Soal Wacana Yogyakarta “Lockdown”, Ditentukan Beberapa Hal Ini

Kompas.com - 19/06/2021, 19:38 WIB
Malioboro saat dilakukan uji coba kawasan pedestrian kemarin Selasa (3/11/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoMalioboro saat dilakukan uji coba kawasan pedestrian kemarin Selasa (3/11/2020)

KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mempertimbangkan untuk memberlakukan lockdown di wilayahnya.

Rencana lockdown ini dikemukakan seiring tingginya lonjakan kasus Covid-19 di DIY.

Mengenai hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa wacana lockdown bakal dibahas lebih mendalam, terutama dengan mengkaji potensi sebaran Covid-19.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang mendasari jadi atau tidaknya menerapkan lockdown.

"Keputusan apakah lockdown atau tidak akan dilakukan dengan melihat juga kemampuan rumah sakit menangani pasien dan kapasitas bed occupancy ratio (BOR) rumah sakitnya bagaimana, serta apakah masyarakat mendukung lebih upaya menekan peningkatan kasusnya," ujarnya, Sabtu (19/6/2021).

Menurut Heroe, guna menekan laju persebaran Covid-19, yang dibutuhkan sekarang adalah kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah Pemkot Yogyakarta

Heroe menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih berupaya menekan penularan Covid-19.

"Kita belum sampai bicara ke lockdown. Kita masih mencoba menekan kasus bisa dikendalikan," paparnya saat dihubungi Kompas.com.

Tak cuma itu, Pemkot Yogyakarta juga meminta rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Pemkot pun meningkatkan patroli dan sweeping terhadap masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan.

Heroe menuturkan, ucapan Sultan soal lockdown merupakan peringatan keras untuk menekan kasus penularan Covid-19.

"Ya, warning (lockdown) Ngarsa Dalem adalah terkait untuk menekan sebaran. Jadi masyarakat tidak perlu panik apalagi berbondong-bondong membeli sembako," sebutnya.

Baca juga: Covid-19 di Yogyakarta Tembus 1.000-an Kasus, Sultan HB X Buka Opsi Lockdown

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X