Aksi Koboi Kakek 74 Tahun, Mobil Tak Bisa Keluar, Pukul Orang dengan Gagang Pistol

Kompas.com - 16/07/2021, 21:17 WIB
Ilustrasi pistol revolver. ThinkstockIlustrasi pistol revolver.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Seorang pria berinisial AN (74) asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ditangkap polisi atas dugaan penganiayaan menggunakan gagang pistol.

Perkaranya boleh dibilang sepele, yakni hanya karena mobil AN tidak bisa keluar karena terhalang mobil korban.

“Kami tengah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor, menyita barang bukti dan melakukan visum,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polii, kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang hingga Akhir Juli, Muhadjir: Pak Presiden Sampaikan Akan Ada Risiko

Rully menerangkan, perkara tersebut bermula Jumat pagi, pukul 08.30 WIB.

Saat itu, AN tengah mengawasi mobilnya yang lagi dicuci. Setelah selesai, AN berencana untuk mengeluarkan mobil tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, mobil AN tidak bisa keluar karena terhalang mobil milik korban berinisial GR (60).

“Kemudian AN memanggil orang lain untuk memberitahu GR, agar mobilnya segera dipindahkan, karena dia mau pergi,” terang Rully.

Tak lama kemudian, GR muncul. Namun, lanjut Rully, bukan memindahkan mobilnya, melainkan mendatangi AN sambil marah-marah dengan posisi saling berhadapan muka.

“Sempat saling memaki, setelah itu AN dan GR saling mengarahkan pukulan,” ucap Rully.  

Baca juga: Banjir Melanda Manado, Jalan Trans Sulawesi Tertutup Longsor

Awalnya perkelahian dilakukan dengan tangan kosong dan sempat mengakibatkan kacamata AN jatuh. Lalu, tak lama, tiba-tiba AN mengeluarkan satu pucuk senjata pistol jenis gas yang diselipkan di pinggangnya.

“AN lalu memukulkan senjata tersebut ke arah wajah GR dan mengenai telinga sebelah kirinya, sehingga mengakibatkan telinga sebelah mengeluarkan darah,” ujar Rully.

Menurut Rully, penganiyaan itu tak berlangsung lama, karena orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian langsung melerai.

“Kemudian AN melarikan diri dan GR membuat laporan polisi,” tutup Rully. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.