Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi Dana Bansos Fakir Miskin di Siak, 3 Saksi Diperiksa

Kompas.com - 25/05/2022, 19:29 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau tengah mengusut dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) untuk fakir miskin dan anak-anak cacat di Kabupaten Siak.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Riau Bambang Heri Purwanto mengungkapkan bahwa dugaan korupsi itu terjadi di Sekretariat Daerah Kabupaten Siak pada tahun 2014 hingga 2019.

"Hari ini kami telah memeriksa tiga orang saksi terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial fakir miskin dan anak-anak cacat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Siak," ungkap Bambang kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Petugas Temukan Sabu dan Alat Isapnya di Pekarangan Rutan Siak di Riau

Pemeriksaan saksi-saksi dimulai pukul 09.00 WIB, oleh tim Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

Ia menyebutkan, ketiga saksi itu berinisial TS, N dan M.

TS ini adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Siak.

Baca juga: Kronologi Pelajar di Siak Diperkosa dan Dibunuh Mantan Pacar, Berawal Korban Hendak Pinjam Uang

Lalu, N selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tualang, dan M Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sabak Auh.

"Ketiganya diperiksa sebagai saksi terkait berapa penyaluran dana bansos kepada pihak penerima bansos di masing-masing kecamatan tempat mereka bekerja," kata Bambang.

Ia mengatakan bahwa pemeriksaan para saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan terkait dugaan korupsi itu.

"Pemeriksaan para saksi bertujuan untuk mengumpulkan alat bukti, dan untuk memperkuat pembuktian dalam dugaan korupsi ini," jelas Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juli 2022, Termasuk Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah, dan Ayyamul Bidh

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juli 2022, Termasuk Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah, dan Ayyamul Bidh

Regional
Kompolnas: Apapun yang Disangkakan, Hak Asasi Mereka Tetap Harus Dihormati

Kompolnas: Apapun yang Disangkakan, Hak Asasi Mereka Tetap Harus Dihormati

Regional
Hari Pertama Dibuka, Aktivitas Pasar Hewan di Klaten Masih Sepi

Hari Pertama Dibuka, Aktivitas Pasar Hewan di Klaten Masih Sepi

Regional
Ada Wabah PMK, Stok Hewan Kurban Sapi dan Kambing di Sumsel Dipastikan Aman

Ada Wabah PMK, Stok Hewan Kurban Sapi dan Kambing di Sumsel Dipastikan Aman

Regional
Cerita Bocah SD Menangis Saat Dihentikan Polisi karena Naik Motor, Tak Berani Pulang, Takut Dimarahi Ayah

Cerita Bocah SD Menangis Saat Dihentikan Polisi karena Naik Motor, Tak Berani Pulang, Takut Dimarahi Ayah

Regional
Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Regional
Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi di Solo Belum Dilaksanakan

Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi di Solo Belum Dilaksanakan

Regional
Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Regional
Peringati Bulan Bung Karno, Petani Bergas Lor Lukis Sang Proklamator di Sawah

Peringati Bulan Bung Karno, Petani Bergas Lor Lukis Sang Proklamator di Sawah

Regional
Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayi Kandungnya di Bima

Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayi Kandungnya di Bima

Regional
Tahanan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Kompolnas Sebut Ada Unsur Kelalaian Petugas

Tahanan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Kompolnas Sebut Ada Unsur Kelalaian Petugas

Regional
Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Regional
Dua WNI di Ladang Sawit Malaysia Jadi Korban Pembunuhan Warga Negara Filipina

Dua WNI di Ladang Sawit Malaysia Jadi Korban Pembunuhan Warga Negara Filipina

Regional
Khawatir PMK, Pedagang di Mataram Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir PMK, Pedagang di Mataram Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Regional
274.837 Kasus PMK di Indonesia, BNPB Ditunjuk Sebagai Satgas: Penanganan Seperti Covid-19, Bisa Saja Lockdown

274.837 Kasus PMK di Indonesia, BNPB Ditunjuk Sebagai Satgas: Penanganan Seperti Covid-19, Bisa Saja Lockdown

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.