Kompas.com - 06/04/2022, 15:21 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com- Persoalan sampah di Kampung Nelayan, Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak kunjung tuntas.

Setelah ramai diperbincangkan soal adanya Pulau Sampah, kini kampung tersebut juga diteror sampah plastik di dekat permukiman warga.

Kini luasan sampah tersebut semakin lebar. Sebagian warga takut jika suatu ketika rumah mereka akan dipenuhi oleh sampah plastik.

Baca juga: Curhat Pencari Ikan di Semarang, Susah Dapat Ikan karena Pulau Sampah

Salah satu warga Tambakrejo, Marzuki, mengatakan sampah plastik di Kampung Tambakrejo memang sudah menghawatirkan.

"Ini sampah memang didominasi oleh sampah plastik," kata Marzuki kepada Kompas.com, Rabu (6/4/2022).

Dia mengatakan, warga di sini pekerjaan mayoritas adalah nelayan. Dengan adanya sampah plastik di sekitar Tambakrejo tentunya sangat menggangu.

"Pasti berpengaruh ke kesehatan juga," katanya.

Selain itu, sampah plastik yang terlalu lama dibiarkan akan merusak ekosistem biota laut seperti ikan dan kerang. Saat ini, rusaknya ekosistem itu sudah terasa.

"Padahal kita hidupnya itu dari menangkap ikan dan tambak kerang,"keluhnya.

Baca juga: Truk DLH Nunukan Disita karena Tunggak Pajak, Sampah Menumpuk di Jalan

Selain di Kampung Tambakrejo, para nelayan juga mengeluh dengan banyaknya sampah yang ada di sepanjang Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

"Karena sampah itu, banyak perahu nelayan yang rusak," katanya.

Menanggapi hal itu, anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah, Iqbal mengatakan, warga sudah sering melakukan pembersihan. Namun sampah-sampah tersebut terus berdatangan.

Jika dia lihat, sampah-sampah yang berada di sekitar permukiman warga dan sepanjang Sungai BKT memang didominasi oleh sampah-sampah plastik.

"Volume sampah plastik akan semakin banyak ketika ada hujan karena sampah yang dari atas turun," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepakat, Ulama dan Akademisi Tanah Melayu Pilih Ganjar Jadi Presiden RI 2024-2029

Sepakat, Ulama dan Akademisi Tanah Melayu Pilih Ganjar Jadi Presiden RI 2024-2029

Regional
Kantor Bupati Pemalang Didatangi Petugas KPK, Ada Ruangan Dinas yang Disegel

Kantor Bupati Pemalang Didatangi Petugas KPK, Ada Ruangan Dinas yang Disegel

Regional
Tak Mempan Dinasihati, Orangtua di Bengkulu Laporkan Anaknya Konsumsi Sabu

Tak Mempan Dinasihati, Orangtua di Bengkulu Laporkan Anaknya Konsumsi Sabu

Regional
Polisi Kejar Paman Pembunuh Siswa SD di Deli Serdang, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Kejar Paman Pembunuh Siswa SD di Deli Serdang, Pelaku Diduga ODGJ

Regional
Harga Tiket Masuk TN Komodo Naik Mulai 1 Januari 2023, Pemprov NTT Gencarkan Sosialisasi

Harga Tiket Masuk TN Komodo Naik Mulai 1 Januari 2023, Pemprov NTT Gencarkan Sosialisasi

Regional
Rapat G20, Perwakilan Jerman hingga China Berencana Terbang Langsung ke Belitung

Rapat G20, Perwakilan Jerman hingga China Berencana Terbang Langsung ke Belitung

Regional
10 Tahun Keistimewaan, Pemda DIY Minta Kalurahan Aktif Ajukan Proposal untuk Akses Danais

10 Tahun Keistimewaan, Pemda DIY Minta Kalurahan Aktif Ajukan Proposal untuk Akses Danais

Regional
Oknum Polisi di Sumsel Tertangkap Beli Pil Ekstasi

Oknum Polisi di Sumsel Tertangkap Beli Pil Ekstasi

Regional
Mau Tanam Cabai, Petani di Purworejo Malah Cangkul Mortir

Mau Tanam Cabai, Petani di Purworejo Malah Cangkul Mortir

Regional
Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup Pemkab Blitar, Gus Samsudin: Bukan Dicabut Izinnya, Tapi Ditambahkan

Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup Pemkab Blitar, Gus Samsudin: Bukan Dicabut Izinnya, Tapi Ditambahkan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2022

Regional
Kisah Nurhayati, Tergerak dari Tumpukan Sampah di Belakang Sekolah hingga Kenalkan Siswa Ecobrick dan Ekoenzim

Kisah Nurhayati, Tergerak dari Tumpukan Sampah di Belakang Sekolah hingga Kenalkan Siswa Ecobrick dan Ekoenzim

Regional
Tingkah Jan Ethes Srinarendra, Cucu Presiden Jokowi yang Ramah dan Membuat Orang Gemas

Tingkah Jan Ethes Srinarendra, Cucu Presiden Jokowi yang Ramah dan Membuat Orang Gemas

Regional
Brigadir RR Tersangka Pembunuhan Brigadir J Ternyata Masih Anggota Satlantas Polres Brebes, Ini Penjelasan Polda

Brigadir RR Tersangka Pembunuhan Brigadir J Ternyata Masih Anggota Satlantas Polres Brebes, Ini Penjelasan Polda

Regional
Emosi Dimintai Rp 25 Juta agar Bisa Serumah dengan Keluarga, Suami di Kepulauan Sula Bunuh Istri, Mertua dan Ipar

Emosi Dimintai Rp 25 Juta agar Bisa Serumah dengan Keluarga, Suami di Kepulauan Sula Bunuh Istri, Mertua dan Ipar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.