Kompas.com - 19/05/2022, 13:29 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Hewan ternak jenis sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Lampung bertambah 36 ekor.

Adapun satu ternak di antaranya mati akibat virus PMK tersebut.

Dengan demikian, total sapi di Provinsi Lampung yang terkonfirmasi PMK berjumlah 47 ekor.

Baca juga: 11 Ekor Sapi di Lampung Terjangkit PMK, Pemprov Lampung Bentuk Unit Khusus

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Kusnardi membenarkan terjadi penambahan sapi yang terkonfirmasi terjangkit PMK.

"Sebelumnya sudah ada 11 ekor sapi yang dinyatakan terkonfirmasi PMK ini," kata Kusnardi usai rapat koordinasi penanggulangan PMK di Ruang Abung, Pemprov Lampung, Kamis (19/5/2022).

Kusnardi mengatakan, sapi yang terjangkit PMK ini berasal dari tiga daerah di Provinsi Lampung, yakni di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang.

Baca juga: 11 Sapi di Lampung Positif PMK, Disnakeswan Telusuri Asal Penyakit

"Satu sapi mati akibat penyakit PMK ini," kata Kusnardi.

Berdasarkan data terkini, dari 47 ekor sapi yang terjangkit tersebut, sebanyak 22 ekor sudah dinyatakan sembuh.

Terkait kecemasan peternak terkait harga yang jatuh pada sapi yang telah sembuh, Kusnardi mengimbau pemerintah daerah (pemda) membeli sapi itu dari peternak.

"Jadi (sapi) yang sudah sembuh dibeli sama pemda, tidak dijual kemana-mana, nanti harganya murah, kasihan peternak," kata Kusnardi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buang Sofa, Kasur, dan Sampah Besar Lainnya di Kota Bandung

Cara Buang Sofa, Kasur, dan Sampah Besar Lainnya di Kota Bandung

Regional
Pejalan Kaki di Bitung Tewas Terlindas Truk Kontainer, Sopir Awalnya Tak Tahu

Pejalan Kaki di Bitung Tewas Terlindas Truk Kontainer, Sopir Awalnya Tak Tahu

Regional
Pandawa Water World Solo: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pandawa Water World Solo: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Kaltim 'Blackout', Sinyal HP Menghilang

Kaltim "Blackout", Sinyal HP Menghilang

Regional
Banyak Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Ini Kata Kapolda Maluku

Banyak Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Ini Kata Kapolda Maluku

Regional
Pertama Kali, Burung Kerak Perut-pucat Ditemukan di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Kerak Perut-pucat Ditemukan di Danau Limboto

Regional
Proyek Gagal, Perbaikan Jalan di Selatan Bandung Barat Meleset dari Target

Proyek Gagal, Perbaikan Jalan di Selatan Bandung Barat Meleset dari Target

Regional
Pedagang Salatiga Jualan di Jalan Milik Kios, Dinas Perdagangan: Jika Membandel, Izin Akan Dicabut

Pedagang Salatiga Jualan di Jalan Milik Kios, Dinas Perdagangan: Jika Membandel, Izin Akan Dicabut

Regional
6 Fakta Gunung Arjuno, Lokasi Hilangnya Pelari Asal Jakarta

6 Fakta Gunung Arjuno, Lokasi Hilangnya Pelari Asal Jakarta

Regional
4 Tersangka Pembacokan Anggota Brimob di Dompu Segera Dilimpahkan ke Jaksa

4 Tersangka Pembacokan Anggota Brimob di Dompu Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Regional
Jokowi ke Semarang, Ribuan Warga Saling Dorong demi Dapat Sembako dan Kaos

Jokowi ke Semarang, Ribuan Warga Saling Dorong demi Dapat Sembako dan Kaos

Regional
Kuliah Umum Erick Thohir di Unsoed Diwarnai Aksi Protes Mahasiswa soal MyPertamina

Kuliah Umum Erick Thohir di Unsoed Diwarnai Aksi Protes Mahasiswa soal MyPertamina

Regional
Ricuh akibat Pemilihan Kepala Kampung di Kantor Bupati Paniai, 1 Warga Tewas Tertembak

Ricuh akibat Pemilihan Kepala Kampung di Kantor Bupati Paniai, 1 Warga Tewas Tertembak

Regional
Hujan Deras Guyur Kota Ambon, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Kendaraan

Hujan Deras Guyur Kota Ambon, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Kendaraan

Regional
SUTT 150 KV di Bukit Asam Rusak karena Cuaca Buruk, Listrik di 3 Provinsi Sumbagsel Padam

SUTT 150 KV di Bukit Asam Rusak karena Cuaca Buruk, Listrik di 3 Provinsi Sumbagsel Padam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.