Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia, Pelaku Ada yang Pasangan Suami Istri hingga Libatkan Anak

Kompas.com - 07/12/2022, 12:02 WIB
Rachmawati

Editor

 

3. Bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabata

Bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018) pagi.

Mereka adalah keluarga Anton Febrianto (47) yang terdiri dari bapak, ibu dan tiga anak yang naik dua sepeda motor berboncengan.

Empat orang tewas dalam peristiwa ini, sedangkan sang anak yang berusia 8 tahun selamat setelah terlempar saat ledakan terjadi.

Ledakan bom menewaskan istri Anton, Puspitasari (47), dan anak perempuan mereka, HAR (17), terlebih dahulu, dan kemudian melukai ketiga anak yang lain.

Sementara Anton tewas ditembak polisi yang datang ke lokasi saat memegang saklar bom di Blok B lantai 5 nomor 2 Rusunawa Wonocolo.

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Tidak Diakui Keluarganya

Peristiwa itu berawal ketika dua buah motor yang kemudian diidentifikasi berjenis Supra dan Beat masuk ke arah pintu gerbang pengamanan Mapolrestabes Surabaya.

Saat itu, ada sebuah mobil Avanza berwarna hitam yang sedang mengantre masuk dan sejumlah polisi yang sedang berjaga.

Namun kedua motor itu berusaha masuk dan mereka distop oleh anggota polisi yang berjaga. Namun, ledakan tiba-tiba terjadi pada pukul 09.04 WIB.

Tiga anak Anton lainnya selamat, yaitu AR (15), FP (11), dan GHA (10). AR diketahui menolak doktrin orantuanya untuk menjadi teroris.

Dia memutuskan untuk tidak seperti kakak dan adik-adiknya yang tidak bersekolah. AR memilih sekolah dan tinggal bersama sang nenek.

AR menjauh saat ada bom, dan dia juga menyelamatkan dua adiknya yang terkena ledakan bom. Ia juga yang membawa adik-adiknya ke rumah sakit.

4. Teror bom di Polres Indramayu tahun 2018

Mapolres Indramayu, Jawa Barat, diserang oleh dua terduga teroris yang mengendarai motor, Minggu (15/7/2018) dini hari. Keduanya diduga membawa bom panci, namun tidak terjadi ledakan.KOMPAS.com/Fadlyanto Sugiono Mapolres Indramayu, Jawa Barat, diserang oleh dua terduga teroris yang mengendarai motor, Minggu (15/7/2018) dini hari. Keduanya diduga membawa bom panci, namun tidak terjadi ledakan.
Mapolres Indramayu diserang oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai motor pada Sabtu (14/7/2018)

Dua pelaku yang mengendarai motor diduga membawa bom panci menerobos penjagaan Polres Indramayu.

Namun bom panci yang dibawa pelaku tidak sempat diledakan. Sehingga, petugas jaga melepas beberapa tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

Meski demikian, pelaku bisa lolos keluar Mapolres dan kabur dengan luka tembakan. Saat kabur pelaku melemparkan panci diduga berisi bahan peledak dan kabur ke arah Bunderan Mangga Indramayu.

Diduga pasangan suami istri tersebut, hendak melakukan aksi bom bunuh diri dengan sasaran Mako Polres Indramayu Jawa Barat.

Baca juga: Dua Terduga Teroris Serang Polres Indramayu, Lempar Panci Diduga Bom

Mereka adalah suami istri berinisial GL dan AN itu merupakan anggota dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Keduanya berasal dari kelompok yang sama dengan lima terduga teroris lainnya yang sudah ditangkap polisi pada Sabtu (14/7/2018) dan Minggu.

5. Bom bunuh diri di Sibolga

Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga,  Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). Ledakan diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri.ANTARA FOTO/DAMAI MMENDROFA Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). Ledakan diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri.
Dua kali ledakan bom terjadi di sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019) pukul 01.20 WIB.

Dalam ledakan tersebut, istri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah dan anaknya yang berusia 2 tahun tewas.

Diduga ia meledakkan diri menggunakan bom rakitan lontong saat akan akan ditangkap petugas.

Husain ditangkap lebih dulu oleh Densus 88 Antiteror Polri. Namun, istri dan anak Husain saat itu bertahan di dalam rumah.

Sebelumnya, polisi telah berusaha membujuk pelaku menggunakan pengeras suara di masjid terdekat.

Bom lontong tersebut merupakan bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya seperti potasium, paku, baut, dan pecahan kaca.

Baca juga: Ledakan Bunuh Diri di Sibolga, Istri Terduga Teroris dan Anak 2 Tahun Diduga Tewas

6. Bom bunuh diri di Makassar tahun 2021

Petugas kepolisian berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). ANTARA FOTO/Arnas Padda/wpa/foc.ABRIAWAN ABHE Petugas kepolisian berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). ANTARA FOTO/Arnas Padda/wpa/foc.
Bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.20 Wita.

Saat itu kedua pelaku masuk menggunakan roda dua ke pelataran pintu gerbang Gereja Katedral dan meledakkan diri. Ada sekitar 20 orang yang terluka.

Terungkap kedua pelaku adalah pasangan suami istri, L dan YSF.

Mereka merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel dan baru menikah selama enam bulan.

Mereka dinikahkan oleh sesama teroris, Risaldi yang ditembak mati di di Villa Mutiara Cluster Biru, Makassar, bulan Januari 2021 lalu.

Selain Rizaldi, aparat juga menembak mati menantunya yang bernama Zulfikar.

Risaldi dan Zulfikar ini merupakan jaringan JAD yang memiliki keterkaitan dengan pengeboman di Jolo Filipina 2018.

Baca juga: Pengakuan Ibu Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Jarang Bertemu sejak Anak Perempuannya Menikah

Sebelum melakukan bom bunuh diri, L meninggalkan surat wasiat yang berisi pernyataan siap mati.

L dan YSF aktif dalam pengajian yang digelar Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel. Tak hanya mengikuti pengajian, keduanya juga berperan memberikan doktrin kepada para pengikut JAD.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: M Wismabrata, Dandy Bayu Bramasta, Achmad Faizal, Fadlyanto Sugiono, Himawan | Laksono Hari Wiwiho, Inten Esti Pratiwi, Caroline Damanik, Sandro Gatra, Khairina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Regional
Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Regional
Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Regional
Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Regional
Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Regional
Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Regional
Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Regional
Pria Misterius Ditemukan Penuh Lumpur dan Tangan Terikat di Sungai Babon Semarang

Pria Misterius Ditemukan Penuh Lumpur dan Tangan Terikat di Sungai Babon Semarang

Regional
Wali Kota Semarang Minta PPKL Bantu Jaga Kebersihan Kawasan Kuliner di Stadion Diponegoro

Wali Kota Semarang Minta PPKL Bantu Jaga Kebersihan Kawasan Kuliner di Stadion Diponegoro

Regional
Korban Tewas Tertimpa Tembok Keliling di Purwokerto Bertambah, Total Jadi 2 Anak

Korban Tewas Tertimpa Tembok Keliling di Purwokerto Bertambah, Total Jadi 2 Anak

Regional
Tingkatkan Pengelolaan Medsos OPD Berkualitas, Pemkab Blora Belajar ke Sumedang dan Pemprov Jabar

Tingkatkan Pengelolaan Medsos OPD Berkualitas, Pemkab Blora Belajar ke Sumedang dan Pemprov Jabar

Regional
Ingin Tiru Aplikasi Sapawarga, Pemkab Blora Lakukan Kunjungan ke Pemprov Jabar

Ingin Tiru Aplikasi Sapawarga, Pemkab Blora Lakukan Kunjungan ke Pemprov Jabar

Regional
Cerita Jadi Jemaah Haji Termuda di Semarang, Halima Ngaku Sudah Nabung sejak TK

Cerita Jadi Jemaah Haji Termuda di Semarang, Halima Ngaku Sudah Nabung sejak TK

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Mantan Bos PSIS dan Ketua Citarum Jogging Club Kompak Dukung Mbak Ita Maju di Pilwalkot Semarang 2024

Mantan Bos PSIS dan Ketua Citarum Jogging Club Kompak Dukung Mbak Ita Maju di Pilwalkot Semarang 2024

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com