LAMPUNG, KOMPAS.com - Mantan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN diduga menitipkan seorang calon mahasiswa untuk diluluskan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) melalui jalur mandiri.
Penitipan itu dilakukan dengan cara memanggil Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila Budi Sutomo ke rumahnya.
Baca juga: Terungkap, Uang Rp 2,2 M Titipan Calon Mahasiswa Unila Dibelikan Emas 1,4 Kg untuk Tutupi Jejak Suap
Fakta tersebut muncul saat jaksa penuntut umum menanyakan proses Herman HN menitipkan mahasiswa berinisial MH dalam sidang suap penerimaan mahasisa Unila di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Lampung, Selasa (14/2/2023) sore.
Baca juga: Ditanya Soal Kesaksian Kabiro Humas Unila, Karomani Naik Pitam: Dia Bohong, Yang Mulia!
Saksi Budi mengatakan, awalnya seorang dosen Fakultas Hukum (FH) Unila berinisial YS datang ke ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unila.
Baca juga: Dokter Senior di Lampung Tetap Bayar Infak ke Karomani meski Cucunya Lulus Passing Grade FK Unila
Budi mengaku lupa kapan tepatnya dosen tersebut datang.
"'Pak Budi, diminta Pak Herman ke rumah'. Saya tanya ada apa? Katanya mau menitip calon mahasiswa atas nama MH," tutur Budi, saat bersaksi di persidangan, Selasa sore.
Menurut Budi, calon mahasiswa tersebut tidak lulus dalam ujian SBMPTN atau jalur reguler lalu dialihkan ke jalur SMMPTN (ujian mandiri).
"Nilainya kurang (di jalur SBMPTN), lalu diarahkan ke jalur mandiri," kata Budi.
Budi mengatakan, uang "infak" yang menjadi kode suap kasus tersebut diberikan Herman HN sebesar Rp 250 juta. Uang itu diterima Budi melalui seseorang berinisial YN.
"Mahasiswa (titipan) Pak Herman diterima di Fakultas Kedokteran lewat jalur mandiri," kata Budi.
Nama Herman HN yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung ini sebenarnya sempat mencuat saat kasus suap Unila masih dalam penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Herman HN yang juga suami Wali Kota Bandar Lampung saat ini, ketika itu sempat memenuhi panggilan penyidik KPK di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (17/10/2022).
Usai pemeriksaan, Herman membantah memberikan uang suap kepada mantan Rektor Unila Karomani agar meluluskan seorang mahasiswa di FK Unila.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.