Kompas.com - 10/01/2022, 14:26 WIB
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengunjungi keluarga korban penyandraan di Yaman, Surya beralamat di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Bontomakkasungguh, Lorong 7, Kota Makassar. Pemkot MakassarWali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengunjungi keluarga korban penyandraan di Yaman, Surya beralamat di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Bontomakkasungguh, Lorong 7, Kota Makassar.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang warga Kota Makassar, Surya, menjadi korban penyanderaan di Yaman seminggu terakhir bersama 9 orang temannya warga India dan Filipina.

Surya disandera bersama 9 orang temannya sesama anak buah kapal (ABK) kargo milik Arab yang membawa amunisi.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto pun mengunjungi keluarga korban yang beralamat di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Bontomakkasungguh, Lorong 7, Kota Makassar.

Dia pun memberikan dukungan secara moril.

Baca juga: Mantan Wali Kota Solo Rudy Minta Gibran Kawal Pembangunan Jalur Ganda KA Layang Simpang Joglo Sampai Selesai

“Saya datang ke rumahnya Pak Surya, korban penyandera di Arab, Yaman. Kami mengunjungi ayah beliau, istri beliau, ibunda beliau, keluarga besar beliau. Tidak lain kami datang kemari untuk memberi mendukung, insya Allah negara pasti tidak akan tinggal diam,” ucap Danny Pomanto, Senin (10/1/2022).

Danny Pomanto berupaya mencari informasi keadaan Surya dan berharap dalam kondisi baik.

Dia yakin pemerintah pusat tidak akan tinggal diam dikarenakan kejadian ini bukan pertama kali terjadi.

Danny pun berharap agar semua warga Kota Makassar mendoakan korban agar bisa selamat pulang sampai ke Tanah Air.

“Saya meminta warga Kota Makassar untuk mendoakan Pak Surya yang sekarang dalam status penyanderaan dapat perlindungan Allah dan diberikan kebebasan. Insya Allah kita semua diberi kesabaran,” harap dia.

Baca juga: Tertipu Investasi Bodong Tambang Digital, Warga Makassar Rugi hingga Rp 10 Miliar

Menurut informasi yang disampaikan istri korban, Sri Rahayu, kapal tersebut kapal kargo milik Arab Saudi yang disandera oleh milisi Al Hothi Yaman karena membawa amunisi.

“Kapal mereka membawa amunisi dan saya pun masih bisa berkomunikasi beberapa menit dengan suami saya. Namun, saya tetap khawatir bagaimana agar suami saya bisa bebas dari penyanderaan itu,” ungkap Sri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.