Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Fakta Jember, “Kota Seribu Gumuk” yang Menyimpan Harta Karun Emas Hijau

Kompas.com - 16/02/2022, 14:54 WIB
Puspasari Setyaningrum

Penulis

KOMPAS.com - Kabupaten Jember adalah bagian dari wilayah Provinsi Jawa Timur yang letaknya ada di bagian selatan.

Lokasinya berada di lereng Pegunungan Raung dan Gunung Argopuro dan membentang ke arah selatan dan menghadap ke Samudra Hindia.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Rip Current dan Musibah yang Terjadi Saat Ritual di Pantai Payangan Jember

Kabupaten Jember mempunyai letak yang strategis dan berperan sebagai salah satu Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

PKW adalah sebutan bagi daerah yang menjadi pusat kegiatan pelayanan bagi masyarakat di tingkat provinsi.

Baca juga: Mengenal Pantai Payangan yang Jadi Lokasi Ritual Maut di Jember, Ada Teluk Berbentuk Hati

Dibalik itu, Kabupaten Jember juga menyimpan beberapa fakta menarik yang bisa Anda simak.

1. Julukan Kota Seribu Gumuk

Kota Seribu Gumuk menjadi julukan bagi Kabupaten Jember karena sebaran kenampakan alam Gumuk di wilayah tersebut.

Keberadaan Gunung Raung yang masih aktif dan Gunung Argopuro jadi alasan terbentuknya gumuk di Kota Seribu Gumuk ini.
Gumuk yang dimaksud adalah bukit kecil terisolasi yang ditumbuhi vegetasi lebih lebat dibanding wilayah di sekitarnya.
Gumuk ini umumnya berbentuk batuan yang memiliki dasaran pasir, sehingga memiliki potensi tambang untuk bahan galian pasir dan batu (sirtu).

2. Jajaran Pantai Eksotis

Pantai Payangan Jember.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Payangan Jember.

Kabupaten Jember juga dikaruniai sebaran kenampakan alam berupa pantai-pantai yang indah.

Pemandangan pantai di Kabupaten Jember mengarah ke Samudera Hindia sehingga memiliki pemandangan yang sangat indah.

Kondisi geografis ini memberikan keuntungan tersendiri khususnya di sektor pariwisata.

Beberapa pantai di Jember yang terkenal antara lain Pantai Papuma, Pantai Payangan, Pantai Watu Ulo, dan Pantai Puger.

3. Kota Suwar Suwir

Suwar suwir aneka rasa khas Jember.Instagram/laparsehat Suwar suwir aneka rasa khas Jember.

Kabupaten Jember juga dikenal dengan panganan khas bernama suwar suwir yang kerap dijadikan oleh-oleh.

Suwar suwir terbuat dari bahan tape, gula, dan tepung yang dijemur di panas matahari supaya kering dan tahan lama.

Tekstur suwar suwir padat seperti dodol, namun saat digigit begitu lembut dan lumer di lidah.

4. Jember Fashion Carnaval (JFC)

Peserta mengikuti Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) dalam rangkaian Jember Fashion Carnaval di Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018). WACI merupakan karnaval yang diikuti sejumlah provinsi di Indonesia mengangkat keberagaman dan kekayaan nusantara serta mempromosikan pariwisata masing-masing daerah.ANTARA FOTO/SENO Peserta mengikuti Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) dalam rangkaian Jember Fashion Carnaval di Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018). WACI merupakan karnaval yang diikuti sejumlah provinsi di Indonesia mengangkat keberagaman dan kekayaan nusantara serta mempromosikan pariwisata masing-masing daerah.

Jember Fashion Carnaval (JFC) merupakan acara tahunan yang dihelat Pemkab Jember,

Disbudpar Kab.Jember dan Yayasan Jember Fashion Carnaval.

JFC dihelat setiap tahun untuk memberikan wadah kepada generasi muda yang memiliki talenta untuk dapat mengembangkan potensi kreasinya dan menunjukkan karya terbaik mereka.

JFC bahkan pernah diberi kesempatan tampil di internasional event pada World Dubai Expo 2021.

Hal ini menjadikan JFC tak hanya menjadi karnaval yang bersifat lokal namun juga nasional, bahkan internasional.

5. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

ilustrasi biji kopi dan kopi yang sudah diseduh. SHUTTERSTOCK/jazz3311 ilustrasi biji kopi dan kopi yang sudah diseduh.

Jember juga memiliki sebuah lembaga riset dan pengembangan kopi dan kakao nasional.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) didirikan melalui SK Menteri Pertanian No. 786/Kpts/Org/9/1981.

Lembaga ini sebenarnya sudah ada sejak 1 Januari 1911 pada masa kolonial Belanda, dengan nama Besoekisch Proefstation.

Saat ini Puslitkoka berada di bawah pengelolaan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang merupakan anak perusahaan BUMN Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

6. Budaya Pandhalungan

Reog di Jember wujud kebudayaan PandhalunganDok.jemberkab.go.id Reog di Jember wujud kebudayaan Pandhalungan

Kebudayaan Pandhalungan Selatan berkembang di daerah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi yang lebih banyak terpengaruh kebudayaan Mataraman dan Using.

Budaya Pandhalungan berasal dari kata dalung atau dhalung yang berarti “periuk besar dari logam” yang merupakan metafora untuk menggambarkan keberadaan suatu wilayah yang menampung beragam kelompok etnik dengan latar belakang budaya berbeda.

Hal ini yang kemudian melahirkan proses percampuran budaya yang secara jelas menunjukkan ciri-ciri budaya hibrida.

7. Penghasil Tembakau Cerutu Kualitas Dunia

Pekerja saat membuat produk cerutu asal Jember yang diekspor ke luar negeri.KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADI Pekerja saat membuat produk cerutu asal Jember yang diekspor ke luar negeri.

Jember disebut memiliki emas hijau yaitu hasil bumi berupa tembakau cerutu dengan kualitas ekspor.

Di pasar tembakau dunia, tembakau Indonesia berada di posisi kedua di bawah Kuba yang merupakan penghasil cerutu nomor satu terbesar dunia..

Adapun setelah produksi tembakau di Deli meredup, secara nasional Jember menjadi daerah penghasil utama tembakau cerutu kualitas dunia.

Di balik itu, komoditi ini memberi kehidupan pada para petani dan ribuan buruh di kabupaten Jember.

Hasil produksi tembakau menyumbang sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga mayoritas warga Jember bergantung pada komoditi ini.

Sumber:
itb.ac.id 
iccri.ne 
parekraf.info 
bpad.jogjaprov.go.id 
indonesia.go.id 
kompas.com 
travel.kompas.com 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com