PPKM di Pontianak Diperketat, Tempat Usaha Non-esensial Harus Tutup Pukul 17.00

Kompas.com - 09/07/2021, 14:12 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAWali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

PONTIANAK, KOMPAS.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) diperketat.

Setelah mal dan pusat perbelanjaan, saat ini, semua jenis usaha yang sifatnya non-esensial seperti toko pakaian, furniture dan sebagainya, dibatasi hanya sampai pukul 17.00 WIB.

“Untuk jenis usaha yang menjual makanan dan minuman diatur waktunya hanya sampai pukul 20.00 WIB dan disarankan untuk tidak makan di tempat dan tidak bergerombol," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Dituding Tidak Tegas Terapkan PPKM Mikro, Wali Kota Pontianak: Kita Ini Serius

Kemudian, lanjut Edi, jenis usaha sektor esensial seperti apotek, toko obat dan toko-toko yang menjual bahan pokok, tetap diizinkan buka.

“Karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pemberlakuan pembatasan ini dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19 yang kian meluas," ucap Edi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Edi menyebut, selama PPKM diberlakukan di Kota Pontianak, sudah ada sejumlah tempat usaha yang mendapat sanksi karena melanggar aturan. Sanksi yang diberikan berupa penutupan sementara selama tujuh sampai 14 hari.

"Pelanggaran biasanya mereka melewati batas waktu operasional yang telah ditetapkan oleh Satgas Covid-19 Kota Pontianak," sebut Edi.

Baca juga: Mal di Pontianak dan Singkawang Diminta Sudah Tutup Pukul 17.00 WIB

Hingga saat ini, ungkap Edi, Kota Pontianak masih masuk kategori zona merah dengan peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Untuk itu, kembali diingatkan masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

Kepada camat dan lurah seluruh Kota Pontianak, Edi menekankan agar memperketat wilayahnya masing-masing, terutama jika ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Agar bisa dilakukan PPKM secara ketat pada wilayah tersebut dan membantu hal-hal yang berkaitan dengan pengetatan," tutup Edi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Tragedi Susur Sungai: Pemancing Lihat 1 Orang Terpeleset, Seret Siswa Lainnya, Suasana Pun Berubah Panik

Detik-detik Tragedi Susur Sungai: Pemancing Lihat 1 Orang Terpeleset, Seret Siswa Lainnya, Suasana Pun Berubah Panik

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Madiun, 3 Rumah Roboh

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Madiun, 3 Rumah Roboh

Regional
Guru Honorer di NTB Tewas Gantung Diri di Ruang Tamu, Ini Dugaan Pemicunya

Guru Honorer di NTB Tewas Gantung Diri di Ruang Tamu, Ini Dugaan Pemicunya

Regional
Beredar Hoaks Pesawat Terbakar di Solo, Penyebarnya Diburu Polisi

Beredar Hoaks Pesawat Terbakar di Solo, Penyebarnya Diburu Polisi

Regional
Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Regional
Buntut 11 Siswa Tewas di Sungai Ciamis: Ridwan Kamil Larang Kegiatan Susur Sungai, PTM di MTs Harapan Pun Dihentikan

Buntut 11 Siswa Tewas di Sungai Ciamis: Ridwan Kamil Larang Kegiatan Susur Sungai, PTM di MTs Harapan Pun Dihentikan

Regional
Diteriaki Pemancing, Siswa MTs Ini Lolos dari Tragedi Susur Sungai di Ciamis

Diteriaki Pemancing, Siswa MTs Ini Lolos dari Tragedi Susur Sungai di Ciamis

Regional
Hadiri Munas Alim Ulama PPP di Semarang, Anies Ceritakan Pengalaman Bangun Jakarta

Hadiri Munas Alim Ulama PPP di Semarang, Anies Ceritakan Pengalaman Bangun Jakarta

Regional
Sederet Fakta 11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Saat Susur Sungai, Dugaan Polisi dan Instruksi Ridwan Kamil

Sederet Fakta 11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Saat Susur Sungai, Dugaan Polisi dan Instruksi Ridwan Kamil

Regional
Abaikan Nyinyiran, Wasil Sukses Modifikasi Mobil Manual agar Bisa Dikendarai Difabel

Abaikan Nyinyiran, Wasil Sukses Modifikasi Mobil Manual agar Bisa Dikendarai Difabel

Regional
Saat Anggota DPR Ajak Warga Ikut Vaksinasi, Malah Ditantang: 'Kalau Saya Sakit atau Mati, Ibu Mau Tanggungjawab?'

Saat Anggota DPR Ajak Warga Ikut Vaksinasi, Malah Ditantang: "Kalau Saya Sakit atau Mati, Ibu Mau Tanggungjawab?"

Regional
'Saya Baru Tahu, kalau di Kota Masuk Mal Harus Vaksin, di Kampung Belum Penting...'

"Saya Baru Tahu, kalau di Kota Masuk Mal Harus Vaksin, di Kampung Belum Penting..."

Regional
Kisah Duka Keluarga Siswa Mts Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis: Ini Mungkin Sudah Jalannya Allah...

Kisah Duka Keluarga Siswa Mts Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis: Ini Mungkin Sudah Jalannya Allah...

Regional
Sekelompok Pemuda Mabuk Keroyok Polisi, 6 Ditangkap, 2 Buron

Sekelompok Pemuda Mabuk Keroyok Polisi, 6 Ditangkap, 2 Buron

Regional
Tersetrum Kabel Lampu Saat Menonton Pertandingan Voli, Seorang Anak Tewas

Tersetrum Kabel Lampu Saat Menonton Pertandingan Voli, Seorang Anak Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.