Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Kota Magelang Bakal Dapat Bantuan Tunai dan Beasiswa

Kompas.com - 28/09/2021, 20:33 WIB
Wali Kota Magelang M. Mansyur menyerahkan bingkisan kepada anak yatim/piatu korban Covid-19 di Pendopo Pengabdian Magelang, 23 September 2021. Dok Prokompim Kota MagelangWali Kota Magelang M. Mansyur menyerahkan bingkisan kepada anak yatim/piatu korban Covid-19 di Pendopo Pengabdian Magelang, 23 September 2021.

MAGELANG, KOMPAS.com - Anak yatim, piatu dan yatim-piatu korban Covid-19 di Kota Magelang, Jawa Tengah, bakal mendapat bantuan uang tunai.  

Bantuan senilai Rp 150.000 per bulan per anak akan diberikan pada Oktober, November dan Desember 2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang Khudoifah mengatakan, setiap anak sudah didata termasuk nomor telepon dan alamat lengkap pengasuhnya.

“Alokasinya dari APBD Perubahan Kota Magelang tahun 2021. Kami juga sudah mengusulkan tambahan anggaran untuk kebutuhan makanan, kebutuhan tambahan pengasuhan pada balita, pendidikan, dan kebutuhan lain-lain bagi anak-anak yang terdampak Covid-19," jelas Khudiofah, dalam keterangan pers, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Festival Kopi Magelang, Sejuta Cangkir Kopi Bakal Dibagikan Gratis

Selain itu, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan lembaga masyarakat, forum anak, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk menginisiasi upaya pemulihan psikososial terpadu bagi anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19

"Untuk pendampingan sudah kami rencanakan. Namun kita harus melihat situasi dan kondisi, karena saat ini belum boleh. Nanti kalau sudah diperbolehkan kita akan jalin kerja sama dengan forum lainnya, untuk trauma healing," ucap Khudoifah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khudoifah menyebutkan, data per 13 Agustus 2021, tercatat 64 anak di Kota Magelang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu karena orangtua mereka meninggal akibat Covid-19.

Jumlah tersebut terbagi per kecamatan, yakni Magelang Utara sebanyak 22 anak, Kecamatan Magelang Tengah 26 anak, dan Magelang Selatan 16 anak.

 Baca juga: Tangis 2 Anak Yatim Piatu ke Risma, Kenang Orangtua Wafat akibat Covid-19

Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur menuturkan, Pemkot Magelang akan terus memberikan pendampingan dan pemberdayaan bagi anak-anak korban Covid-19.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

Regional
Polisi dan ASN Jadi Dalang Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolres Bandar Lampung: Mereka Sengaja Keliling Cari Target

Polisi dan ASN Jadi Dalang Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolres Bandar Lampung: Mereka Sengaja Keliling Cari Target

Regional
Tersisa 4 Daerah di Pekanbaru Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota: Jangan Abaikan Prokes

Tersisa 4 Daerah di Pekanbaru Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota: Jangan Abaikan Prokes

Regional
Di Tanah Bumbu Kalsel, Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Pertama di Kalimantan

Di Tanah Bumbu Kalsel, Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Pertama di Kalimantan

Regional
Warga Serang Adang Truk Sampah dari Tangsel, Protes: 'Baunya Luar Biasa 24 Jam, Sampai Enggak Nafsu Makan...'

Warga Serang Adang Truk Sampah dari Tangsel, Protes: "Baunya Luar Biasa 24 Jam, Sampai Enggak Nafsu Makan..."

Regional
Kisah dari Dapur Umum Jamu Penambah Imun di Jombang, Gotong Royong Warga dan Relawan

Kisah dari Dapur Umum Jamu Penambah Imun di Jombang, Gotong Royong Warga dan Relawan

Regional
Atap Serambi Masjid di Sukoharjo Roboh, Diduga Salah Konstruksi

Atap Serambi Masjid di Sukoharjo Roboh, Diduga Salah Konstruksi

Regional
Tradisi Rebutan Telur Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Polewali Mandar

Tradisi Rebutan Telur Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Polewali Mandar

Regional
Temuan Polisi: Pinjol Ilegal Terapkan Bunga hingga 10 Persen Per Hari, Misal Utang Rp 5 Juta Sebulan Bisa Jadi Rp 80 Juta

Temuan Polisi: Pinjol Ilegal Terapkan Bunga hingga 10 Persen Per Hari, Misal Utang Rp 5 Juta Sebulan Bisa Jadi Rp 80 Juta

Regional
PPKM Banyumas Turun ke Level 2, Car Free Day di Alun-alun Purwokerto Bisa Digelar Lagi

PPKM Banyumas Turun ke Level 2, Car Free Day di Alun-alun Purwokerto Bisa Digelar Lagi

Regional
29 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Positif Covid-19, Masuk Lewat Pos Lintas Batas

29 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Positif Covid-19, Masuk Lewat Pos Lintas Batas

Regional
Kasus Covid-19 di Jombang Turun Drastis, Relawan Tetap Produksi Jamu Penambah Imun

Kasus Covid-19 di Jombang Turun Drastis, Relawan Tetap Produksi Jamu Penambah Imun

Regional
Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Regional
Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Regional
Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.