Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov Jabar Berikan Modal untuk Petani Milenial Lebah Madu

Kompas.com - 21/09/2021, 16:40 WIB
Dendi Ramdhani,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan petani milenial komoditas kehutanan lebah madu di Desa Lengkongjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (21/9/2021).

Program itu merupakan lanjutan dari program Petani Milenial Juara.

Petani milenial digagas sebagai solusi agar masyarakat dapat bangkit dan keluar dari himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Dedi Mulyadi Singgung Program Petani Milenial Jabar, Hadir di Tengah Sengkarut Kartu Tani

Dalam sambutan virtualnya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengajak generasi muda terus menggerakkan ekonomi yang tahan dari disrupsi pandemi Covid-19.

Salah satunya yaitu industri pangan berbasis digital sebagai cara baru dalam menguatkan ekonomi di masa depan.

"Mudah-mudahan petani milenial ini menguatkan semangat generasi muda kembali ke desa dengan dukungan dari negara berupa penguatan konsep ekonomi, dukungan finansial dan kepastian pembelinya," ujar Emil.

Baca juga: Cerita Petani Milenial Wonogiri Bina 1.500 Petani, Mampu Ekspor Beras ke AS, Eropa, dan Asia

Petani milenial yang melakukan budidaya lebah madu akan mendapat fasilitas pembiayaan dari Bank BJB melalui skema kredit usaha rakyat (KUR).

Hasil panennya dipastikan dibeli offtaker yang sudah menjalin kerja sama.

Emil mengatakan, petani milenial adalah konsep yang harus didukung oleh semua pihak.

Salah satu targetnya adalah meminimalisasi ketimpangan ekonomi wilayah.

"Kita tidak mau lagi melihat ada ketimpangan ekonomi bahwa kalau ingin rezeki yang baik harus pindah ke kota. Maka kita buktikan tinggal desa bisa mendapatkan rezeki kota dan bisnis mendunia," kata Emil.

Baca juga: Jabar Butuh Petani Milenial

Untuk tahap awal, petani milenial komoditas lebah madu dibudidayakan oleh warga Desa Lengkongjaya.

Sejauh ini, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam budidaya lebah madu yang perkembangannya terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Ada dua jenis madu yang sedang dikembangkan di 28 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu cerana dan trigoma.

Tercatat, jumlah produksinya mencapai 161,65 kilogram.

Emil berharap, potensi besar ini bisa lebih dikembangkan oleh petani milenial yang jumlahnya harus terus ditambah.

Ia pun akan mengevaluasi program petani milenial ini pada Februari 2022 mendatang, dengan harapan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 1.000 orang.

"Di klaster pangan termasuk lebah madu ini tolong perbanyak jumlahnya. Saya akan lakukan evaluasi pada Februari 2022, jumlah petani milenial yang sudah berhasil harus berjumlah lebih dari 1.000 orang," kata Emil.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com