Kata Ridwan Kamil soal Wacana "Lockdown" Regional: Anggaran Jabar Sudah Tidak Ada

Kompas.com - 21/06/2021, 16:51 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

BANDUNG, KOMPAS.com - Wacana "lockdown" regional atau wacana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) regional muncul seiring tingginya kenaikan kasus Covid-19 pasca-Lebaran.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil angkat bicara mengenai wacana "lockdown" regional, yang usulannya diberlakukan di pulau-pulau besar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan tersebut.

Baca juga: Pemerintah Didesak Ambil Kebijakan Luar Biasa Atasi Lonjakan Kasus Covid-19, IAKMI: Lockdown Regional

Pria yang akrab disapa Emil tersebut mengatakan, ia akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait wacana PSBB atau lockdown regional menyusul kian melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

"Pada dasarnya kami akan ikuti arahan pemerintah pusat asal kesiapan PSBB harus dibarengi dengan kesiapan pangan, sembako kepada mereka yang tidak bisa melakukan Work from Home (WFH)," kata Emil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (21/6/2021).

"Kami dari Jabar anggaran sudah tidak ada," lanjut Emil.

Baca juga: Ada Usul Lockdown Regional, DPR: Pemerintah Perlu Kaji dengan Matang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Istilahnya PSBB, bukan "lockdown"

Menurut Emil, PSBB di Jabar bisa diterapkan jika ada kepastian dukungan logistik dari pemerintah pusat.

"Jadi kalau pun (PSBB) ada, kepastian dukungan logistik dari pusat harus betul-betul sudah siap baru kami terapkan di Jabar," kata dia.

"Sebenarnya sudah tidak ada istilah lockdown, saya bingung kenapa dihidupkan lagi istilah lockdown karena dulu disepakati namanya PSBB," tambahnya.

Baca juga: Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Pemerintah diminta "lockdown" regional di Jawa, Sumatera, Kalimantan

Diberitakan sebelumnya, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) meminta pemerintah untuk berani menentukan langkah radikal mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di tanah air.

Dewan Pakar IAKMI Hermawan Saputra menyatakan ada dua opsi yang bisa dilakukan pemerintah, sebagai berikut:

1. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) nasional.

2. Lockdown regional secara berkala di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rentetan Gempa di Tojo Una-una, Siang Diguncang M 5,9, Malam M 6,3

Rentetan Gempa di Tojo Una-una, Siang Diguncang M 5,9, Malam M 6,3

Regional
Gempa M 6,3 Guncang Tojo Una-una, Warga Pesisir Mengungsi

Gempa M 6,3 Guncang Tojo Una-una, Warga Pesisir Mengungsi

Regional
Ini Usaha Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Ini Usaha Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Regional
Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Regional
Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Regional
Sumba Timur Terapkan PPKM Level 4, Ini Kata Bupati

Sumba Timur Terapkan PPKM Level 4, Ini Kata Bupati

Regional
Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Waspadai Longsor

Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Waspadai Longsor

Regional
139,7 Ton Beras Bantuan PPKM dari Kemensos untuk 15.477 Keluarga Tiba di Blitar

139,7 Ton Beras Bantuan PPKM dari Kemensos untuk 15.477 Keluarga Tiba di Blitar

Regional
PPKM Level 4, Keluar dan Masuk Kota Pekanbaru Wajib Diperiksa

PPKM Level 4, Keluar dan Masuk Kota Pekanbaru Wajib Diperiksa

Regional
PPKM Level 4, Polres Sumedang Berlakukan Ganjil Genap

PPKM Level 4, Polres Sumedang Berlakukan Ganjil Genap

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Wonogiri Berlakukan PPKM Level 4

Angka Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Wonogiri Berlakukan PPKM Level 4

Regional
Baliho Puan Maharani di 8 Lokasi di Surabaya Juga Dicoreti, Ini yang Dilakukan PDI-P

Baliho Puan Maharani di 8 Lokasi di Surabaya Juga Dicoreti, Ini yang Dilakukan PDI-P

Regional
Ada Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Camat Jebres Solo Tutup 5 Hari

Ada Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Camat Jebres Solo Tutup 5 Hari

Regional
Kasus Harian Covid-19 di Riau di Atas 1.000, Ternyata karena Warga Bandel Tak Mau Nurut

Kasus Harian Covid-19 di Riau di Atas 1.000, Ternyata karena Warga Bandel Tak Mau Nurut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X