Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gubernur Yakin PON 2028 di NTB Bakal Menggerakkan Ekonomi Daerah

Kompas.com - 14/09/2022, 14:38 WIB
Idham Khalid,
Krisiandi

Tim Redaksi

MATARAM, KOMPAS.com - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diumumkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Penetapan tersebut disahkan dalam acara Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2022, pada Selasa (13/9/2022)

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas dipercayai sebagai lokasi penyelenggara event olahraga terbesar se Indonesia tersebut.

Baca juga: NTT Tuan Rumah PON 2028

"Kan kemarin ini, perjuangan untuk mendapatkan posisi sebagai tuan rumah ini panjang sebenarnya, karena ini event yang bukan hanya mampu menggerakan pariwisata, tapi seluruh ekonomi kita bergerak," kata Zul, apaan akrab Gubernur melalui sambungan telepon, Rabu (14/9/2022)

Diterangkan Zul, dengan terpilihnya sebagai tuan rumah, bakal ada renovasi terhadap venue cabang olahraga di NTB. Dia memastikan, NTB bakal berbenah setelah dipercaya jadi tuan rumah PON. 

"Dengan banyaknya tamu yang akan hadir, bahkan ribuan, yang nantinya akan mememaksa dalam berbenah menyiapkan cabang olahraga. Ini kan cabang olahraganya banyak, akan ada pembagian Cabor NTB dan NTT, tapi hal itu akan diputuskan oleh pusat yang mempunyai Otoritas," ungkap Zul.

Baca juga: Waskita Garap Proyek Tambang di NTB Senilai Rp 262 Miliar

Diterangkan Zul, bahwa NTB dan NTT memiliki kelebihan tersendiri dengan sumber daya alam yang akan menyambut para atlet dan tamu yang akan berlaga di dua provinsi tersebut.

"Bukan hanya menyajikan olahraga, tapi juga pariwisata, karena bagaimanapun NTT dengan labuan bajo, NTB dengan Mandalika, Senggigi, Gili, Sebalun menjadi pesona tersendiri buat daerah lain yang akan beraktivitas," ungkap Zul.

Sementara untuk anggaran  penyelenggara PON, diungkapkan Zul merupakan wewenang Pemerintah Pusat, dan daerah mampu menyediakan tempat, dan kebutuhan lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com