Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nelayan Ingin Kapal Perang Bantu Atasi "Trawl", Ini Kata DKP Bengkulu

Kompas.com - 31/01/2022, 16:20 WIB
Firmansyah,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

 

Menurut Sri, langkah yang dilakukan Pemprov Bengkulu sudah banyak.

Pernah ada kesepakatan antara nelayan trawl dengan Pemprov Bengkulu untuk mengganti alat tangkap yang ramah lingkungan.

Bahkan, perwakilan nelayan trawl dibawa ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendapatkan alat tangkap pengganti trawl. Namun, nelayan trawl menolak ganti alat tangkap.

"Di KKP ada banyak jenis alat tangkap, mereka diminta memilih alat tangkap jenis apapun yang diperlukan asal jangan trawl, karena regulasi melarang. Namun nelayan trawl tidak mau. Maunya mereka alat tangkap yang bisa menangkap semua hasil laut seperti trawl. Akhinya mereka tidak ambil alat tangkap yang ditawarkan," kata Sri.

Baca juga: Tak Kunjung Berhenti Beroperasi 2 Kapal Trawl Dibakar Nelayan

Pihaknya juga pernah menggagas kerja sama dan koordinasi dengan Pemprov Sumbar, karena saling tuding antara Bengkulu dan Sumbar soal trawl.

"Sumbar tuding trawl dari Bengkulu, begitu juga sebaliknya. Maka kami buat kerja sama dengan Sumbar, agar ada koordinasi penanganan trawl yang terintegratif," ujar Sri.

Terkait kapal patroli laut, DKP memiliki kapal patroli lengkap dan canggih.

Patroli dilakukan secara rutin, namun karena tingginya biaya operasional, maka patroli intensitasnya kurang maksimal.

Anggaran untuk patroli di APBD Provinsi Bengkulu tahun 2022 hanya Rp 300 juta. Itu mencakup 525 kilometer garis pantai Bengkulu.

DKP juga telah membuat tim percepatan penyelsaian konflik nelayan yang diketuai Sekda, dan terdiri dari banyak pihak.

DKP juga membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) untuk melaporkan aktivitas dan menjaga sumber daya ikan.

Poin yang penting, menurut Sri, adanya kemauan dan komitmen nelayan trawl untuk beralih menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Angin Kencang, 2 Rumah Hancur Ditimpa Pohon di Aceh

Angin Kencang, 2 Rumah Hancur Ditimpa Pohon di Aceh

Regional
Golkar-PKB Jajaki Koalisi Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Tidak Ada Segmen KIM atau Koalisi Perubahan

Golkar-PKB Jajaki Koalisi Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Tidak Ada Segmen KIM atau Koalisi Perubahan

Regional
Pelajar Tewas, Kapolda Sumbar: Saya Siap Tanggung Jawab Jika Ada Anggota Terlibat

Pelajar Tewas, Kapolda Sumbar: Saya Siap Tanggung Jawab Jika Ada Anggota Terlibat

Regional
Alasan Pelajar di Batam Aniaya Ibunya, Ada Bisikan Gaib

Alasan Pelajar di Batam Aniaya Ibunya, Ada Bisikan Gaib

Regional
Truk Ekspedisi Terbakar di Tol Pemalang-Batang Km 306

Truk Ekspedisi Terbakar di Tol Pemalang-Batang Km 306

Regional
3 Ekor Nuri Kepala Hitam Diamankan Resort KSDA Dobo dari Merauke

3 Ekor Nuri Kepala Hitam Diamankan Resort KSDA Dobo dari Merauke

Regional
Wanita Terapis Tewas Dilakban dan Diikat, Motor dan Ponsel Raib

Wanita Terapis Tewas Dilakban dan Diikat, Motor dan Ponsel Raib

Regional
Kronologi Pria di Sambas Bunuh Pegawai Koperasi gara-gara Utang Judi Online

Kronologi Pria di Sambas Bunuh Pegawai Koperasi gara-gara Utang Judi Online

Regional
Puluhan Anggota Tim SAR Cari Korban Jalan Ambles di Jembatan Monano

Puluhan Anggota Tim SAR Cari Korban Jalan Ambles di Jembatan Monano

Regional
TNI Sita Senjata Api Rakitan OPM di Maybrat, Sempat Baku Tembak

TNI Sita Senjata Api Rakitan OPM di Maybrat, Sempat Baku Tembak

Regional
Pj Gubernur Jateng: Harganas Jadi Momentum Percepatan Penurunan Stunting di Jateng

Pj Gubernur Jateng: Harganas Jadi Momentum Percepatan Penurunan Stunting di Jateng

Regional
Uang Habis di Judi Online, Seorang Pria Bunuh Petugas Kredit Koperasi

Uang Habis di Judi Online, Seorang Pria Bunuh Petugas Kredit Koperasi

Regional
Pria Berlumur Darah Ditangkap di Hang Nadim, Diduga Tusuk Ibu Kandung

Pria Berlumur Darah Ditangkap di Hang Nadim, Diduga Tusuk Ibu Kandung

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Tertimpa Batu Saat Mendulang Emas, Penambang di Mile 46 Papua, Tewas

Tertimpa Batu Saat Mendulang Emas, Penambang di Mile 46 Papua, Tewas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com