MAMUJU, KOMPAS.com - Penyidik Polda Sulbar menetapkan mantan pegawai Bank Sulselbar Cabang Mamuju berinisial H sebagai tersangka atas kasus raibnya dana nasabah hingga Rp 10 miliar.
Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan mengatakan, H ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Selasa (27/12/2022) siang.
"Iya baru tadi ditetapkan tersangka," kata Syamsu Ridwan kepada Kompas.com, Selasa sore.
Baca juga: Polisi Periksa 32 Saksi Kasus Raibnya Miliaran Rupiah Uang Nasabah Bank Sulselbar
Ridwan mengatakan H ditetapkan tersangka dalam hal penipuan dan penggelapan dana puluhan nasabah Bank Sulselbar yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 10 miliar.
Meski demikian, penyidik belum menahan H.
Ridwan mengatakan bahwa penyidik sudah melayangkan surat pemanggilan kepada H untuk segera diperiksa.
"Kami sudah koordinasi dengan pengacaranya. Jadi jadwal pemanggilannya itu hingga tiga hari ke depan," ucap Ridwan.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Kepala Sekolah di Mamuju Berakhir Damai, Korban Maafkan Terduga Pelaku
Ridwan menyebut bahwa hingga kini penyidik masih menetapkan H sebagai tersangka tunggal dalam penggelapan dana nasabah tersebut.
Namun, dia menyebut, tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
"Nanti setelah pemeriksaan (H) akan kami dalami apakah ada tersangka lain yang terlibat atau tidak," ujar Ridwan.
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga yang menjadi nasabah Bank Sulselbar Kantor Cabang Mamuju mengaku kehilangan uang di rekening pribadi mereka.
Jumlah saldo yang hilang mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Salah satu nasabah yang kehilangan dana di rekening Bank Sulselbar Mamuju ialah anggota DPRD Mamuju Tengah Nirmalasari Aras.
Nirmalasari mengaku kehilangan dana tabungan hingga Rp 2 miliar. Dia pun mengatakan sudah melaporkan hal ini ke penyidik Polda Sulbar.
"Pas saya cek sudah nol saldo. Saya heran karena saya tidak pernah menarik," kata Nirmalasari di kantor Bank Sulselbar Mamuju, Senin (7/11/2022).
Sementara itu pihak Bank Sulselbar Cabang Mamuju menyebutkan, ada oknum pegawainya yang diduga melakukan penipuan sehingga dana miliaran rupiah milik nasabah tiba-tiba lenyap dari rekening pribadi mereka.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.