Kembali Terima Miliaran Rupiah Ganti Rugi Bendungan Pamukkulu, Warga Takalar: Alhamdulillah

Kompas.com - 11/06/2021, 17:16 WIB
Gerbang Desa Kalekomara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang kini viral usai warganya menerima ratusan miliar atas pembebasan lahan proyek bendungan Pammukulu. Kamis, (27/5/2021). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Gerbang Desa Kalekomara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang kini viral usai warganya menerima ratusan miliar atas pembebasan lahan proyek bendungan Pammukulu. Kamis, (27/5/2021).

 

TAKALAR, KOMPAS.com - Lima warga Desa Kalekomara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kembali mendapat uang ganti rugi pembebasan lahan proyek Bendungan Pammukulu senilai miliaran rupiah. 

Pembayaran yang dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendapat tanggapan dari Kepala Kejaksaan.

Dia mengkritisi kinerja pihak perbankan yang melakukan pembayaran lantaran mengakibatkan kebingungan bagi masyarakat penerima pembayaran ganti rugi.

Penyerahan uang tunai senilai Rp 3,3 miliar bagi 5 orang warga atas pembebasan 6 bidang lahan digelar pada pukul 09.00 Wita Jumat (11/6/2021) di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN), Jalan Daeng Mandjarungi, Kecamatan Pattalassaang, Kabupaten Takalar dihadiri oleh Forkopimda.

Baca juga: Kisruh Kampung Miliarder di Takalar, Warga Ditangkap hingga Ganti Rugi Dianggap Tak Adil

Sebelum penyerahan, Kepala Kejaksaan  Negeri Takalar yang turut hadir mencecar pihak bank lantaran tidak memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara pencairan uang ganti rugi lahan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada pembayaran sebelum sebelumnya masyarakat berbondong-bondong datang ke bank dan menganggap dirinya dipersulit oleh pihak bank padahal sebenarnya pihak bank yang tidak memberikan pemahaman tentang tata cara atau syarat pencairan sehingga masyarakat bingung dan menganggap bahwa uang tersebut telah habis di bank," kata Salahuddin, Kepala Kejaksaan Negeri Takalar yang dikonfirmasi langsung Kompas.com di kantor BPN Kabupaten Takalar.

Dari 5 orang warga yang menerima uang pembebasan ini seorang nenek, Sidiratu Daeng Bollo (68) menerima uang Rp 2, 5 miliar atas pembebasan lahan seluas 7, 3 hektar.

Sidiratu merasa sangat bersyukur lantaran masih bisa menikmati uang tersebut di masa sisa hidupnya.

"Alhamdulillah saya terima Rp 2,5 miliar lebih dan anak anak saya hingga cucu saya dapat turut serta merasakan uang ini," kata Sidiratu saat hendak meninggalkan kantor BPN ditemani saudarinya dan salah seorang anaknya.

Baca juga: Mendadak Jadi Miliarder, Warga di Indramayu Terima Ganti Rugi Lahan Senilai Miliaran Rupiah

Sementara pihak BPN sendiri mengaku bahwa masih ada 28 bidang tanah yang belum dibebaskan pada tahap pembayaran ini namun direncanakan akan selesai pada tahun ini.

"Ada 500 bidang tanah yang dibebaskan pada pembayaran tahap kedua ini dan masih tersisa 28 bidang. Sementara pembayaran tahap ketiga kami rencanakan akan selesai pada tahun ini," kata Muhammad Naim, Kepala BPN Kabupaten Takalar.

Proyek bendungan Pammukulu sendiri akan membebaskan lahan warga seluas 640 hektar.

Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 81,3 meter kubik diharapkan dapat mengairi lahan seluas 6430 hektar, mengurangi debit banjir sebesar 151 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,20 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2,50 megawatt.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Regional
Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Regional
62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

Regional
Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Regional
Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

Regional
Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Regional
Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Regional
Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Regional
Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Regional
Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Regional
Gubernur NTT Tegur Bupati Alor Usai Video Viral, Berpesan agar Minta Maaf kepada Risma

Gubernur NTT Tegur Bupati Alor Usai Video Viral, Berpesan agar Minta Maaf kepada Risma

Regional
Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga

Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Wonogiri Tolak Kunjungan Kerja dari Luar Daerah

Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Wonogiri Tolak Kunjungan Kerja dari Luar Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X