Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Surabaya Bisa Kelola Lahan Pertanian Secara Gratis, Hasilnya Boleh Dijual

Kompas.com - 30/08/2021, 17:22 WIB
Lahan bekas tanah kas desa (BTKD) di Surabaya dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan guna memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19. DOK. PEMKOT SURABAYALahan bekas tanah kas desa (BTKD) di Surabaya dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan guna memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

SURABAYA, KOMPAS.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memanfaatkan sejumlah lahan bekas tanah kas desa (BTKS) untuk memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Di Surabaya, ada 18 lahan BTKD yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan.

Kepala DKPP Kota Surabaya Yuniarto Herlambang memastikan, terus memanfaatkan lahan kosong seperti lahan BTKD untuk memperkuat ketahanan pangan di Kota Pahlawan.

Menurut dia, sebanyak 18 lahan BTKD yang tersebar di berbagai titik di seluruh Surabaya sudah ditanami berbagai tanaman.

Adapun 18 lahan itu adalah BTKD Jambangan, Kelurahan Sumber Rejo, Sambikerep, Lakarsantri, Kelurahan Jeruk RW 03, Persil 12 RW 13 Kelurahan Kebraon, Rusun Warugunung, Kecamatan Wonocolo, Tambak Wedi, Bangkingan, Kutisari Indah Utara, Kutisari Indah Utara VIII Dekat Pasar, Pakal Jalan Kauman, Taman Balas Klumprik, Wonocolo 2, Medokan Asri, Wonocolo 3, dan Medayu Kosaghra Rungkut.

"Sedangkan tanaman pangan yang sudah kami tanam di antaranya ubi kayu, talas, ubi jalar, pisang, padi, jagung manis, jagung bisi dan berbagai tanaman lainnya," kata Herlambang saat dikonfirmasi, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Truk Tangki Elpiji Terbakar di Surabaya, Sopir dan Operator Terluka

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Herlambang, pada saat akan membuka lahan BTKD itu, DKPP selalu melibatkan lurah, camat, LPMK, dan juga masyarakat.

Ketika melakukan penanaman. dinas melibatkan masyarakat, sehingga perlahan mereka banyak yang tertarik untuk mengelola lahan BTKD itu.

"Makanya, beberapa lahan BTKD milik pemkot yang mengelola adalah warga. Benih dan pupuknya dari kita, tapi yang mengelola adalah warga, kita hanya melakukan pendampingan dan pengecekan secara berkala," ujar dia.

"Tapi banyak juga lahan BTKD yang masih dikelola pemkot, dan hasil panennya kita bagikan gratis kepada warga sekitar," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan juga memastikan, warga juga sangat senang dan antusias mengelola lahan BTKD.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelundupan 207 Ton Rotan ke Malaysia lewat Natuna Digagalkan

Penyelundupan 207 Ton Rotan ke Malaysia lewat Natuna Digagalkan

Regional
Harga Minyak Goreng Capai Rp 19.750 Per Liter, Ini Langkah Disperindag Jatim

Harga Minyak Goreng Capai Rp 19.750 Per Liter, Ini Langkah Disperindag Jatim

Regional
Muda-mudi 'Freestyle' di Lintasan Sirkuit Mandalika, ITDC Sebut untuk Video Promosi

Muda-mudi "Freestyle" di Lintasan Sirkuit Mandalika, ITDC Sebut untuk Video Promosi

Regional
Apindo Sebut Keputusan Gubernur Jatim soal UMK 2022 Tak Punya Kepastian Hukum

Apindo Sebut Keputusan Gubernur Jatim soal UMK 2022 Tak Punya Kepastian Hukum

Regional
Alat Pendeteksi Curah Hujan Hilang Dicuri, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Alat Pendeteksi Curah Hujan Hilang Dicuri, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Regional
Kantor Bupati Tanah Datar Dirazia, 50 ASN dan Warga Terjaring Belum Vaksin

Kantor Bupati Tanah Datar Dirazia, 50 ASN dan Warga Terjaring Belum Vaksin

Regional
KM Subur Indah yang Hilang Kontak Ditemukan, Terbawa Gelombang sampai Filipina

KM Subur Indah yang Hilang Kontak Ditemukan, Terbawa Gelombang sampai Filipina

Regional
Musim Hujan Tiba, Masyarakat Jatim Diminta Tanggap Hadapi Ancaman DBD dan Malaria

Musim Hujan Tiba, Masyarakat Jatim Diminta Tanggap Hadapi Ancaman DBD dan Malaria

Regional
Bawa Kabur Uang Nasabah Rp 623 Juta, Sales Kredit Beli Mobil Mewah

Bawa Kabur Uang Nasabah Rp 623 Juta, Sales Kredit Beli Mobil Mewah

Regional
Harga Minyak Goreng di Surabaya Naik, Armuji Siapkan Operasi Pasar di 31 Kecamatan

Harga Minyak Goreng di Surabaya Naik, Armuji Siapkan Operasi Pasar di 31 Kecamatan

Regional
Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Pria di Lombok Tengah Tega Aniaya Istrinya

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Pria di Lombok Tengah Tega Aniaya Istrinya

Regional
PPKM di Garut Turun Jadi Level 2

PPKM di Garut Turun Jadi Level 2

Regional
Muda Mudi 'Freestyle' di Sirkuit Mandalika, ITDC Minta Mitra Tak Sembarangan Unggah Video ke Medsos

Muda Mudi "Freestyle" di Sirkuit Mandalika, ITDC Minta Mitra Tak Sembarangan Unggah Video ke Medsos

Regional
Bupati Cianjur Bentuk Satgas Kawin Kontrak dan Nikah Siri, Apa Tugasnya?

Bupati Cianjur Bentuk Satgas Kawin Kontrak dan Nikah Siri, Apa Tugasnya?

Regional
Heboh Warga di Sumut Dikirimi 2 Peti Mati, Ini Kata Polisi

Heboh Warga di Sumut Dikirimi 2 Peti Mati, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.