Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/08/2022, 10:55 WIB
Dian Ade Permana,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

UNGARAN, KOMPAS.com - Dari total 5.164 aset Pemerintah Kabupaten Semarang, baru 30 persen di antaranya yang telah bersertifikat. Ditargetkan, seluruh aset tersebut akan bersertifikat pada 2025.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset BKUD Kabupaten Semarang Natalia Damayanti mengatakan, upaya penyertifikatan tersebut telah dilakukan sejak 2021 lalu.

Baca juga: Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

"Saat ini baru 30 persen dari total 5.164 bidang aset tanah Pemkab yang bersertipikat. Kita optimistis tahun 2025 dapat selesai semuanya," katanya usai penyerahan aset Pemkab Semarang yang terletak di Kecamatan Bandungan di aula Hotel Kusuma Bandungan, Senin (8/8/2022) dalam keterangan tertulis.

Pada tahun ini, lanjutnya, sudah diajukan permohonan pensertifikatan untuk 1.700 bidang tanah aset Pemkab ke BPN. "Sedangkan target tahun ini sebanyak 2.000 sertifikat," ungkapnya.

Penyerahan sertifikat aset tanah Pemkab Semarang di Kelurahan Bandungan dilakukan Kepala Seksi Penindakan dan Penanganan Sengketa Kantor BPN Kabupaten Semarang, Nanang Swasono kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Sertifikat aset Pemkab Semarang yang diserahkan terdiri dari 116 jalan lingkungan dan 48 tanah eks bengkok. Semuanya berlokasi di Kelurahan Bandungan."Harapannya sertifikat dapat mendukung upaya tertib administrasi aset daerah," kata Ngesti.

Baca juga: Kejagung Sita 23 Aset Surya Darmadi, 8 di Antaranya Lahan Perkebunan Sawit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tewaskan 4 Orang dalam Kecelakaan di Kurau, Sopir Terancam 6 Tahun Bui

Tewaskan 4 Orang dalam Kecelakaan di Kurau, Sopir Terancam 6 Tahun Bui

Regional
Rekapitulasi Tertunda, Saksi PDI-P di Sumbawa Protes Aplikasi Sirekap Sering Lelet dan Error

Rekapitulasi Tertunda, Saksi PDI-P di Sumbawa Protes Aplikasi Sirekap Sering Lelet dan Error

Regional
Diungkap, Kronologi Kasus Pelecehan Seksual Dokter pada Istri Pasien

Diungkap, Kronologi Kasus Pelecehan Seksual Dokter pada Istri Pasien

Regional
Kronologi Warga Hilang Usai Coblosan di Semarang, Seminggu di Hutan Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Kronologi Warga Hilang Usai Coblosan di Semarang, Seminggu di Hutan Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Mahasiswi di Depan UIN Walisongo Semarang

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Mahasiswi di Depan UIN Walisongo Semarang

Regional
Sopir Bus Eva Star Jadi Tersangka dalam Kecelakaan di Bakauheni

Sopir Bus Eva Star Jadi Tersangka dalam Kecelakaan di Bakauheni

Regional
Warga Aceh Tamiang Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter

Warga Aceh Tamiang Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter

Regional
Tak Biasa, Pasangan di Magelang Ijab Kabul di Atas Motor Trail, Bagaimana Ceritanya?

Tak Biasa, Pasangan di Magelang Ijab Kabul di Atas Motor Trail, Bagaimana Ceritanya?

Regional
Harga Beras Melambung, Warga Mataram Antre Dapatkan Beras Murah

Harga Beras Melambung, Warga Mataram Antre Dapatkan Beras Murah

Regional
Gajah Sumatera Melahirkan Anak Keempat di PLG Way Kambas

Gajah Sumatera Melahirkan Anak Keempat di PLG Way Kambas

Regional
Beras Bulog Jadi Buruan Warga, Baru Satu Jam Langsung Ludes Terjual

Beras Bulog Jadi Buruan Warga, Baru Satu Jam Langsung Ludes Terjual

Regional
KPU Sumbawa Tunda Pleno Rekapitulasi karena Ada PPK Belum Selesai Input Data

KPU Sumbawa Tunda Pleno Rekapitulasi karena Ada PPK Belum Selesai Input Data

Regional
Asa Baru Penderita Sumbing di RSU Trimedika Ketapang Grobogan

Asa Baru Penderita Sumbing di RSU Trimedika Ketapang Grobogan

Regional
Temuan Mayat di Kos Kotabaru, Korban Meninggalkan Rumah sejak 20 Februari

Temuan Mayat di Kos Kotabaru, Korban Meninggalkan Rumah sejak 20 Februari

Regional
Pulang Belanja, Perempuan di Labuan Bajo Ditembak OTK, Peluru Masih Bersarang di Leher

Pulang Belanja, Perempuan di Labuan Bajo Ditembak OTK, Peluru Masih Bersarang di Leher

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com