam Takbiran, Perempuan di Sukoharjo Ditemukan Tewas Tertutup Plastik Hitam

Regional
Pria di Alor NTT Aniaya Temannya Usai Minum Miras

Pria di Alor NTT Aniaya Temannya Usai Minum Miras

Regional
Kapolda Riau Patroli di Perairan Sungai Siak, Pantau Kapal Pemudik

Kapolda Riau Patroli di Perairan Sungai Siak, Pantau Kapal Pemudik

Regional
Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Regional
Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Regional
2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com