Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

Kompas.com - 10/08/2022, 23:09 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Reni Susanti

Tim Redaksi

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Istri Doni Salmanan terdakwa kasus penipuan Binary Option Quotex, Dinan Nurfajrina Fauzan disebut mendapatkan atau menerima keuntungan yang didapatkan terdakwa.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romlah, Doni Salmanan memberikan hasil keuntungan pada sang istri dengan nominal yang berbeda.

"Sebagai afiliator terdakwa juga memberikan sejumlah uang pada sang istri dan orangtuanya," kata dia dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Cari Keadilan, Korban Doni Salmanan Bikin Paguyuban Sesuai Arahan Kabareskrim

Pada November 2021, terdakwa memberikan uang sejumlah Rp 50 juta untuk keperluan DP (uang muka) vendor pernikahan.

Tak hanya untuk kebutuhan pernikahan, terdakwa juga memberikan sejumlah uang pada sang istri untuk kebutuhan sehari-hari dengan nilai yang fantastis.

Sebanyak Rp 200 juta diberikan kepada sang istri untuk kebutuhan sehari-hari. Kemudian pada Februari 2022 terdakwa kembali memberikan sejumlah uang Rp 400 juta untuk kebutuhan serupa.

"Setiap transaksi dilakukan via transfer dari rekening terdakwa ke rekening pribadi sang istri," kata dia.

Sedangkan untuk membayar biaya Listrik dan Wifi, terdakwa mentransfer Rp 15 juta dengan dua kali transfer yakni Rp 5 juta kemudian Rp 10 juta.

Baca juga: Doni Salmanan Jalani Sidang Lanjutan 11 Agustus, Kuasa Hukum Bakal Ajukan Eksepsi

Terdakwa juga memberikan sejumlah barang dari hasil keuntungannya sebagai afiliator kepada sang istri, di antaranya:

1. Mahar (senilai $15.000) dan mas kawin (cincin, gelang, kalung dan anting) senilai kurang lebih Rp 200 juta. 

2. Tas Hermes senilai kurang lebih Rp 350 juta

3. Jam tangan Hermes kurang lebih Rp 10.000.000

4. Tas Michaele Kors kurang lebih Rp 4.000.000

5. Tas Donini kurang lebih Rp. 4.000.000

6. Tas Louis Voiton kurang lebih Rp 30.000.000

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Undang Sejumlah Guru Besar Unnes, Dewan Ketahanan Nasional Bantah Lakukan Pengkondisian

Undang Sejumlah Guru Besar Unnes, Dewan Ketahanan Nasional Bantah Lakukan Pengkondisian

Regional
Makan Siang dengan Relawan, Gibran Perkenalkan Mangkunegara X dan Singgung Kriteria Penggantinya di Solo

Makan Siang dengan Relawan, Gibran Perkenalkan Mangkunegara X dan Singgung Kriteria Penggantinya di Solo

Regional
Caleg Meninggal Masih Dapat Suara di Pemilu

Caleg Meninggal Masih Dapat Suara di Pemilu

Regional
Mengenang Jejak NH Dini Lewat 'Dini, Kita, dan Nanti'

Mengenang Jejak NH Dini Lewat "Dini, Kita, dan Nanti"

Regional
Promosi MXGP Samota 2024, Pemerintah Gandeng Baim Wong Jelajahi Destinasi Unggulan

Promosi MXGP Samota 2024, Pemerintah Gandeng Baim Wong Jelajahi Destinasi Unggulan

Regional
Jadwal dan Harga Tiket Bus Jakarta-Padang Mudik Lebaran 2024

Jadwal dan Harga Tiket Bus Jakarta-Padang Mudik Lebaran 2024

Regional
Pesan Jokowi untuk Pemerintahan Baru, Hati-hati Kelola Indonesia

Pesan Jokowi untuk Pemerintahan Baru, Hati-hati Kelola Indonesia

Regional
Ratusan Karyawan Undana Mengadu ke Ombudsman, Ini Penyebabnya

Ratusan Karyawan Undana Mengadu ke Ombudsman, Ini Penyebabnya

Regional
Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Sumbawa Naik Rp 10.000

Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Sumbawa Naik Rp 10.000

Regional
Meksi Beda Partai, Eks Bupati Blora Ini Jagokan Anaknya Maju Pilkada 2024

Meksi Beda Partai, Eks Bupati Blora Ini Jagokan Anaknya Maju Pilkada 2024

Regional
100 Anggota Polisi Akan Jaga dan Amankan Pleno KPU Jayapura

100 Anggota Polisi Akan Jaga dan Amankan Pleno KPU Jayapura

Regional
Menuju PON 2028, Pemda Sumbawa Genjot Pembangunan Sport Center Samota

Menuju PON 2028, Pemda Sumbawa Genjot Pembangunan Sport Center Samota

Regional
Pemkot Pangkalpinang Bakal Gelar 7 Pasar Murah, Simak Jadwalnya

Pemkot Pangkalpinang Bakal Gelar 7 Pasar Murah, Simak Jadwalnya

Regional
Menilik Kronologi Kasus Komisioner KPU Wonosobo yang Diduga Instruksikan PPK untuk Memenangkan Paslon Tertentu

Menilik Kronologi Kasus Komisioner KPU Wonosobo yang Diduga Instruksikan PPK untuk Memenangkan Paslon Tertentu

Regional
Pernah Divonis Bebas, 'Ratu Narkoba' Ditangkap Lagi di Indragiri Hulu

Pernah Divonis Bebas, "Ratu Narkoba" Ditangkap Lagi di Indragiri Hulu

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com