Atap Rumah Tiba-tiba Roboh, 3 Warga Ponorogo yang Asyik Nonton Televisi Tertimpa

Kompas.com - 24/09/2021, 13:13 WIB
ROBOH-Polisi dan warga melihat kondisi atap rumah warga yang roboh saat penghuni didalamnya sementara nonton acara di televisi di Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (24/9/2021) malam.  KOMPAS.COM/Dokumentasi Polsek SukorejoROBOH-Polisi dan warga melihat kondisi atap rumah warga yang roboh saat penghuni didalamnya sementara nonton acara di televisi di Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (24/9/2021) malam. 

PONOROGO, KOMPAS.com - Sebanyak tiga warga Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa timur, terluk setelah atap rumah mereka roboh pada Kamis (23/9/2021).

Atap rumah itu tiba-tiba roboh saat ketiga warga tersebut asyik menonton televisi.

Baca juga: Bocah SD di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Kapolsek Sukorejo-Ponorogo, Iptu Sukron Mukarom mengatakan, ketiga warga yang terluka itu adalah Tukiyem (70), Tumini (55), dan Harmin (27).

“Jadi saat kejadian memang ketiganya sementara menonton acara di televisi,” kata Sukron saat dikonfirmasi, Jumat (24/9/2021).

Sukron menuturkan, atap rumah milik Jimin (75) itu roboh saat ketiga korban menonton televisi di ruang tengah sekitar pukul 22.05 WIB.

Atap rumah itu tiba-tiba roboh dan menimpa ketiganya. Sukron menyebut, tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korban Tukiyem menderita luka di bagian badan dan wajah. Sementara anaknya, Tumini terluka di kepala, kaki, tangan, badan dan wajah.

“Begitu juga dengan Harmin (cucu korban) juga mengalami luka luka bagian kaki, tangan, dan bagian badan muka,” jelas Sukron.

Menurut Sukron, tidak ada tanda apa pun sebelum atap rumah yang dibangun pada 1991 itu roboh.

Warga setempat menduga, kuda-kuda berbahan kayu yang rapuh menjadi penyebab robohnya atap rumah tersebut.

Baca juga: Tarik Bola Lampu Saat Orangtua Ganti Baju, Balita di Ponorogo Tewas Tersengat Listrik

“Sejak dibangun dari tahun 1991, rumah itu belum pernah direhab sama sekali,” ujar Sukron.

Akibat bencana itu, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
Tak Pakai Masker, Pengantin yang Akan ke KUA Terjaring Razia Protokol Kesehatan

Tak Pakai Masker, Pengantin yang Akan ke KUA Terjaring Razia Protokol Kesehatan

Regional
Potensi Bencana Alam di Jatim Tinggi, Gubernur Khofifah Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Potensi Bencana Alam di Jatim Tinggi, Gubernur Khofifah Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Regional
Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Grobogan Terungkap, Korban Dibunuh Pacarnya karena Cemburu

Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Grobogan Terungkap, Korban Dibunuh Pacarnya karena Cemburu

Regional
Brigadir Kansep, Polisi Penembak Mati Buronan di Depan Anak dan Istri Korban Divonis 7 Tahun Penjara

Brigadir Kansep, Polisi Penembak Mati Buronan di Depan Anak dan Istri Korban Divonis 7 Tahun Penjara

Regional
Saksi Ahli Pastikan Ada Sianida di Sate Kiriman Nani

Saksi Ahli Pastikan Ada Sianida di Sate Kiriman Nani

Regional
Kelompok Zikir di Sumedang Diduga Melenceng dari Islam, Istri Disuruh Cerai dari Suami, Ini Duduk Perkaranya

Kelompok Zikir di Sumedang Diduga Melenceng dari Islam, Istri Disuruh Cerai dari Suami, Ini Duduk Perkaranya

Regional
2 LRT Jabodebek Rusak akibat Tabrakan, Dirut INKA: Setelah Investigasi Selesai, Kereta Itu Diperbaiki

2 LRT Jabodebek Rusak akibat Tabrakan, Dirut INKA: Setelah Investigasi Selesai, Kereta Itu Diperbaiki

Regional
Pura-pura ke ATM, Kopassus Gadungan Bawa Kabur Motor Warga di Semarang

Pura-pura ke ATM, Kopassus Gadungan Bawa Kabur Motor Warga di Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.