Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Melanda Semarang, Ini Pemicunya dan Kawasan Terdampak

Kompas.com - 23/05/2022, 18:48 WIB

KOMPAS.com - Banjir rob setinggi dua meter disertai gelombang tinggi melanda kawasan pesisir Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022).

Menurut petugas, kawasan yang paling parah adalah di daerah sekitar Pelabuhan Tanjung Emas.

"Ketinggian banjir rob yang bersamaan dengan gelombang tinggi hari ini tercatat 210 centimeter," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Retno Widyaningsih di Semarang, Senin, dilansir dari Antara.

Baca juga: Cerita Pilu Ibu Dua Anak Korban Banjir Rob di Semarang: Kalau Tidak Surut, Kami Tidur di Kasur Basah Lagi

Selain itu, daerah lain yang terdampak adalah di kawasan Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan hingga Tegal.

Baca juga: Banjir Rob, Jalur Pantura Demak Macet Berjam-jam

Retno menjelaskan, banjir rob dan gelombang tinggi yang terjadi akibat siklus akhir bulan setelah purnama. Di siklus ini, letak bumi dengan bulan dalam posisi terdekat.

"Adanya banjir rob dan gelombang tinggi yang mulai sekitar pukul 13.00 WIB ini menyebabkan limpasannya ke daratan terasa cukup deras," ujarnya.

Baca juga: Banjir Rob di Semarang dan Tanggul Laut Jebol, Stasiun Meteorologi: Peringatan Dini Sudah Dikeluarkan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal-usul dan Sejarah Pangkal Pinang, Ternyata Tempat Demang Mengawasi Tambang Timah

Asal-usul dan Sejarah Pangkal Pinang, Ternyata Tempat Demang Mengawasi Tambang Timah

Regional
2 Begal di Lampung Selatan Tewas Dihajar Massa, Bocah 7 Tahun Sempat Terkena Peluru Nyasar

2 Begal di Lampung Selatan Tewas Dihajar Massa, Bocah 7 Tahun Sempat Terkena Peluru Nyasar

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Juni 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Juni 2022

Regional
Link Pendaftaran Mandiri Unand lewat Nilai UTBK, Cek Jadwal, Syarat, Biaya Pendaftaran dan Kuliah

Link Pendaftaran Mandiri Unand lewat Nilai UTBK, Cek Jadwal, Syarat, Biaya Pendaftaran dan Kuliah

Regional
Digadang-gadang Jadi Capres 2024, Sandiaga Uno Bilang Begini

Digadang-gadang Jadi Capres 2024, Sandiaga Uno Bilang Begini

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juni 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juni 2022

Regional
WN China Dideportasi Imigrasi Batam, Ini Penyebabnya

WN China Dideportasi Imigrasi Batam, Ini Penyebabnya

Regional
Terdeteksi di Bandara, 1 Kg Ganja di Jayapura Dimusnahkan

Terdeteksi di Bandara, 1 Kg Ganja di Jayapura Dimusnahkan

Regional
Rombongan Ambulans Pembawa Korban Bus Maut Tasikmalaya Tiba di Sumedang, Bupati: Saya Sampaikan Dukacita Mendalam

Rombongan Ambulans Pembawa Korban Bus Maut Tasikmalaya Tiba di Sumedang, Bupati: Saya Sampaikan Dukacita Mendalam

Regional
Korban Bus Masuk Jurang di Tasikmalaya Sebut Laju Kendaraan Tak Normal sejak Berangkat

Korban Bus Masuk Jurang di Tasikmalaya Sebut Laju Kendaraan Tak Normal sejak Berangkat

Regional
18 PTN di Sumatera yang Buka Jalur Mandiri Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022 dan Ujian Tulis

18 PTN di Sumatera yang Buka Jalur Mandiri Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022 dan Ujian Tulis

Regional
Dua Tersangka SPBU di Serang yang Kurangi Takaran dengan 'Remote Control' Tidak Ditahan, Ini Kata Pengamat

Dua Tersangka SPBU di Serang yang Kurangi Takaran dengan "Remote Control" Tidak Ditahan, Ini Kata Pengamat

Regional
'Saat Ditemukan, Anak-anak yang Diduga Disekap Itu Menangis di Atas Tempat Tidur'

"Saat Ditemukan, Anak-anak yang Diduga Disekap Itu Menangis di Atas Tempat Tidur"

Regional
Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata asal Ngajuk Tabrak Warung di Karanganyar

Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata asal Ngajuk Tabrak Warung di Karanganyar

Regional
Cerita Sumaryadi, Guru yang Batal Ikut Rombongan Bus Maut di Tasikmalaya karena Istri Mendadak Sakit

Cerita Sumaryadi, Guru yang Batal Ikut Rombongan Bus Maut di Tasikmalaya karena Istri Mendadak Sakit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.