Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Kompas.com - 13/06/2021, 17:27 WIB
Wisudawan bernama M. Andika Maulana Putra mengendarai vespa tua saat wisuda drive thru di Poltek Negeri Banyuwangi, Sabtu (12/6/2021). Tangkapan layar video M Andika Maulana Putra.Wisudawan bernama M. Andika Maulana Putra mengendarai vespa tua saat wisuda drive thru di Poltek Negeri Banyuwangi, Sabtu (12/6/2021).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Politeknik Negeri Banyuwangi, melakukan wisuda kepada 222 sarjana angkatan ke-13, Sabtu (12/6/2021).

Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, wisuda dilakukan secara drive thru.

Dalam wisuda ini, ada salah satu wisudawan yang menarik perhatian karena mengendarai Vespa tua yang dimodifikasi menyerupai skuter.

Baca juga: Naik Vespa Tua, Wagub Jateng Gus Yasin Blusukan Salurkan Bantuan ke Daerah Terpencil

Vespa tersebut jenis PS, tahun 1984 dengan jenis modifikasi rosok extream otopat.

Wisudawan tersebut bernama M. Andika Maulana Putra (23), jurusan Teknik Informatika asal asal Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Andika bukan tanpa alasan mengendarai Vespa saat wisuda tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengaku ingin memberikan pesan, "anak Vespa" juga bisa meraih pendidikan tinggi dan berhasil menjadi sarjana.

Baca juga: Larang Siswa Konvoi Saat Kelulusan, Wali Kota Surabaya Akan Gelar Wisuda Virtual untuk SD dan SMP

Sebab menurutnya, anak Vespa kerap mendapatkan stigma ugal-ugalan, sering keluyuran, dan malas untuk menempuh pendidikan tinggi.

"Saya cuma ingin memberitahu dunia pendidikan bahwa anak vespa yang katannya ugal-ugalan bisa juga sekolah sampai perguruan tinggi meskipun saya dengan keadaan keterbatasan," katanya saat dihubungi, Minggu (13/6/2021).

Ia mengaku masuk perguruan tinggi dengan modal nekat dengan segala keterbatasan.

Untuk biaya kuliah, ia mengaku kerja serbautan dan kadang juga mengamen.

"Soalnya keluarga juga nggak mampu membantu penuh,kadang ya ngamen, kadang serabutan, pokoknya nggak merugikan siapapun," kata dia.

Baca juga: Timbulkan Kerumunan, Polisi Bubarkan Kegiatan Komunitas Motor Vespa di Luwu Timur

Andika merupakan mahasiswa jurusan dan masuk kuliah pada 2016.

Ia mengaku beruntung bisa menuntaskan kuliahnya meski hampir dikeluarkan.

"Masuk kuliah 2016 terlambat 1 tahun lebih hampir di-DO dan hampir mahasiswa abadi, karena suka berpetualang ke sana ke mari," katanya.

Andika mengaku masuk kuliah hanya untuk menyenangkan orangtuanya.

Adapun alasan ia menyukai Vespa karena awalnya pemberian bapaknya. Ia merawatnya dan kini jatuh cinta pada Vespa.

"Suka Vespa karena Vespa adalah harga diri bagi saya mas karena Vespa adalah pembelian bapak kesayangan saya dari kecil," katanya.

Baca juga: Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Panitia wisuda Poltek Negeri Banyuwangi Mifta Okta mengtakan wisuda secara drive thru untuk mencegah penularan Covid-19.

"Kami memilih drive thru karena mengingat protokol kesehatan yang harus diterapkan di musim pandemi ini," katanya.

Jadi tidak ada potensi kerumunan dan semua wisudawan ada di masing-masing kendaraannya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Regional
20 Ton Jagung Bantuan dari Jokowi Tiba di Gudang Pakan Milik Suroto di Blitar

20 Ton Jagung Bantuan dari Jokowi Tiba di Gudang Pakan Milik Suroto di Blitar

Regional
Dihantam Pandemi dan PPKM Level 4, Penerimaan Pajak di Bangka Justru Melesat

Dihantam Pandemi dan PPKM Level 4, Penerimaan Pajak di Bangka Justru Melesat

Regional
Kebijakan Ganjil Genap Berlaku di Jalan Malioboro Mulai Hari ini

Kebijakan Ganjil Genap Berlaku di Jalan Malioboro Mulai Hari ini

Regional
Limbah Hitam di Teluk Lampung, Pakar Lingkungan Sarankan Penelusuran Sumber Pencemaran Segera Dilakukan

Limbah Hitam di Teluk Lampung, Pakar Lingkungan Sarankan Penelusuran Sumber Pencemaran Segera Dilakukan

Regional
Kisah di Balik Sukses Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo: Pernah Kecelakaan hingga Patah Kaki dan Tangan, 3 Bulan Diobati Ayah Sendiri

Kisah di Balik Sukses Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo: Pernah Kecelakaan hingga Patah Kaki dan Tangan, 3 Bulan Diobati Ayah Sendiri

Regional
Anggota Satpol PP yang Cekik Warga Saat Penertiban PKL di Bogor Akan Diberi Sanksi

Anggota Satpol PP yang Cekik Warga Saat Penertiban PKL di Bogor Akan Diberi Sanksi

Regional
Bupati: Kalau Mau Fair PPKM Banyumas Sudah Level 2

Bupati: Kalau Mau Fair PPKM Banyumas Sudah Level 2

Regional
Kantor Dindagkop UKM Blora Digeledah, Diduga Terkait Pungli Pasar Cepu

Kantor Dindagkop UKM Blora Digeledah, Diduga Terkait Pungli Pasar Cepu

Regional
Buntut Kecelakaan Bus Karyawan RSUD Semarang, Pengawasan Obyek Wisata di Gunungkidul Ditingkatkan

Buntut Kecelakaan Bus Karyawan RSUD Semarang, Pengawasan Obyek Wisata di Gunungkidul Ditingkatkan

Regional
Menhub Temukan 4 Pekerja Migran dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tanpa Dites PCR

Menhub Temukan 4 Pekerja Migran dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tanpa Dites PCR

Regional
Dugaan Korupsi Bantuan 3.000 Alat Rapid Test, Kadinkes di Riau Ditangkap Polisi

Dugaan Korupsi Bantuan 3.000 Alat Rapid Test, Kadinkes di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Trafo Hotel di Balikpapan Meledak Lukai 4 Pekerja, Berawal dari Bangkai Tikus

Trafo Hotel di Balikpapan Meledak Lukai 4 Pekerja, Berawal dari Bangkai Tikus

Regional
Air Irigasi Jadi Merah karena Pembuangan Limbah, 6 Orang Diperiksa

Air Irigasi Jadi Merah karena Pembuangan Limbah, 6 Orang Diperiksa

Regional
Reruntuhan Bangunan Diduga Candi Ditemukan di Bukit Sepi Angin Magetan, BPCB Jatim: 4 Arcanya Hilang

Reruntuhan Bangunan Diduga Candi Ditemukan di Bukit Sepi Angin Magetan, BPCB Jatim: 4 Arcanya Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.