Seorang "Naturalist Guide" Digigit Komodo, Menderita Luka di Paha

Kompas.com - 07/10/2021, 07:14 WIB
Komodo freepikKomodo

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Anton, seorang naturalist guide yang bertugas di Resort Loh Buaya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo digigit seekor komodo dewasa beberapa waktu lalu.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang membenarkan bahwa naturalist guide atau warga lokal yang menjadi pemandu wisata itu digigit komodo.

Awang menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/9/2021) sekitar pukul 16.50 Wita.

Saat itu, Anton sedang melaksanakan pengamanan pada area kerja penataan sarana dan prasarana wisata alam Resort Loh Buaya.

Anton yang bertugas menjauhkan komodo agar tidak terlalu dekat dengan para pekerja lain di Resort Loh Buaya tiba-tiba terjatuh.

Baca juga: Komodo Terancam Punah karena Perubahan Iklim, Ini Penjelasan Peneliti LIPI

"Seketika, biawak Komodo dewasa tersebut menyergap pangkal paha Anton dengan cepat," jelas Awang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (6/10/2021) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anton berusaha melepaskan gigitan komodo itu dengan tangan kirinya sehingga ia menderita luka sayatan.

Para jagawana Balai Taman Nasional Komodo bersama naturalist guide lainnya dengan sigap membantu Anton.

Gigitan komodo itu akhirnya dilepaskan pada pukul 16.55 Wita. Anton segera mendapatkan pertolongan pertama.

"Tim terus memantau kondisi luka Anton sambil menunggu armada penjemputan tiba di Loh Buaya," katanya.

 

Sekitar pukul 17.30 Wita, kapal cepat milik Taman Nasional Komodo tiba di Resort Loh Buaya.

Anton pun dilarikan ke Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Gunakan Bom Saat Tangkap Ikan di Perairan Pulau Komodo, 6 Nelayan NTB Ditangkap

Anton tiba di rumah sakit tersebut sekitar pukul 18.30 Wita. Anton pun masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.

"Balai Taman Nasional Komodo bersama dengan Koperasi Serba Usaha Taman Nasional Komodo hingga kini terus mengobservasi kondisi kesehatan Anton," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Saat PTM, Sebanyak 14 Sekolah di Kota Bandung Kembali Terapkan PJJ

Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Saat PTM, Sebanyak 14 Sekolah di Kota Bandung Kembali Terapkan PJJ

Regional
SD-nya Kebanjiran, Siswa dan Guru Tetap Masuk Sekolah, Ada yang Panjat Pagar, Ada yang Digendong...

SD-nya Kebanjiran, Siswa dan Guru Tetap Masuk Sekolah, Ada yang Panjat Pagar, Ada yang Digendong...

Regional
Pelaku Pembunuhan Wanita Terbungkus Plastik di Hutan Grobogan Ditangkap

Pelaku Pembunuhan Wanita Terbungkus Plastik di Hutan Grobogan Ditangkap

Regional
Gaya Ganjar Tanggapi Elektabilitas yang Tinggi sebagai Capres

Gaya Ganjar Tanggapi Elektabilitas yang Tinggi sebagai Capres

Regional
Cerita Warga Saat Banjir hingga 80 Cm Terjang Permukimannya di Pekanbaru, Ada yang Tetap Jualan hingga Minta Bantuan Pemerintah

Cerita Warga Saat Banjir hingga 80 Cm Terjang Permukimannya di Pekanbaru, Ada yang Tetap Jualan hingga Minta Bantuan Pemerintah

Regional
33 Rumah Retak akibat Gempa Salatiga dan Sekitarnya, Tenda Darurat Mulai Didirikan

33 Rumah Retak akibat Gempa Salatiga dan Sekitarnya, Tenda Darurat Mulai Didirikan

Regional
Polisi Usut Kematian Mahasiswa UNS yang Meninggal Saat Diklatsar Menwa

Polisi Usut Kematian Mahasiswa UNS yang Meninggal Saat Diklatsar Menwa

Regional
Rekomendasi 7 Objek Wisata di Sumedang Bersertifikat CHSE, Aman dari Covid-19

Rekomendasi 7 Objek Wisata di Sumedang Bersertifikat CHSE, Aman dari Covid-19

Regional
Perempuan dan Pensiunan TNI Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Kos, Polisi: Tak Ada Tersangka, Asal Senjata Api Diselidiki

Perempuan dan Pensiunan TNI Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Kos, Polisi: Tak Ada Tersangka, Asal Senjata Api Diselidiki

Regional
Catat! Ini Nomor Hotline Pengaduan Pinjol dari Polda Jatim

Catat! Ini Nomor Hotline Pengaduan Pinjol dari Polda Jatim

Regional
Kobaran Api dari Sumur Minyak Ilegal di Muba Tak Kunjung Padam, Kapolres: Tekanan Gasnya Tinggi

Kobaran Api dari Sumur Minyak Ilegal di Muba Tak Kunjung Padam, Kapolres: Tekanan Gasnya Tinggi

Regional
Oknum Polisi di Sikka Diduga Aniaya Warga yang Dituduh Mencuri, Ini Kronologi Versi Korban

Oknum Polisi di Sikka Diduga Aniaya Warga yang Dituduh Mencuri, Ini Kronologi Versi Korban

Regional
1.785 Anak di Kaltim Kehilangan Orangtua karena Covid-19, Terima Bantuan Rp 2 Juta Per Orang

1.785 Anak di Kaltim Kehilangan Orangtua karena Covid-19, Terima Bantuan Rp 2 Juta Per Orang

Regional
Drama Perampokan Sadis di Rumah Pengusaha Elpiji, Sekeluarga Disekap, 1 Tewas Ditusuk, Polisi: Pelaku Lebih dari 3 Orang

Drama Perampokan Sadis di Rumah Pengusaha Elpiji, Sekeluarga Disekap, 1 Tewas Ditusuk, Polisi: Pelaku Lebih dari 3 Orang

Regional
Jalan Panjang Gula Kelapa Banyumas, Bangkit Kala Pandemi hingga Go Internasional lewat Pasar Digital

Jalan Panjang Gula Kelapa Banyumas, Bangkit Kala Pandemi hingga Go Internasional lewat Pasar Digital

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.