Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Kompas.com - 03/08/2021, 20:31 WIB
Peserta vaksinasi massal di Medan harus mengantre lama untuk divaksin. Beberapa dari mereka termotivasi ikut program vaksinasi agar mendapat sertifikat vaksin. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIPeserta vaksinasi massal di Medan harus mengantre lama untuk divaksin. Beberapa dari mereka termotivasi ikut program vaksinasi agar mendapat sertifikat vaksin.

MEDAN, KOMPAS.com - Vaksinasi massal bertajuk "Gebyar Vaksin" yang diselenggarakan Polrestabes Medan dan Polda Sumut di GOR Serbaguna Pemprov Sumut di Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (3/8/2021) sempat diwarnai kegaduhan.

Warga yang tak sabar mendapat giliran vaksin, berdesakan di depan pintu masuk GOR.

Mereka berteriak agar pintu segera dibuka. Kejadian itu terjadi kira-kira pukul 14.00 WIB.

Bahkan ada yang dilaporkan pingsan karena berdesakan di luar gedung.

Polisi sendiri sampai kewalahan mengurai massa yang begitu banyak dan melebihi kuota jatah vaksin untuk hari itu.

Baca juga: 1.000 Lebih Warga Berdesakan Antre Vaksin, Kadinkes Lampung: Warga Datang dari Jam 5.30, Vaksinasi Dimulai Jam 9

Warga sudah memadati lokasi itu sejak Selasa pagi. Sementara serangkaian prosedur vaksinasi baru dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan hingga petang, masih ratusan orang yang mengantre untuk mendapat giliran divaksin.

Salah seorang peserta vaksinasi, Indra mengungkapkan, dia mengantre di lokasi itu sejak pukul 09.00 WIB.

"Pas saya tiba, sudah banyak yang mengantre," katanya.

Baca juga: Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Demi dapat sertifikat vaksin

Dia sendiri menyelesaikan rangkaian vaksinasi itu kira-kira pukul 15.00. Dia harus mengantre berjam-jam untuk mendapat giliran.

"Mau bagaimana lagi. Harus rela ngantre lama biar dapat sertifikat," katanya.

Motivasinya untuk mendapat vaksin, selain alasan kesehatan, yang paling utama adalah sertifikat.

Dia mendapat informasi, bahwa warga yang hendak mengurus administrasi tertentu, harus memiliki sertifikat vaksin agar bisa dilayani.

Baca juga: Perusahaan di Banten Ini Beri Hadiah Voucer Belanja hingga iPhone agar Ribuan Karyawannya Tertarik Ikut Vaksinasi Covid-19

Selain itu, dia juga antusias untuk divaksin sebagai syarat saat hendak bepergian ke luar kota menggunakan pesawat.

"Sekarang, kalau mau naik pesawat, minimal ada sertifikat vaksin suntikan pertama," ungkapnya.

Indra merupakan salah satu dari ribuan orang yang cukup beruntung mendapat suntikan vaksin pada hari itu.

Sebab, ribuan lainnya justru tak jadi divaksin karena stok yang disiapkan panitia terbatas.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Bakal Jadi Tiket ke Area Publik di Salatiga

 

Sudah didrop ke lokasi, kehabisan jatah vaksin

Salah satu warga yang kurang beruntung itu adalah Tyas. Padahal, dia sudah didata oleh polisi di Polsek Percut Sei Tuan.

Mereka kemudian didrop ke lokasi vaksinasi pada pukul 13.00 WIB.

Namun, sampai Selasa petang, dia dan banyak warga lainnya tak mendapat jatah.

"Baru ini dikabari kalau vaksin sudah habis," ungkapnya.

Acara vaksinasi massal itu sendiri sempat ditinjau oleh Wakapolri, Gatot Eddy Pramono beserta petinggi Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Setiap polsek di jajaran Polrestabes Medan memang diinstruksikan membawa 100 orang untuk jadi peserta vaksin.

Gara-gara tak jadi divaksin di sana, Tyas berharap tak ada sanksi buat masyarakat yang belum divaksin.

"Maksudnya, jangan nanti karena belum divaksin, terus ada denda. Padahal kita sudah antre tapi tak jadi. Beda kalau memang yang bandel tak mau divaksin," katanya.

Dia mengakui, motivasinya mengikuti vaksinasi massal itu untuk mendapat sertifikat vaksin.

"Mengurus ini itu sekarang wajib ada surat vaksin. Berangkat ke luar kota juga," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honda Supra Fit Terjun dari Jembatan, Pengendara Tewas, Penumpang Terluka Parah

Honda Supra Fit Terjun dari Jembatan, Pengendara Tewas, Penumpang Terluka Parah

Regional
CFD Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka Terbatas, Ini Syarat bagi Pengunjung...

CFD Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka Terbatas, Ini Syarat bagi Pengunjung...

Regional
Kronologi Karyawan Supermarket Bobol Brankas, Ajak Teman, Ditangkap Polisi

Kronologi Karyawan Supermarket Bobol Brankas, Ajak Teman, Ditangkap Polisi

Regional
Pulang dari Alun-alun Bawean, Pria Ini Dihampiri 2 Orang Tak Dikenal lalu Dibacok

Pulang dari Alun-alun Bawean, Pria Ini Dihampiri 2 Orang Tak Dikenal lalu Dibacok

Regional
3 Pencuri Sepeda di Surabaya Ditangkap, 1 Pelaku Lain Masih Diburu

3 Pencuri Sepeda di Surabaya Ditangkap, 1 Pelaku Lain Masih Diburu

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ibu Kandung Jual Bayinya yang Berusia 1 Bulan Rp 4 Juta

Kronologi Terbongkarnya Ibu Kandung Jual Bayinya yang Berusia 1 Bulan Rp 4 Juta

Regional
KPK Geledah Kantor Dinas PUPRPKP Tabanan, Sita 90 Dokumen Terkait Dana Insentif Daerah

KPK Geledah Kantor Dinas PUPRPKP Tabanan, Sita 90 Dokumen Terkait Dana Insentif Daerah

Regional
Ibu Balita Korban Penganiayaan di Kota Batu Enggan Lapor, Polisi: Takut Tidak Dinikahi Tersangka

Ibu Balita Korban Penganiayaan di Kota Batu Enggan Lapor, Polisi: Takut Tidak Dinikahi Tersangka

Regional
Gubernur Ansar Minta Kepala Daerah di Kepri untuk Percepat Vaksinasi Lansia

Gubernur Ansar Minta Kepala Daerah di Kepri untuk Percepat Vaksinasi Lansia

Regional
Kejaksaan Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Bulog di Grobogan

Kejaksaan Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Bulog di Grobogan

Regional
Calon Ayah Tiri di Kota Batu yang Tega Siram Balita dengan Air Panas Terancam 5 Tahun Penjara

Calon Ayah Tiri di Kota Batu yang Tega Siram Balita dengan Air Panas Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Polisi Tertangkap di Rumah Bandar Narkoba, Hasil Tes Urine Positif, Kapolda Sumsel: Pasti Diproses Hukum

Polisi Tertangkap di Rumah Bandar Narkoba, Hasil Tes Urine Positif, Kapolda Sumsel: Pasti Diproses Hukum

Regional
Status PPKM Level 1, Kota Tegal Buka Taman Kota

Status PPKM Level 1, Kota Tegal Buka Taman Kota

Regional
Diduga Selingkuhi Istri Kades, Pemain Organ Asal Sukabumi Dianiaya di Hotel, Ini Ceritanya

Diduga Selingkuhi Istri Kades, Pemain Organ Asal Sukabumi Dianiaya di Hotel, Ini Ceritanya

Regional
Bupati Yuhronur Resmikan Tugu Desa Tertua di Lamongan

Bupati Yuhronur Resmikan Tugu Desa Tertua di Lamongan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.