Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/06/2022, 14:35 WIB

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Gunung api Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus, Minggu (5/6/2022).

Pantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, pada pukul 06.00 Wita-12.00 Wita, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal dan tinggi 300-1300 meter teramati di atas puncak kawah.

Baca juga: Gunung Api Ile Lewotolok Kembali Meletus, Warga Diminta Waspadai Guguran Lava Pijar dan Awan Panas

"Letusan ini disertai gemuruh," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian dalam keterangan tertulis, Minggu siang.

Terkait aktivitas kegempaan terang Stanislaus, gunung api Ile Lewotolok mengalami satu gempa letusan, 64 kali hembusan, tremor non-harmonik 26 kali, vulkanik dangkal dua kali, dan empat kali vulkanik dalam.

Sementara pada pukul 00.00 Wita-06.00 Wita, gunung api Ile Lewotolok mengalami enam kali gempa letusan, delapan kali guguran, 266 kali hembusan, tremor non-harmonik 88 kali, tremor harmonik satu kali.

Satu kali tornilo, delapan kali vulkanik dangkal, 28 kali vulkanik dalam, satu kali tektonik lokal, dan dua kali tektonik jauh.

Stanislaus mengingatkan, agar masyarakat sekitar maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3,5 kilometer dari puncak. Sebab, hingga saat ini status gunung api Ile Lewotolok masih di level III siaga.

"Kami juga minta warga Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak," katanya.

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya, warga sekitar diharapkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Ia menambahkan, abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Ile Lewotolok. Karena itu masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok di NTT Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1000 Meter

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Malinau Digeruduk Massa Bersenjata Tajam, Polisi Berlarian, Terdengar Suara Pecahan Kaca dan Teriakan

Polres Malinau Digeruduk Massa Bersenjata Tajam, Polisi Berlarian, Terdengar Suara Pecahan Kaca dan Teriakan

Regional
Kasus Bayi 8 Bulan yang Jari Kelingkingnya Tergunting Perawat, Keluarga Minta Bantuan Hotman Paris

Kasus Bayi 8 Bulan yang Jari Kelingkingnya Tergunting Perawat, Keluarga Minta Bantuan Hotman Paris

Regional
Polda Kaltara Pastikan Usut Tuntas Kasus Warga Malinau yang Tewas Tertembak Saat Operasi Penangkapan Narkoba

Polda Kaltara Pastikan Usut Tuntas Kasus Warga Malinau yang Tewas Tertembak Saat Operasi Penangkapan Narkoba

Regional
Siswa SD di Maluku Tewas Ditembak Temannya dari Jarak 1 Meter, Pelaku Mengira Senapan Tak Berpeluru

Siswa SD di Maluku Tewas Ditembak Temannya dari Jarak 1 Meter, Pelaku Mengira Senapan Tak Berpeluru

Regional
Massa Geruduk Mapolres Malinau, Tak Terima Ada Seorang Warga Adat Tertembak Mati

Massa Geruduk Mapolres Malinau, Tak Terima Ada Seorang Warga Adat Tertembak Mati

Regional
Viral Video Pemotor Adu Mulut dengan Sopir Bus di Banyumas, Diduga Gara-gara Serobot Lampu Merah

Viral Video Pemotor Adu Mulut dengan Sopir Bus di Banyumas, Diduga Gara-gara Serobot Lampu Merah

Regional
Bawa Ganja dari Papua Nugini, Pria di Papua Barat Ditangkap Polisi

Bawa Ganja dari Papua Nugini, Pria di Papua Barat Ditangkap Polisi

Regional
Soal Jari Bayi 8 Bulan Putus Tergunting Perawat, Manajemen RS Muhammadiyah Palembang Dipanggil DPRD Sumsel

Soal Jari Bayi 8 Bulan Putus Tergunting Perawat, Manajemen RS Muhammadiyah Palembang Dipanggil DPRD Sumsel

Regional
Resmikan Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark, Airlangga Puji Gibran

Resmikan Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark, Airlangga Puji Gibran

Regional
Diduga Selundupkan 20 Kg Sabu dari Malaysia, 2 Oknum TNI di Kalbar Ditangkap

Diduga Selundupkan 20 Kg Sabu dari Malaysia, 2 Oknum TNI di Kalbar Ditangkap

Regional
Diduga Diterkam Buaya, Pemancing di Kutai Timur Hilang

Diduga Diterkam Buaya, Pemancing di Kutai Timur Hilang

Regional
Bobol Tas Pengunjung Pemandian Umum, Seorang Pencuri Ditangkap

Bobol Tas Pengunjung Pemandian Umum, Seorang Pencuri Ditangkap

Regional
Jalan Tertimbun Material Longsor, 1 Kecamatan di Manggarai NTT Terisolasi

Jalan Tertimbun Material Longsor, 1 Kecamatan di Manggarai NTT Terisolasi

Regional
Sepeda Motor Tabrak Truk Dump yang Sedang Parkir di Nagekeo, 2 Orang Tewas

Sepeda Motor Tabrak Truk Dump yang Sedang Parkir di Nagekeo, 2 Orang Tewas

Regional
Soal Wacana Gubernur Ditunjuk Pemerintah Pusat, Gibran: Seperti Sekarang Ajalah Ya, Demokrasi Tetap Berjalan, Lebih Gayeng

Soal Wacana Gubernur Ditunjuk Pemerintah Pusat, Gibran: Seperti Sekarang Ajalah Ya, Demokrasi Tetap Berjalan, Lebih Gayeng

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.