Gara-gara Dilarang Acak-acak Sampah, Seorang Pemulung Aniaya 2 Kepling di Medan Johor

Kompas.com - 10/12/2021, 12:44 WIB

 

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang tukang botot (pemulung) berkelahi dengan dua orang kepala lingkungan di Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor pada Kamis (9/12/2021) dinihari.

Pemulung tersebut sakit hati dilarang mengacak-acak bungkusan plastik sampah lalu memukul dua korbannya hingga jatuh dan terluka. 

Baca juga: 21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

Dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat (10/12/2021) pagi, Kapolsek Deli Tua, AKP Zulkifli Harahap menjelaskan, kasus ini bermula saat pelaku berinisial MD hendak mengambil botot dari bungkusan plastik sampah di pinggir jalan. 

Tepatnya di depan sebuah swalayan di Kelurahan Titi Kuning, Kecamata Medan Johor pada Kamis (9/12/2021) sekitar pukul 02.00 WIB. 

Baca juga: Cegah Banjir di Medan, Bobby Siapkan Insentif bagi Tempat Ibadah yang Bangun Sumur Resapan

Tapi, aksinya dilarang oleh korban yang merupakan kepala lingkungan, berinisial Y. 

Menurutnya, korban Y melarang agar sampahnya tidak berserak di jalan.

Dilarang acak-acak sampah, pelaku tersinggung lalu adu mulut dengan korban

 

Larangan itu membuat pelaku tersinggung sehingga terjadi adu mulut dan perkelahian.

Korban Y kemudian menghubungi temannya sesama kepala lingkungan berinisial AI untuk datang ke lokasi.

Baca juga: Medan Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Pertama di Sumut

 

Tak lama kemudian AI datang melerai, namun pelaku mengambil batu cadas dan memukulkannya ke ke ulu hati AI hingga terjatuh. 

Kemudian pelaku menyerang Y dengan memukulkan batu tersebut ke arah pelipis mata kiri korban.

Baca juga: Camat Medanamplas Selesaikan Pekerjaan Kepling yang Dipecat Walkot Bobby dalam 3 Hari

Setelah itu, kedua korban langsung membuat laporan di Polsek Deli Tua sehingga pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

"Pelaku sudah kita tangkap, dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek. Soal pasalnya, masih dalam pendalaman," ungkapnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Legenda Joko Seger dan Rara Anteng, Asal-usul Nama Tengger

Legenda Joko Seger dan Rara Anteng, Asal-usul Nama Tengger

Regional
Harga Porang Anjlok, Petani Coba Olah Porang jadi Kue

Harga Porang Anjlok, Petani Coba Olah Porang jadi Kue

Regional
[POPULER NUSANTARA] Selingkuh hingga Punya Anak, 2 ASN Dipecat | Kapolres Maluku Tengah Dicopot dari Jabatannya

[POPULER NUSANTARA] Selingkuh hingga Punya Anak, 2 ASN Dipecat | Kapolres Maluku Tengah Dicopot dari Jabatannya

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 2 Juli 2022, Pagi Cerah, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 2 Juli 2022, Pagi Cerah, Sore Hujan Ringan

Regional
PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Tjahjo Kumolo

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Tjahjo Kumolo

Regional
Remaja 13 Tahun di Kabupaten TTS Hilang Terseret Banjir

Remaja 13 Tahun di Kabupaten TTS Hilang Terseret Banjir

Regional
Dini Hari, Bayi Ditemukan dalam Kardus, Ditaruh di Teras dan Diselimuti Sarung

Dini Hari, Bayi Ditemukan dalam Kardus, Ditaruh di Teras dan Diselimuti Sarung

Regional
Sebulan Ada 320 Kasus Gigitan Anjing di Toraja Utara, 1 Orang Positif Rabies dan Meninggal

Sebulan Ada 320 Kasus Gigitan Anjing di Toraja Utara, 1 Orang Positif Rabies dan Meninggal

Regional
Ular Masuk ke Jok Pedagang Tahu Gejrot, Damkar Turun Tangan

Ular Masuk ke Jok Pedagang Tahu Gejrot, Damkar Turun Tangan

Regional
Gunung Ile Lewotolok Lontarkan Lava Pijar, Warga yang Panik Disarankan Evakuasi Mandiri

Gunung Ile Lewotolok Lontarkan Lava Pijar, Warga yang Panik Disarankan Evakuasi Mandiri

Regional
Event Nasional-Internasional Meriahkan Kota Solo, Gibran Minta Pedagang Tak 'Ngepruk' Harga

Event Nasional-Internasional Meriahkan Kota Solo, Gibran Minta Pedagang Tak 'Ngepruk' Harga

Regional
Menteri Sandiaga Uno Sebut Candi Plaosan Bisa Jadi Alternatif Kunjungan Wisatawan Setelah Borobudur

Menteri Sandiaga Uno Sebut Candi Plaosan Bisa Jadi Alternatif Kunjungan Wisatawan Setelah Borobudur

Regional
Masuk Figur Miliki Elektabilitas Tinggi dalam Bursa Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Fokus Selesaikan Tugas-tugas

Masuk Figur Miliki Elektabilitas Tinggi dalam Bursa Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Fokus Selesaikan Tugas-tugas

Regional
Tak Ada Respons dan Dinilai Hoaks, RSUD Jepara Polisikan Akun Twitter @UpWanita

Tak Ada Respons dan Dinilai Hoaks, RSUD Jepara Polisikan Akun Twitter @UpWanita

Regional
Eks Anggota KPU Hingga Petani Mendaftar Calon Komisioner Bawaslu Bangka Belitung

Eks Anggota KPU Hingga Petani Mendaftar Calon Komisioner Bawaslu Bangka Belitung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.