Kompas.com - 10/08/2021, 20:44 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan sanksi berupa surat peringatan (SP) kepada pengelola hotel yang digunakan sebagai lokasi resepsi pernikahan salah satu anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah.

"Pihak hotel kemarin sudah kita SP1," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/8/2021).

Pemberian surat peringatan diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi pengelola hotel yang lain agar tidak menggelar acara pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Satgas Covid-19 Solo Bubarkan 13 Acara Hajatan, Salah Satunya Digelar Anggota DPR

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 067/ 2478 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 kegiatan akad nikah/ pencatatan perkawinan/ pemberkatan dihadiri maksimal 10 orang termasuk pengantin dengan membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 1x 24 jam setiap individu dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter dan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kegiatan akad nikah/ pencatatan perkawinan/ pemberkatan dilaksanakan di KUA/ Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau tempat ibadah dengan persetujuan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian durasi waktu akad nikah/ pencatatan perkawinan/ pemberkatan maksimal dua jam dan kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan sementara.

"Kita masih PPKM semuanya menahan diri. Sekali lagi yang namanya aturan aturan. Beliau sebagai anggota DPR harusnya mengerti aturan," ungkap dia.

Baca juga: Fakta Resepsi Anggota DPR Luluk Dibubarkan Satpol PP di Solo, Komentar Gibran hingga Minta Maaf

Sementara itu, Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan menambahkan, pemberian sanksi SP tidak hanya diberikan kepada pengelola hotel yang digunakan sebagai lokasi pernikahan anggota DPR.

Tetapi juga diberikan kepada pengelola hotel lain yang melanggar PPKM Level 4 karena menyelenggarakan kegiatan resepsi hajatan.

"Karena memang di SE Wali Kota kan tidak bertingkat. Artinya bisa peringatan lisan, tertulis, penutupan sementara, bisa pencabutan izin. Jadi bisa yang mana saja sanksinya. Jadi kalau nekat diperintah (Pak Wali) menutup saja," tambah Arif.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Regional
Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Regional
Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Regional
Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Regional
Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang 'Framing'

Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang "Framing"

Regional
Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Regional
Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Regional
Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Regional
Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Regional
2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

Regional
Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Regional
Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Regional
Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri Serta Bayinya

Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri Serta Bayinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.