Kompas.com - 09/08/2022, 18:38 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Kejaksaan Tinggi Banten mengusut tuntas kasus korupsi kredit macet di Bank Banten senilai Rp 65 miliar.

Boyamin juga meminta penyidik mengenakan pasal tindak pidana pencucian uang dan mengusut keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

"Saya minta Kejati Banten untuk berusaha menambah tersangka, tetap dengan catatan dua alat bukti disertai dengan unsur-unsurnya dan saya meminta penerapan pasal pencucian uang," kata Boyamin kepada wartawan di Kota Serang, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Kredit Macet Rp 65 Miliar, Mantan Vice President Bank Banten Ditahan

Dikatakan Boyamin, jika tidak mengenakan pasal pencucian uang akan sulit untuk melacak aset dalam rangka memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara.

"Karena ini kredit macet nampaknya sudah tidak bisa dilacak lagi uang itu pada lari kemana. Nah,  kalau hanya mengandalkan pengenaan pasal korupsi maka tidak akan maksimal untuk pengembalian uang pengganti," ujar Boyamin.

Menurutnya, jika uang kerugian negara sebesar Rp 65 miliar berhasil dikembalikan bisa menjadi tambahan modal untuk bank milik Pemprov Banten itu.

Boyamin berharap, Bank Banten jangan menjadi Bank Century versi Provinsi Banten karena kredit macet yang nilainya fantastis.

"Selama ini APBD nambah modal terus kecukupan modal, dan pernah peristiwa macet macet itu dalam pengawasan khusus, dan hampir menjadi Bank Century kedua versi Banten karena pengawasan khusus," kata Boyamin.

Baca juga: Eks Vice President Bank Banten Tersangka Kasus Kredit Macet Sudah Dipecat sejak 2021

Boyamin menegaskan, Kejati Banten tidak boleh setengah-setengah dalam upaya pemulihan kerugian negara.

Sebab, kerugian negara dalam perkara kredit macet Bank Banten tergolong besar untuk di Banten.

"Kejaksaan Agung sudah tidak mau lagi istilahnya memenjarakan orang. Tapi recovery juga yang diutamakan, kalau (kasus kredit macet) Bank Banten ini diproses dan kerugiannya besar, di aset tracing, TPPU nanti akan ada kerugian sangat besar dan itu prestasi," tandasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Banten menetapkan dua orang tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi oleh Bank Banten kepada PT. HNM sebesar Rp 65 miliar tahun 2017.

Keduanya yakni Satyavadin Djojosubroto (SDJ), mantan Vice President Bank Banten dan Rasyid Samsudin (RS) selaku Direktur PT HNM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pelaku Penimbunan LPG Subsidi Ditangkap, Dijual hingga Rp 60.000 per Tabung, Ancamannya 6 Tahun Penjara

Dua Pelaku Penimbunan LPG Subsidi Ditangkap, Dijual hingga Rp 60.000 per Tabung, Ancamannya 6 Tahun Penjara

Regional
Upaya Kendalikan Inflasi, Pemkab Sleman Gelar Pangan Murah di 17 Kapanewon

Upaya Kendalikan Inflasi, Pemkab Sleman Gelar Pangan Murah di 17 Kapanewon

Regional
Alat Berat Tak Bisa Masuk ke Lokasi Longsor Kotabaru, Tim SAR Gabungan Kesulitan Cari 5 Korban Tertimbun

Alat Berat Tak Bisa Masuk ke Lokasi Longsor Kotabaru, Tim SAR Gabungan Kesulitan Cari 5 Korban Tertimbun

Regional
2 PSK yang Diciduk Satpol PP di Gunung Tugel Sudah Dipulangkan ke Tempat Asal, 1 Orang Alih Profesi Berjualan

2 PSK yang Diciduk Satpol PP di Gunung Tugel Sudah Dipulangkan ke Tempat Asal, 1 Orang Alih Profesi Berjualan

Regional
Diperiksa Penyidik KPK 3 Jam, Dekan FP Unila Ditanya Aliran Dana Pembangunan Lampung Nahdiyin Center

Diperiksa Penyidik KPK 3 Jam, Dekan FP Unila Ditanya Aliran Dana Pembangunan Lampung Nahdiyin Center

Regional
8 Anggota Polres Belu Diperiksa Imbas DPO Tewas Ditembak

8 Anggota Polres Belu Diperiksa Imbas DPO Tewas Ditembak

Regional
Rumah Penampungan TKI Ilegal di Tanjungpinang Digerebek, Tiap Orang Setor Rp 6 Juta

Rumah Penampungan TKI Ilegal di Tanjungpinang Digerebek, Tiap Orang Setor Rp 6 Juta

Regional
Dituding Selingkuh, Kades Lengkong Banjarnegara Didemo Ratusan Warganya Diminta Mundur

Dituding Selingkuh, Kades Lengkong Banjarnegara Didemo Ratusan Warganya Diminta Mundur

Regional
Pemkot Semarang Berlakukan Hari Bebas Kendaraan Pribadi Setiap Rabu, Ada Sepeda Listrik sebagai Alternatif

Pemkot Semarang Berlakukan Hari Bebas Kendaraan Pribadi Setiap Rabu, Ada Sepeda Listrik sebagai Alternatif

Regional
623 Orang Daftar Panwascam di Babel, Kuota Perempuan Belum 30 Persen

623 Orang Daftar Panwascam di Babel, Kuota Perempuan Belum 30 Persen

Regional
Organda Semarang Mengeluh, Masih Banyak Kendaraan Pribadi di Atas 2.000 Cc Isi BBM Subsidi

Organda Semarang Mengeluh, Masih Banyak Kendaraan Pribadi di Atas 2.000 Cc Isi BBM Subsidi

Regional
Kisah Udi, Sopir Truk yang 'Ditumbalkan' Bosnya, Ditahan karena Angkut Solar Ilegal, Pemilik Barang Kabur

Kisah Udi, Sopir Truk yang "Ditumbalkan" Bosnya, Ditahan karena Angkut Solar Ilegal, Pemilik Barang Kabur

Regional
Tiga Pemuda di Kubu Raya Sekap dan Perkosa Remaja Putri 14 Tahun, Korban Trauma

Tiga Pemuda di Kubu Raya Sekap dan Perkosa Remaja Putri 14 Tahun, Korban Trauma

Regional
Gelapkan Uang Pelanggan Rp 2 Miliar, 5 Karyawan Perusahaan di Flores Timur Ditahan

Gelapkan Uang Pelanggan Rp 2 Miliar, 5 Karyawan Perusahaan di Flores Timur Ditahan

Regional
Polda Kaltim Bongkar Tambang Ilegal di Kawasan Konservasi Orangutan, 12 Orang Diamankan

Polda Kaltim Bongkar Tambang Ilegal di Kawasan Konservasi Orangutan, 12 Orang Diamankan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.