Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Almas Menanti Jawaban Gibran soal Kesepakatan Damai Terkait Gugatan Wanprestasi

Kompas.com - 19/02/2024, 11:47 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Mediasi lanjutan kasus gugatan wanprestasi Almas Tsaqibbirru ke Gibran Rakabuming Raka kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Senin (19/2/2024).

Mediasi kali ini, lagi-lagi Gibran Rakabuming Raka tak hadir secara langsung sehingga diwakilkan oleh kuasa hukumnya, Richard Purnomo.

Sedangkan Almas Tsaqibbirru tampak hadir secara langsung bersama kuasa hukumnya Utomo Kurniawan. 

Mediasi kali ini memiliki agenda mendengar tanggapan dari tergugat soal proposal perdamaian dari penggugat.

Baca juga: Mediasi Gugatan Wanprestasi: Pihak Almas Tawarkan Kesepakatan Baru, Gibran Diminta Hadir

"Kan kemarin sudah menyerahkan proposal damai masih menunggu jawaban. Belum ada persiapan apapun ini, masih nunggu jawaban Mas Gibran," kata Almas, sebelum mediasi berlangsung, Senin.

Mediasi akan berlangsung pukul 11.00 WIB, di Ruang Mediasi dan Diversi, PN Kota Solo, Jawa Tengah. 

Pihak Almas sudah memberikan proposal perdamaian saat mediasi sebelumnya, ada beberapa perbedaan dari gugatan, akan tetapi bersifat rahasia.  

Dalam gugatannya, Almas menuntut ucapan terima kasih dan penggantian biaya untuk honor Rp 10 juta.

Penggugat meminta pembayaran secara tunai dan seketika dalam jangka waktu paling lambat 14 hari sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap. 

Lalu, Almas akan menggunakan uang yang dibayar tergugat untuk disumbangkan ke panti asuhan di Solo.

Putra Boyamin Saiman itu mengatakan, jika proposal perdamaian yang diajukan pada 12 Febuari 2024, itu disetujui kemungkinan damai terbuka lebar.

Baca juga: Mediasi Lanjutan Gugatan Wanprestasi Almas, Gibran: Sudah Ada yang Menindaklanjuti

"Kalau misal disepakati pun kemungkinan besar bisa damai. Belum memastikan," kata dia. 

Disinggung soal tergugat yang mencalonkan diri sebagai cawapres unggul bersama Prabowo Subianto dalam hitung cepat, Almas mengaku hal tersebut tidak ada pengaruh terhadap dirinya.

Walaupun sejarah mencatat, Gibran bisa maju di Pilpres 2024 karena jasa Almas yang menggugat batas usia capres-cawapres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ndak ngaruh menang atau kalah ke saya. Saya mengajukan gugatan ke MK ndak ada niatan dukung. Cuma, kan dari awal bentuk belajar dan lain-lain. Lebih fokus ke ilmu, soal menang atau kalah tidak ngefek ke saya," tegas Almas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Regional
Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Regional
Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com