Minyak Goreng di Toko Modern Purworejo 5 Hari Kosong, di Pasaran Langka dan Harga melambung Tinggi

Kompas.com - 09/03/2022, 21:12 WIB

PURWOREJO, KOMPAS.com- Sejumlah toko modern di Kabupaten Purworejo kehabisan stok minyak goreng sejak 5 hari yang lalu. Akibatnya masyarakat harus membeli di toko-toko kelontong yang harganya jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah.

Stok yang habis itu dikarenakan pasokan minyak terhadap toko tersebut berhenti di tingkat distributor.

Baca juga: Ditabrak Truk dari Belakang, Pikap Muatan Minyak Goreng Terbalik di Jembatan Suramadu

"Kosong Mas, sudah sejak 5 hari yang lalu, belum ada stoknya," kata Dian, salah satu karyawan toko pada Rabu (9/3/2022)

Sebelumnya, meskipun ada stok minyak goreng, pembelian di toko retail modern pembeliannya dibatasi maksimal 2 liter per orang dengan harga Rp 14.000 per liternya.

Sementara itu harga yang berlaku di Pasar Purworejo sendiri berkisar antara Rp 20.000 - 21.000 per liter, tergantung jenis dan mereknya. Untuk kemasan yang 2 liter harga sudah mencapai Rp 40.000-42.000 ribu per liternya.

Harga yang berlaku di pasaran hari ini jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.000 perliternya. Hal ini membuat pelanggan mengurangi konsumsi minyak yang otomatis mengurangi omset penjualan para pedagang pasar.

Tidak hanya mendapatkan harga kulakan yang mahal, para pedagang pasar juga mendapat banyak komplain dari para pembeli terkait tingginya harga minyak.

"Berkurang Mas (omzetnya), sudah lama banyak juga pembeli yang komplain terkait harganya yang tinggi dikira kita yang menaikkan padahal kan dari sana nya," kata Lia Ernawati, salah satu pedagang sembako di pasar Purworejo.

Lia berharap, persoalan kelangkaan minyak dan harganya yang tinggi segera diatasi oleh pemerintah agar tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut di masyarakat, khususnya para pedagang kecil seperti dirinya.

"Cepet selesai lah, kita malu dituduh menaikkan harga oleh pembeli," tandasnya.

Baca juga: Disperindag Cium Ada Praktik Spekulan Minyak Goreng yang Sebabkan Harga Mahal dan Langka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Ada Perbuatan Pidana pada Kasus Sengketa Tanah Milik Suparwi di Jalan Tol Semarang-Demak

Polisi Sebut Ada Perbuatan Pidana pada Kasus Sengketa Tanah Milik Suparwi di Jalan Tol Semarang-Demak

Regional
Bayi Terbungkus Kain Ditemukan dalam Kondisi Hidup, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Bayi Terbungkus Kain Ditemukan dalam Kondisi Hidup, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Regional
Kunjungi Pasar Kemuning, Jokowi Puji Pengendalian Inflasi di Pontianak

Kunjungi Pasar Kemuning, Jokowi Puji Pengendalian Inflasi di Pontianak

Regional
Jokowi Janji Bangun 'Dayak Centre' di Kawasan IKN

Jokowi Janji Bangun "Dayak Centre" di Kawasan IKN

Regional
Wapres Sebut 3 Provinsi Baru di Papua Dekatkan Pembangunan ke Rakyat

Wapres Sebut 3 Provinsi Baru di Papua Dekatkan Pembangunan ke Rakyat

Regional
Sopir Odong-odong yang Tewaskan 10 Warga Serang Banten Divonis 10 Tahun Penjara

Sopir Odong-odong yang Tewaskan 10 Warga Serang Banten Divonis 10 Tahun Penjara

Regional
Buaya yang Terkam Bocah hingga Tewas di Kutai Timur Ditangkap Warga

Buaya yang Terkam Bocah hingga Tewas di Kutai Timur Ditangkap Warga

Regional
Polisi Selidiki Kasus Tanah Suparwi yang Dijadikan Jalan Tol Semarang-Demak tapi Belum Dibayar

Polisi Selidiki Kasus Tanah Suparwi yang Dijadikan Jalan Tol Semarang-Demak tapi Belum Dibayar

Regional
Arsenik Dipakai Meracuni 1 Keluarga di Magelang, Korban Tewas 30 Menit Usai Minum

Arsenik Dipakai Meracuni 1 Keluarga di Magelang, Korban Tewas 30 Menit Usai Minum

Regional
Padang Berlakukan Tilang Elektronik Berbasis HP Mulai 1 Desember

Padang Berlakukan Tilang Elektronik Berbasis HP Mulai 1 Desember

Regional
Satu Keluarga Tewas Diracun oleh Sang Anak di Magelang, Kepala Desa: Masih Enggak Percaya

Satu Keluarga Tewas Diracun oleh Sang Anak di Magelang, Kepala Desa: Masih Enggak Percaya

Regional
Daftar UMP 2023 di Kalimantan, Provinsi Mana yang Kenaikannya Paling Tinggi?

Daftar UMP 2023 di Kalimantan, Provinsi Mana yang Kenaikannya Paling Tinggi?

Regional
Polda Jateng Pastikan Tak Ada Anggota Polri yang 'Bekingi' Tambang Ilegal di Klaten

Polda Jateng Pastikan Tak Ada Anggota Polri yang "Bekingi" Tambang Ilegal di Klaten

Regional
230 Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe

230 Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe

Regional
Hasil Patungan Anggota, Polresta Banyumas Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Hasil Patungan Anggota, Polresta Banyumas Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.