PPKM Level 4 Diperpanjang, Penyekatan Jalan di Banyumas Kini Jadi 14 Titik

Kompas.com - 26/07/2021, 09:00 WIB
Pemudik terjaring penyekatan di posko Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (10/2011). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPemudik terjaring penyekatan di posko Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (10/2011).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Penyekatan ruas jalan pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan dilonggarkan.

Kasatgas 7 PPKM (Humas) Polresta Banyumas AKP Manggala Agung mengatakan, penyekatan jalan akan dikurangi dari 24 menjadi 14 titik.

"Kami akan membuat simulasi penyekatan di 14 titik yang terbagi menjadi tiga ring," kata Manggala kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Selama PPKM Level 4, Penyekatan Jalan di Karawang Tetap Ada

Manggala menjelaskan, penyekatan di ring 3 dilakukan di Ajibarang dan Tambak.

Kedua lokasi yang menjadi akses masuk Kabupaten Banyumas itu akan dijaga tim gabungan selama 24 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian untuk ring 2 (akses masuk Kota Purwokerto) penyekatan dilakukan di empat titik, yaitu di simpang Jalibogor, simpang Tanjung, simpang Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP) dan simpang air mancur Berkoh.

Penyekatan di ring 2, kata Manggala, dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Sedangkan di ring 1 (dalam Kota Purwokerto), akan dilakukan penutupan total di delapan titik.

Baca juga: Pengakuan Petugas Pelaku Pungli di Pos Penyekatan PPKM: Inisiatif Sendiri, Baru 3 Kali

Rinciannya, simpang Omnia, simpang KPKN, Jalan Merdeka, simpang Palma, simpang GOR (Meotel), simpang lapangan Glempang, simpang Ace Hardware, dan simpang Pasar Wage.

"Berdasarkan analisa dan evaluasi lebih efektif di titik tersebut. Titik-titik tersebut untuk membatasi akses warga ke kota, karena mobilitas di titik tersebut lebih tinggi dari yang lain," jelas Manggala.

Meski titik penyekatan dikurangi, Manggala meminta masyarakat diminta tetap mematuhi aturan yang berlaku.

"Dengan kebijakan diharapkan masyarakat dapat tertib dan tidak melalukan aktifitas yang tidak diperbolehkan, yaitu diuar sektor esensial dan kritikal," ujar Manggala.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Regional
Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget Sampai Teriak

Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget Sampai Teriak

Regional
Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Regional
Tolak Proyek 'Malioboro' Tegal,  PKL Hingga Sopir Angkot Geruduk DPRD

Tolak Proyek "Malioboro" Tegal, PKL Hingga Sopir Angkot Geruduk DPRD

Regional
Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Regional
Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Regional
Ini Isi 'Chat' WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Ini Isi "Chat" WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Regional
Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Regional
4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kades Nyentrik Sulap Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata | Perumahan Angling Dharma yang Dikira Kerajaan

[POPULER NUSANTARA] Kades Nyentrik Sulap Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata | Perumahan Angling Dharma yang Dikira Kerajaan

Regional
Pekan Depan, Wabup Lombok Utara Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Pekan Depan, Wabup Lombok Utara Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Regional
'Kalau KKP Tak Bisa Bantu Nelayan, Minimal Jangan Mempersulit'

"Kalau KKP Tak Bisa Bantu Nelayan, Minimal Jangan Mempersulit"

Regional
Sempat Berkilah, Ibu yang Jambak Anaknya Langsung Pucat Saat Polisi Datang dan Perlihatkan Video yang Viral

Sempat Berkilah, Ibu yang Jambak Anaknya Langsung Pucat Saat Polisi Datang dan Perlihatkan Video yang Viral

Regional
Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, Wabup: Isinya Fitnah, Menyerang Pribadi dan Keluarga Saya

Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, Wabup: Isinya Fitnah, Menyerang Pribadi dan Keluarga Saya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.