Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pj Gubernur Minta Kepala Daerah Tekan Angka "Stunting" di Sulsel

Kompas.com - 26/09/2023, 15:41 WIB
Darsil Yahya M.,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menekankan kepada empat Pj kepala daerah yang baru dilantik agar serius menyelesaikan masalah stunting (tengkes).

Menurut dia, semua pihak baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten kota wajib bekerja keras dalam menangani stunting.

Apalagi, saat ini angka stunting di Sulsel 27 persen sehingga semua stakeholder harus bahu-membahu menekan tengkes hingga menuju angka nol, bukan 14 persen.

Baca juga: Jakarta Pusat Targetkan Nol Stunting Sebelum 2024

"Ini sudah 78 tahun kita merdeka, malu kita masih ada stunting. Sebenarnya sebagai bangsa malu kita masih ada stunting, walaupun target nasional itu hanya 14 (persen), tapi mestinya kita harus sampai 0 bukan hanya sekadar mencapai 14 (persen). Kita di Sulsel stunting-nya itu masih 27 (persen)," ucap Bahtiar dalam sambutannya.

Dia mengatakan, Kapolda Sulsel dan jajarannya sudah memberikan contoh terkait penanganan stunting. Salah satu contohnya yaitu sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel menjadi orangtua asuh puluhan anak stunting.

"Masa kepolisian sudah kasih contoh, kita yang pemda harus lebih kuat lagi menjalankan itu, bayangkan polisi bukan tugasnya (tapi ikut konsen dalam menangani stunting)," kata Bahtiar.

Begitu pun dengan TNI, Bahtiar memberikan apresiasi program ketahanan pangan Kodam XIV Hasanuddin untuk menekan laju inflasi di provinsi setempat.

"Tentara juga demikian soal ketahanan pangan bagaimana mengatasi kekeringan yang berkepanjangan, sudah kering ditimpa El Nino," ujarnya.

Bahtiar mengaku saat ini Sulsel dalam keadaan tidak baik sehingga perlu kerja sama semua stakeholder untuk menangani permasalahan yang ada di Sulsel.

"Jadi kondisinya sedang tidak baik-baik saja kita ini, jangan dianggap biasa-biasa saja, cara kerja, pola kerja, metode kerja harus tidak biasa-biasa juga. Kalau masih kerja manual, ini rakyat Sulsel harus kita apakan," ungkapnya.

Ditambah, kata Bahtiar, Sulsel salah satu provinsi yang masuk dalam kategori wilayah kemiskinan ekstrem. Penyalahgunaan narkotika juga tinggi, hingga angka perceraiannya.

"Kemiskinannya 500.000 orang, Kepala BNN (Provinsi Sulsel) menyampaikan 550.000 orang narkoba. Ketua Pengadilan Tinggi Agama menyampaikan perceraian tiap tahun 20.000 pasang. Ada apa di Sulsel ini? Ada masalah, maka tata kelola pemerintahan daerah tidak boleh biasa-biasa saja, harus ada perubahan yang signifikan untuk mengatasi persoalan ini," tutupnya.

Baca juga: Mahasiswa Disabilitas Universitas Muhammadiyah Purworejo Ciptakan Pakan Ternak yang Bisa Cegah Stunting

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Gibran Komentari Soal Gula dalam Susu Kotak | Ribuan Guru Terima Honor dari Dana BOS

[POPULER NUSANTARA] Gibran Komentari Soal Gula dalam Susu Kotak | Ribuan Guru Terima Honor dari Dana BOS

Regional
Berkunjung ke Pasar Pon, Pasar Hewan di Kabupaten Semarang yang Segalanya Ada

Berkunjung ke Pasar Pon, Pasar Hewan di Kabupaten Semarang yang Segalanya Ada

Regional
Perindo Protes karena Dilarang Pasang Baliho di Exit Tol Salatiga, Bawaslu Beri Penjelasan

Perindo Protes karena Dilarang Pasang Baliho di Exit Tol Salatiga, Bawaslu Beri Penjelasan

Regional
Mengenang Jejak Jalur Rempah di Kota Semarang Melalui Pameran Seni

Mengenang Jejak Jalur Rempah di Kota Semarang Melalui Pameran Seni

Regional
Bawa Rombongan Kampanye, Sopir Rental Hilang Misterius di Goa Terawang Blora

Bawa Rombongan Kampanye, Sopir Rental Hilang Misterius di Goa Terawang Blora

Regional
Tiga Kecamatan di Wonosobo Dilanda Longsor, Dua Orang Dilaporkan Tewas

Tiga Kecamatan di Wonosobo Dilanda Longsor, Dua Orang Dilaporkan Tewas

Regional
Dua Desa di Lombok Tengah Bersitegang, Kapolres Imbau Jaga Kondusivitas

Dua Desa di Lombok Tengah Bersitegang, Kapolres Imbau Jaga Kondusivitas

Regional
Aktivis Lingkungan Karimunjawa Terjerat UU ITE Berhasil Keluar Sel, Penahanan Ditangguhkan

Aktivis Lingkungan Karimunjawa Terjerat UU ITE Berhasil Keluar Sel, Penahanan Ditangguhkan

Regional
'Prank' Terjun ke Sumur Gara-gara Warisan, Pria di Banyumas: Ini Saya Tidak Ditolong?

"Prank" Terjun ke Sumur Gara-gara Warisan, Pria di Banyumas: Ini Saya Tidak Ditolong?

Regional
Keluarga Korban Erupsi Gunung Marapi Dipungut Biaya Visum dan Ambulans, Uang Dikembalikan

Keluarga Korban Erupsi Gunung Marapi Dipungut Biaya Visum dan Ambulans, Uang Dikembalikan

Regional
Ruang Farmasi dan Rawat Jalan RSUD M.Ashari Pemalang Terbakar, Pengunjung Panik

Ruang Farmasi dan Rawat Jalan RSUD M.Ashari Pemalang Terbakar, Pengunjung Panik

Regional
Detik-detik Pelajar SMK Tewas Dianiaya Oknum Polisi di Subang, Sempat Kejar-kejaran dan Dipukuli

Detik-detik Pelajar SMK Tewas Dianiaya Oknum Polisi di Subang, Sempat Kejar-kejaran dan Dipukuli

Regional
28 Titik di Jalur Kerata Api Daop 5 Purwokerto Rawan Bencana

28 Titik di Jalur Kerata Api Daop 5 Purwokerto Rawan Bencana

Regional
Kapal Berbendera Panama Lontarkan Sinyal Bahaya, Ternyata dari Kotak yang Dibuang ke Laut

Kapal Berbendera Panama Lontarkan Sinyal Bahaya, Ternyata dari Kotak yang Dibuang ke Laut

Regional
Selundupkan Sabu, 12 Warga Medan Ditangkap di Bima

Selundupkan Sabu, 12 Warga Medan Ditangkap di Bima

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com