Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Jadi Buronan Kasus Korupsi, Eks Rektor UINSU Ditangkap

Kompas.com - 27/11/2023, 20:40 WIB
Teuku Muhammad Valdy Arief

Editor

KOMPAS.com-Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Saidurrahman ditangkap karena diduga terlibat korupsi dana ma'had mahasiswa 2020-2021. 

Saidurrahman sempat menjadi buronan untuk kasus itu sejak Agustus 2023.

"Kami melakukan penangkapan terhadap S (Saidurrahman) di Medan pada Senin siang," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan Mochammad Ali Rizza, Senin (27/11/2023), seperti dilansir Antara.

Baca juga: Eks Rektor UINSU Kembali Terlibat Korupsi, Kali Ini Biaya Program Kuliah Senilai Rp 956 Juta

Selama menjadi buronan, Saidurrahman disebut bepergian ke Jawa dan sejumlah kawasan di Sumatera Utara. 

Ali Rizza mengatakan, kasus yang menjerat Saidurrahman sudah masuk persidangan. 

Mantan rektor itu juga sempat disidangkan secara in absentia di Pengadilan Negeri Medan bersama dua terdakwa lain dalam kasus ini. 

Mereka adalah Bendahara Pusbangnis UINSU yang berinisial E dan Kepala Pusbangnis UINSU berinisial S. 

Baca juga: Tersandung Kasus Plagiasi, Rektor UIN Walisongo Dicopot dan Diganti Sekjen Kemenag RI

Saat ini, persidangan mereka sudah dalam tahapan pemeriksaan saksi.

Setelah penangkapan ini, Saidurrahman akan dihadirkan ke persidangan di Pengadilan Negeri Medan.

Mantan Rektur UINSU berinisial S diduga melakukan tindak pidana korupsi hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 956.200.000.

Tiga pelaku dalam perkara dugaan korupsi ini dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bocah Laki-laki 14 Tahun Dicabuli Honorer BUMN, Pelaku Rekam Aksinya untuk Ancam Korban

Bocah Laki-laki 14 Tahun Dicabuli Honorer BUMN, Pelaku Rekam Aksinya untuk Ancam Korban

Regional
8 Warga di Sumbawa Digigit Anjing Liar Diduga Terjangkit Rabies

8 Warga di Sumbawa Digigit Anjing Liar Diduga Terjangkit Rabies

Regional
Disiapkan, 1.012 Pompa Air untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Banten

Disiapkan, 1.012 Pompa Air untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Banten

Regional
Ada 442 Titik Parkir di Batam Berpotensi untuk Pendapatan Retribusi

Ada 442 Titik Parkir di Batam Berpotensi untuk Pendapatan Retribusi

Regional
Ini yang Didiskusikan Bupati Sri Mulyani Saat Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Klaten

Ini yang Didiskusikan Bupati Sri Mulyani Saat Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Klaten

Regional
Ayah Pembunuh Anak di Banten Jalani Tes Kejiwaan

Ayah Pembunuh Anak di Banten Jalani Tes Kejiwaan

Regional
Mayat Pria dengan Kaki Terikat Rantai Mengapung di Sungai Musi

Mayat Pria dengan Kaki Terikat Rantai Mengapung di Sungai Musi

Regional
Kebijakan Terbatas, Alasan Sekda Palembang Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota

Kebijakan Terbatas, Alasan Sekda Palembang Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota

Regional
Mayat Tanpa Busana Dalam Hotel di Kuningan, Lehernya Luka

Mayat Tanpa Busana Dalam Hotel di Kuningan, Lehernya Luka

Regional
Soal Pilkada Jateng, Presiden Jokowi Serahkan ke Parpol

Soal Pilkada Jateng, Presiden Jokowi Serahkan ke Parpol

Regional
Warga Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Sayuran karena Tercemar Abu Vulkanik

Warga Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Sayuran karena Tercemar Abu Vulkanik

Regional
Alasan Jemaah Aboge di Banyumas Baru Rayakan Idul Adha Hari Ini

Alasan Jemaah Aboge di Banyumas Baru Rayakan Idul Adha Hari Ini

Regional
Polisi Sebut Motif Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Ingin Kaya

Polisi Sebut Motif Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Ingin Kaya

Regional
Tersangka Pengeroyokan Bos Rental di Pati Dimungkinkan Masih Bertambah, Kapolda Jateng: Sudah Kantongi Beberapa Nama

Tersangka Pengeroyokan Bos Rental di Pati Dimungkinkan Masih Bertambah, Kapolda Jateng: Sudah Kantongi Beberapa Nama

Regional
Daerah di Semarang Dijuluki Kampung 'Tukang Jagal', Ternyata Ini Alasannya

Daerah di Semarang Dijuluki Kampung "Tukang Jagal", Ternyata Ini Alasannya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com