Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswi Pemilik Motor Scoopy di Jembatan Srandakan Ditemukan Tewas di Sungai

Kompas.com - 15/10/2022, 11:14 WIB
Dani Julius Zebua,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

KULON PROGO, KOMPAS.com – Pemilik Honda Scoopy putih bernomor polisi R 4337 JJ ditemukan sudah tidak bernyawa di tepi Sungai Progo, wilayah Pedukuhan Bleberan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Korban adalah MS (22), mahasiswi Yogyakarta asal Kedungwringin, Banyumas, Jawa Tengah.

Polisi memastikan setelah identifikasi.

“Benar, bahwa identitas korban adalah MS (22) mahasiswi alamat Desa Kedungwringin, Banyumas, Jawa Tengah,” kata Plh Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Dwi Wijayanto, Sabtu (15/10/2022).

Baca juga: Motor Scoopy Tak Bertuan dengan Kunci Terpasang Ditemukan Pukul 02.30 WIB di Jembatan Srandakan, Ada Tas Isi HP hingga Kain Kafan

Jenazah ditemukan menelungkup mengambang di tepi Sungai Progo.

Ia masih mengenakan jaket hitam, baju merah muda kecoklatan, kerudung hitam dan celana panjang bergaris, juga rok motif bunga.

Terdapat sampah sungai yang cukup banyak di sekitarnya.

Tim medis memeriksa jasad. Terdapat lebam merah di muka, kondisinya masih segar, tidak ditemukan tanda kekerasan.

Jasad kemudian dikirim ke RSUD Wates. Di sana berlangsung proses identifikasi, dan setelah itu diserahkan ke kelurga.

“Setelah korban dibawa ke RSUD, selanjutnya Polsek Galur menyerahkan korban pihak keluarga korban,” kata Dwi.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengungkapkan, jasad ditemukan sekitar lima kilometer dari Jembatan Srandakan.

Pemancing menemukan mayat di pinggir sungai pukul 06.00 WIB.

Kabar itu sampai pada Satlinmas Rescue Istimewa V Kulon Progo, lantas mendatangi lokasi.

Relawan dan aparat tiba tak lama kemudian untuk mengevakuasi jenazah ke tepi.

Setelah pemeriksaan medis di tempat, jenazah lantas dibawa ke RSUD untuk identifikasi. Korban merupakan MS yang sejak Kamis dicari keberadaannya.

 

“Jadi benar bahwa korban yang ditemukan ini merupakan orang yang meninggalkan motor di Jembatan Srandakan,” kata Pipit.

Kasus ini berawal dari ditemukannya Honda Scoopy putih R 4336 JJ di jembatan Srandakan Galur, Kamis (13/12/2022) pukul 02.30 WIB.

Kunci motor masih tergantung pada motor, ada tas di samping motor, helm tergeletak di trotoar, tidak jauh dari semua barang itu.

Tas ungu-pink itu berisi kain kafan dan kertas. Juga ada ponsel.

Baca juga: Motor Scoopy Tak Bertuan di Jembatan Srandakan, Pemiliknya Mahasiswi yang Sebentar Lagi Wisuda

Belakangan diketahui motor milik keluarga MS. Sementara ponsel dalam tas menunjukkan kalau gawai milik MS.

Keluarga yang dimintai keterangan membenarkan kalau MS yang selama ini mengendara motor itu.

Basarnas Yogyakarta membangun koordinasi dengan aparat dan relawan untuk memonitor lokasi dan muara sungai, lantaran tidak ada saksi terkait aktivitas pemilik motor di lokasi itu.

Namun, relawan diterjunkan untuk mengantisipasi dugaan kecelakaan air. Pencarian di hari ketiga membuahkan hasil, MS ditemukan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kapal Terbakar dan Terdampar di Wakatobi, Polisi: Kami Sudah Menghubungi Owner-nya

Kapal Terbakar dan Terdampar di Wakatobi, Polisi: Kami Sudah Menghubungi Owner-nya

Regional
Daftar 50 Caleg DPRD Kabupaten Serang Terpilih, KPU: Wajib Lapor Harta Kekayaan Sebelum Dilantik

Daftar 50 Caleg DPRD Kabupaten Serang Terpilih, KPU: Wajib Lapor Harta Kekayaan Sebelum Dilantik

Regional
Siswa SMP di Aceh Curi Sepeda Motor Polisi, 'Sparepart' Dibongkar lalu Dijual

Siswa SMP di Aceh Curi Sepeda Motor Polisi, "Sparepart" Dibongkar lalu Dijual

Regional
Presiden Jokowi Cek Harga Sembako Saat Kunjungi Pasar Seketeng Sumbawa

Presiden Jokowi Cek Harga Sembako Saat Kunjungi Pasar Seketeng Sumbawa

Regional
Copot Pegawai yang Terlibat Perdagangan Satwa Ilegal di Kalimantan, Bea Cukai: Ini Tidak Terkait Instansi

Copot Pegawai yang Terlibat Perdagangan Satwa Ilegal di Kalimantan, Bea Cukai: Ini Tidak Terkait Instansi

Regional
Janjikan Rp 200.000 ke Pemilih, Caleg di Dumai Divonis 8 Bulan Penjara

Janjikan Rp 200.000 ke Pemilih, Caleg di Dumai Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
Sah! Ini Daftar Nama Anggota DPRD Kabupaten Purworejo 2024-2029

Sah! Ini Daftar Nama Anggota DPRD Kabupaten Purworejo 2024-2029

Regional
Hakim Tolak Gugatan Wanprestasi Almas Tsaqibbirru kepada Gibran

Hakim Tolak Gugatan Wanprestasi Almas Tsaqibbirru kepada Gibran

Regional
Gelora Tak Ingin PKS Gabung Koalisi Prabowo, Gibran: Keputusannya Tunggu Pak Presiden Terpilih

Gelora Tak Ingin PKS Gabung Koalisi Prabowo, Gibran: Keputusannya Tunggu Pak Presiden Terpilih

Regional
Sukseskan PON 2024, Pemprov Sumut Manfaatkan TI untuk Pendaftaran hingga Logistik

Sukseskan PON 2024, Pemprov Sumut Manfaatkan TI untuk Pendaftaran hingga Logistik

Regional
2 Caleg PDI-P Magelang Mengundurkan Diri meski Terpilih Pemilu, Siapa Mereka?

2 Caleg PDI-P Magelang Mengundurkan Diri meski Terpilih Pemilu, Siapa Mereka?

Regional
Daftar 100 Caleg DPRD Banten Terpilih Hasil Pemilu 2024

Daftar 100 Caleg DPRD Banten Terpilih Hasil Pemilu 2024

Regional
Bupati dan Wabup Daftar Pilkada Ogan Ilir 2024 di 7 Partai Politik

Bupati dan Wabup Daftar Pilkada Ogan Ilir 2024 di 7 Partai Politik

Regional
Saat Pratama Arhan Kembali Tersenyum Usai Indonesia Ditekuk Uzbekistan...

Saat Pratama Arhan Kembali Tersenyum Usai Indonesia Ditekuk Uzbekistan...

Regional
Mengenal Tugu Perdamaian Sampit, Lambang Perdamaian setelah Konflik Sampit 2001

Mengenal Tugu Perdamaian Sampit, Lambang Perdamaian setelah Konflik Sampit 2001

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com