Pemkot Surabaya Hapus Sanksi Denda Keterlambatan Pelaporan Kelahiran, Ini Alasannya

Kompas.com - 02/07/2021, 14:43 WIB
Ilustrasi bayi lahir PIXELSIlustrasi bayi lahir

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghapuskan sanksi administratif denda keterlambatan pelaporan kelahiran masyarakat Surabaya.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, penghapusan sanksi administratif denda keterlambatan pelaporan kejadian kelahiran kepada warga Kota Surabaya mulai berlaku pada 1 Juli 2021 hingga 31 Desember 2021.

"Hal ini sesuai dengan Instruksi Wali Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2021," kata Agus di Surabaya, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Alasan Eri Janji Terus Dampingi Anak Buah Terjun ke Lapangan: Sebagai Manusia, Mereka Juga Punya Rasa Takut Menangani Covid-19

Agus menjelaskan, penghapusan sanksi administratif ini untuk mendorong warga Surabaya agar segera melaporkan kelahiran putra-putri mereka dan mendapatkan akta kelahiran.

Menurutnya, mungkin sebelumnya warga tidak sempat melaporkan kelahiran putra-putri mereka karena memiliki kesibukan.

"Saat ini sanksi denda telah dihapus. Jadi, ayo segera melaporkan kejadian kelahiran putra-putrinya," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pastikan Surabaya Siap Jalankan PPKM Darurat, Eri: Tak Ada Niatan Pemimpin Bikin Susah Masyarakatnya

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur NTT dan 5 Bupati Kerja Keras Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur NTT dan 5 Bupati Kerja Keras Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Regional
Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Direktur Indomaret Yan Bastian di Tol Cipularang

Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Direktur Indomaret Yan Bastian di Tol Cipularang

Regional
Mendes PDTT: Dampak Pandemi Lebih Terasa di Kota, tapi Kemiskinan Lebih Banyak di Desa

Mendes PDTT: Dampak Pandemi Lebih Terasa di Kota, tapi Kemiskinan Lebih Banyak di Desa

Regional
Angin Kencang Timbulkan Kepanikan di Cibinong City Mal, Ini Kata BPBD

Angin Kencang Timbulkan Kepanikan di Cibinong City Mal, Ini Kata BPBD

Regional
Bak Penampungan SPBU di Makassar Bocor, Cemari Drainase

Bak Penampungan SPBU di Makassar Bocor, Cemari Drainase

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Siswa di Pekanbaru Tak Boleh Makan Bersama Saat Jam Istirahat

Cegah Penularan Covid-19, Siswa di Pekanbaru Tak Boleh Makan Bersama Saat Jam Istirahat

Regional
Bencana Angin Kencang Landa Madiun Minggu Sore, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah

Bencana Angin Kencang Landa Madiun Minggu Sore, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah

Regional
Sopir Truk yang Kontainernya Timpa Mobil Bos Indomaret Melarikan Diri

Sopir Truk yang Kontainernya Timpa Mobil Bos Indomaret Melarikan Diri

Regional
Kenakan Ikat Pinggang Terbuat dari Rangkaian Peluru, Seorang Anak Jalanan Ditangkap

Kenakan Ikat Pinggang Terbuat dari Rangkaian Peluru, Seorang Anak Jalanan Ditangkap

Regional
Cerita Ibu Korban Susur Sungai, Sebelum Kejadian Anaknya Sempat 'Video Call' tapi Tak Bicara, Hanya Senyum

Cerita Ibu Korban Susur Sungai, Sebelum Kejadian Anaknya Sempat "Video Call" tapi Tak Bicara, Hanya Senyum

Regional
Seekor Harimau Sumatera Mati Setelah Terkena Jerat di Riau

Seekor Harimau Sumatera Mati Setelah Terkena Jerat di Riau

Regional
Bendera Partainya Bertebaran di Surabaya, Golkar Minta Maaf

Bendera Partainya Bertebaran di Surabaya, Golkar Minta Maaf

Regional
Kronologi Bocah 12 Tahun Tewas Tersetrum Kabel Lampu Saat Menghampiri Temannya yang Main Voli

Kronologi Bocah 12 Tahun Tewas Tersetrum Kabel Lampu Saat Menghampiri Temannya yang Main Voli

Regional
Gunung Ile Lewotolok NTT Meletus 4 Kali Disertai Gemuruh, Warga Diminta Bersiap Jika Ada Hujan Abu

Gunung Ile Lewotolok NTT Meletus 4 Kali Disertai Gemuruh, Warga Diminta Bersiap Jika Ada Hujan Abu

Regional
Peluru Nyasar Tembus Rumah Wartawan di Sorong Papua Barat

Peluru Nyasar Tembus Rumah Wartawan di Sorong Papua Barat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.