Bupati Bireuen Bantah UNHCR soal Pengungsi Rohingya di Perairan Wilayahnya

Kompas.com - 29/12/2021, 14:53 WIB
Sejumlah imigran etnis Rohingya berada di kawasan Pantai Kuala Simpang Ulim, Simpang Ulim, Aceh Timur, Aceh, Jumat (4/6/2021).  Sebanyak 81 imigran etnis Rohingnya dilaporkan terdampar di kawasan pantai tersebut pada pukul 07.00 WIB. ANTARA FOTO/HAYATURRAHMAHSejumlah imigran etnis Rohingya berada di kawasan Pantai Kuala Simpang Ulim, Simpang Ulim, Aceh Timur, Aceh, Jumat (4/6/2021). Sebanyak 81 imigran etnis Rohingnya dilaporkan terdampar di kawasan pantai tersebut pada pukul 07.00 WIB.

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Bupati Bireuen, Aceh, Muzakkar A Gani membantah pernyataan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) tentang satu kapal Rohingya di perairan wilayahnya.

 

“Itu lokasinya jauh sekali. Belum masuk ke perairan Bireuen. Itu masih di lautan bebas,” sebut Muzakkar pada wartawan di Bireuen, Rabu (29/12/2021).

 

Baca juga: Pemerintah Indonesia Diminta Izinkan Kapal Pengungsi Rohingya di Perairan Aceh Mendarat

 

Dia menyebutkan, sejauh ini belum diketahui negara tujuan warga Rohingya asal Myanmar itu. Selain itu, politisi Partai Demokrat Bireuen itu berujar, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga berpikir soal kemanusiaan untuk warga Rohingya itu.

 

“Jadi, kita sudah diskusikan dengan Kapolres dengan Komandan TNI AL Lhokseumawe untuk menyalurkan bantuan logistik, bensin dan lain sebagainya. Termasuk tim medis. Sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan ke negara tujuan,” kata Muzakkar.

 

Saat disinggung jika warga Rohingya masuk ke perairan Bireuen, maka pemerintah akan memikirkan langkah lanjutan. Namun, sambung Muzakkar, dari pengalaman beberapa tahun lalu ada puluhan Rohingnya terdampar di Bireuen.

 

“Saat itu mereka kita tampung di Bireuen. Lalu beberapa hari kemudian mereka kabur dari kamp penampungan. Menuju tujuan utamanya yaitu Malaysia. Saya pikir, peristiwa itu bisa terulang kembali nanti. Meski begitu, kita tak bisa berandai-andai apakah mereka akan masuk Bireuen atau masuk Malaysia,” pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, UNHCR menyatakan satu kapal kayu berisi seratusan warga Rohingnya terdampar di perairan Bireuen. Sekitar 67 mil dari daratan Bireuen.

 

Lembaga PBB yang mengurusi pengungsi itu meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mengizinkan kapal rohingnya itu menepi ke daratan di Bireuen atas dasar kemanusiaan. Mereka terombang-ambing diperairan Bireuen sejak 26 Desember 2021.

 

Baca juga: Nelayan Laporkan Perahu Berisi Warga Rohingya Terombang-ambing di Perairan Aceh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Petani di NTT Cabuli Siswi SMP, Korban Dicekoki Miras hingga Mabuk

Seorang Petani di NTT Cabuli Siswi SMP, Korban Dicekoki Miras hingga Mabuk

Regional
Gubernur Bengkulu Kirim Rekomendasi Pencabutan Larangan Ekspor CPO ke Presiden

Gubernur Bengkulu Kirim Rekomendasi Pencabutan Larangan Ekspor CPO ke Presiden

Regional
48 Hewan Ternak dari 13 Daerah di Jateng Positif PMK, Mana Saja?

48 Hewan Ternak dari 13 Daerah di Jateng Positif PMK, Mana Saja?

Regional
Cegah PMK, Ini 2 Syarat Seberangkan Sapi ke Kepulauan Riau

Cegah PMK, Ini 2 Syarat Seberangkan Sapi ke Kepulauan Riau

Regional
Menolak Ditilang, Seorang Sopir Truk Ayam Marah dan Merobek Rompi Anggota Satlantas di Palembang

Menolak Ditilang, Seorang Sopir Truk Ayam Marah dan Merobek Rompi Anggota Satlantas di Palembang

Regional
Beredar Surat Berisikan Jam Kerja Kepala dan Perangkat Desa Se-Kabupaten Blora, Sanksi Pemberhentian dari Jabatan

Beredar Surat Berisikan Jam Kerja Kepala dan Perangkat Desa Se-Kabupaten Blora, Sanksi Pemberhentian dari Jabatan

Regional
Begal Taksi 'Online' di Palembang Gagal Beraksi Usai Ditusuk Obeng oleh Korban dan Dihajar Massa

Begal Taksi "Online" di Palembang Gagal Beraksi Usai Ditusuk Obeng oleh Korban dan Dihajar Massa

Regional
Mikie Funland: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Mikie Funland: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
Gegerkan Warga, Balita 1,5 tahun di Pemalang Hilang Misterius Saat Ditinggal ke Dapur

Gegerkan Warga, Balita 1,5 tahun di Pemalang Hilang Misterius Saat Ditinggal ke Dapur

Regional
Kisah Anak Curi Uang Buat Beli Ponsel Agar Bisa PJJ di Tasikmalaya Diangkat Jadi Film

Kisah Anak Curi Uang Buat Beli Ponsel Agar Bisa PJJ di Tasikmalaya Diangkat Jadi Film

Regional
Al Muktabar Jadi Pj Gubernur Banten, Ketua DPRD Singgung soal Reformasi Birokrasi

Al Muktabar Jadi Pj Gubernur Banten, Ketua DPRD Singgung soal Reformasi Birokrasi

Regional
MXGP Samota, Sejumlah Pantai Dijadikan Area Camping Ground, Mana Saja?

MXGP Samota, Sejumlah Pantai Dijadikan Area Camping Ground, Mana Saja?

Regional
Malino Highlands di Sulawesi Selatan: Harga Tiket, Jam Buka, Rute, dan Resort

Malino Highlands di Sulawesi Selatan: Harga Tiket, Jam Buka, Rute, dan Resort

Regional
Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Regional
Tinggal di Rumah Sendirian, IRT di Deli Serdang Tewas Terbakar

Tinggal di Rumah Sendirian, IRT di Deli Serdang Tewas Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.