Satgas Covid-19 Solo Bubarkan 13 Acara Hajatan, Salah Satunya Digelar Anggota DPR

Kompas.com - 09/08/2021, 19:20 WIB
Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan.

SOLO, KOMPAS.com - Tim Cipta Kondisi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Jawa Tengah, membubarkan acara hajatan di 13 tempat karena melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Dari 13 tempat hajatan yang dibubarkan itu, satu di antaranya diselenggarakan oleh anggota DPR RI.

"Ada 13 tempat hajatan kita bubarkan. Satu tempat di gedung, lima di hotel dan tujuh tempat di rumah," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Solo Arif Darmawan ditemui di Solo, Jawa Tengah, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Satgas Covid-19 Bubarkan Hajatan Pernikahan di Cilacap, Penyelenggara Digelandang ke Kantor Polisi

Pembubaran tempat hajatan itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/ 2377 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Dalam SE itu disebutkan kegiatan akad nikah/ pencatatan perkawinan pemberkatan dihadiri maksimal 10 orang termasuk pengantin dengan membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 1x 24 jam setiap individu dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter dan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan akad nikah/ pencatatan perkawinan/ pemberkatan dilaksanakan di KUA/ Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Tempat lbadah dengan persetujuan Satuan Tugas Penanganan Covi-19 Solo.

Kemudian durasi waktu akad nikah/ pencatatan perkawinan/ pemberkatan maksimal dua jam serta kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan sementara.

"Pegangan kita tetap SE Wali Kota bahwa sampai dengan saat ini di level 4 Forkompimda menghendaki tidak boleh ada kegiatan akad nikah yang dilakukan di luar KUA, tempat ibadah yang ditunjuk dan Dispendukcapil," kata Arif.

Baca juga: Anggota DPRD Banyuwangi yang Ngeyel Gelar Hajatan Saat PPKM Didenda Rp 500.000

Semua hajatan yang dibubarkan merupakan laporan dari warga. Setelah ditindaklanjuti kegiatan hajatan tersebut dihadiri lebih dari 10 orang dan makan di tempat.

"Yang kita sayangkan biasanya laporan itu (masuk) mendadak. Mestinya kalau dilakukan jauh hari sebelumnya kita bisa memperingatkan dan mediasi. Biasanya laporan itu masuk satu hari atau pada hari H," ungkap dia.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yudist Ardhana, dari Magician hingga Sukses Jadi YouTuber Pulau Dewata (Bagian 1)

Yudist Ardhana, dari Magician hingga Sukses Jadi YouTuber Pulau Dewata (Bagian 1)

Regional
Sempat Ditutup Usai Kecelakaan Pesawat, Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Dibuka

Sempat Ditutup Usai Kecelakaan Pesawat, Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Dibuka

Regional
3 Kios di Pasar Runjung Purbalingga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

3 Kios di Pasar Runjung Purbalingga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

Regional
461 Anak di Brebes Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

461 Anak di Brebes Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Regional
Pensiunan TNI dan Satpam Perempuan Ditemukan Tewas di Kamar Kos dengan Luka Tembak, Ini Kata Polisi

Pensiunan TNI dan Satpam Perempuan Ditemukan Tewas di Kamar Kos dengan Luka Tembak, Ini Kata Polisi

Regional
Gunung Sanggabuana Karawang Penuh dengan Celana Dalam, Ternyata Ini Penyebabnya

Gunung Sanggabuana Karawang Penuh dengan Celana Dalam, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
6 Orang Dalam 1 Keluarga Positif Covid-19, Dinkes Kota Blitar: Masih Aman di Level 1

6 Orang Dalam 1 Keluarga Positif Covid-19, Dinkes Kota Blitar: Masih Aman di Level 1

Regional
Mayat Wanita dengan Luka di Wajah Ditemukan di Muara Sungai Opak Bantul

Mayat Wanita dengan Luka di Wajah Ditemukan di Muara Sungai Opak Bantul

Regional
'Saya Disuruh Foto KTP oleh Teman, Ternyata Buat Pinjam Pinjol Ilegal'

"Saya Disuruh Foto KTP oleh Teman, Ternyata Buat Pinjam Pinjol Ilegal"

Regional
Seorang Kurir Narkoba Ditangkap di Surabaya, Polisi: Dia Terima Upah Rp 200.000...

Seorang Kurir Narkoba Ditangkap di Surabaya, Polisi: Dia Terima Upah Rp 200.000...

Regional
Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Ikuti Diklatsar Menwa Tak Miliki Riwayat Penyakit

Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Ikuti Diklatsar Menwa Tak Miliki Riwayat Penyakit

Regional
Wabup Ogan Ilir Ardani Kembali Diperiksa soal Korupsi Masjid Sriwijaya, Dicecar 25 Pertanyaan

Wabup Ogan Ilir Ardani Kembali Diperiksa soal Korupsi Masjid Sriwijaya, Dicecar 25 Pertanyaan

Regional
Angkut Wisatawan Belum Vaksin, 6 Bus Pariwisata yang Masuk Yogyakarta Diputar Balik

Angkut Wisatawan Belum Vaksin, 6 Bus Pariwisata yang Masuk Yogyakarta Diputar Balik

Regional
Sekda DIY Usul Libur Natal Tahun Baru Ditiadakan

Sekda DIY Usul Libur Natal Tahun Baru Ditiadakan

Regional
Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Saat PTM, 14 Sekolah di Kota Bandung Kembali Terapkan PJJ

Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Saat PTM, 14 Sekolah di Kota Bandung Kembali Terapkan PJJ

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.