Polemik Honor Pemakaman Covid-19 di Jember, Begini Kondisinya di Banyuwangi

Kompas.com - 01/09/2021, 11:44 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani  saat melantik relawan tenaga kesehatan, Rabu (1/9/2021). Kompas.com/ Imam RosidinBupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melantik relawan tenaga kesehatan, Rabu (1/9/2021).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memastikan tidak ada honor atau insentif dari setiap pemakaman jenazah Covid-19 di daerahnya sebagaimana terjadi di Jember.

Ipuk mengatakan, jajaran Satgas Covid-19 di Banyuwangi bekerja sukarela untuk menanggulangi pandemi.

"Kalau di Banyuwangi, kami Satgas Covid tidak menerima honor dalam bentuk apa pun, kami ikhlas membantu masyarakat agar bebas dari penyebaran Covid," kata Ipuk usia melantik relawan tenaga kesehatan di kantor bupati, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: PKB Jember Sebut Kasus Honor 70 Juta Bukti Kebobrokan Tata Kelola Pemerintahan

Menurutnya, dalam suasana pandemi seperti ini dibutuhkan empati. Sebab, ekonomi sulit dan banyak masyarakat terdampak.

"Ya bagi kami (tidak etis) karena masyarakat sedang sulit, ekonomi sulit, dan dibutuhkan empati," ucap dia.

Larangan menerima kompensasi ataupun insentif dana Covid-19 tidak hanya berlaku bagi bupati, namun juga seluruh jajaran/pejabat di lingkup pemkab.

ASN di Pemkab, misalnya, harus menyisihkan gajinya untuk membantu masyarakat terdampak.

"Bukan malah menerima tambahan income, karena income mereka cukup," katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pejabat, mulai dari Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember hingga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistisk BPBD Jember menerima honor dari pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Baca juga: Belum Dapat Bansos Sama Sekali, 16.000 Warga Banyuwangi Lapor Secara Online

Jika ada satu warga yang meninggal dunia, para pejabat yang tergabung dalam tim pemakaman tersebut mendapatkan Rp 100.000.

Lantaran banyaknya warga yang meninggal, honor pun bernilai fantastis hingga mencapai Rp 70.500.000. Adapun, total nilai honor dari empat pejabat itu mencapai Rp 282.000.000.

Belakangan, honor itu dikembalikan oleh bupati dan pejabat lainnya. Bupati Jember Hendy Siswanto meminta maaf atas kegaduhan yang timbul akibat penerimaan honor tersebut. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Briptu Rio Patah Tulang Ditabrak Pengendara Motor yang Hindari Razia Knalpot Brong

Briptu Rio Patah Tulang Ditabrak Pengendara Motor yang Hindari Razia Knalpot Brong

Regional
Selain Tendang dan Seret Ayahnya, Pria Ini Juga Pukuli Korban Pakai Kayu

Selain Tendang dan Seret Ayahnya, Pria Ini Juga Pukuli Korban Pakai Kayu

Regional
Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap, Tim Gabungan Periksa Semua Nama yang Disebut Bripka Ricardo

Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap, Tim Gabungan Periksa Semua Nama yang Disebut Bripka Ricardo

Regional
Pulang Dari Turki, Residivis Kasus Penipuan Berkedok Investasi Ditangkap

Pulang Dari Turki, Residivis Kasus Penipuan Berkedok Investasi Ditangkap

Regional
16 WNI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

16 WNI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

Regional
Bawa Puluhan Bom Ikan ke Raja Ampat, 5 Nelayan Ditangkap di Perairan Sorong

Bawa Puluhan Bom Ikan ke Raja Ampat, 5 Nelayan Ditangkap di Perairan Sorong

Regional
Kepala Inspektorat Seram Bagian Barat yang Aniaya 2 Pramuria Lapor Balik ke Polisi

Kepala Inspektorat Seram Bagian Barat yang Aniaya 2 Pramuria Lapor Balik ke Polisi

Regional
Tercatat 96 Kasus DBD di Manggarai Barat, Tertinggi di NTT

Tercatat 96 Kasus DBD di Manggarai Barat, Tertinggi di NTT

Regional
Detik-detik Bocah Diterkam dan Dibawa Buaya, Sempat Ditarik Kakaknya

Detik-detik Bocah Diterkam dan Dibawa Buaya, Sempat Ditarik Kakaknya

Regional
Seluk Beluk Penerapan Smart City di Indonesia, Tantangan dan Peluang

Seluk Beluk Penerapan Smart City di Indonesia, Tantangan dan Peluang

Regional
Istri Ketakutan Dikejar Suami Bawa Pisau Dapur, Sempat Dipukuli dengan Tabung Gas Melon

Istri Ketakutan Dikejar Suami Bawa Pisau Dapur, Sempat Dipukuli dengan Tabung Gas Melon

Regional
Tinggalkan Kampung Halaman untuk Bekerja, Kini Sukri Habiskan Harinya dalam Kondisi Terpasung

Tinggalkan Kampung Halaman untuk Bekerja, Kini Sukri Habiskan Harinya dalam Kondisi Terpasung

Regional
Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Jakarta - Cikampek

Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Jakarta - Cikampek

Regional
Bukan Arab, 3 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang Bertulis Aksara Jawi

Bukan Arab, 3 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang Bertulis Aksara Jawi

Regional
Motif Pria di Semarang Tusuk Istri 14 Kali hingga Tewas: Tersinggung Diminta Cari Kerja

Motif Pria di Semarang Tusuk Istri 14 Kali hingga Tewas: Tersinggung Diminta Cari Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.