Mari Bantu Siprianus Dua Dawa, Difabel yang Jadi Tukang demi Hidupi Anak Istri

Kompas.com - 08/06/2021, 11:52 WIB
Siprianus Dua Dawa (49) seorang difabel mendapatkan bantuan alat mesin ukir dari orang baik dari Jakarta untuk mendukung usaha kerajinan tangan di Kampung Wodong, Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (27/5/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURSiprianus Dua Dawa (49) seorang difabel mendapatkan bantuan alat mesin ukir dari orang baik dari Jakarta untuk mendukung usaha kerajinan tangan di Kampung Wodong, Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (27/5/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

KOMPAS.com - Meski terlahir dalam kondisi normal, Siprianus Dua Dawa (49) harus menjalani hidup sebagai seorang difabel sejak berusia lima tahun.

Warga Kampung Wodong, Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur itu sempat sakit sebelum mengalami kelumpuhan.

Dia sejak kecil harus berjalan dengan cara merangkak dan dibantu dengan kedua tangannya.

Namun, Siprianus tak menyerah pada kondisi dan bekerja keras demi menghidupi istri dan tiga anaknya kini.

Pembaca Kompas.com dapat berpartisipasi dalam meringankan beban Sirprianus, difabel yang menjadi tukang demi hidupi anak istri dengan cara berdonasi, klik di sini

Tidak berpangku tangan

Tak lulus pendidikan di Sekolah Dasar, Siprianus akhirnya mengikuti kejar paket A.

Meski demikian, Siprianus terus menekuni bidang pertukangan dalam pembangunan rumah papan maupun rumah tembok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan dia sudah menjadi kepala tukang bangunan sejak 1990.

Kemampuannya menjadi tukang bangunan berawal dari sering mengamati dan bertanya kepada orang yang sedang membuat lemari, tempat tidur, kursi hingga meja untuk televisi.

Kemampuan itu terus dia kembangkan hingga bisa membangunkan rumah untuk adik dan kakaknya, serta warga lainnya.

Biaya untuk pembangunan rumah berkisar Rp 3-4 juta.

"Saya sebagai mandor atau kepala tukang untuk bangun rumah tembok dan papan. Ada beberapa saudara saya atau warga kampung yang ikut saya bekerja sambil belajar membangun rumah. Saya berbagi ilmu otodidak cara membangun rumah. Dan hasilnya ada yang sudah menjadi tukang bangunan di kampung. Saya tidak sekolah. Hanya dapat ijazah paket A dalam waktu tiga bulan tahun 1995. Saya bisa membaca dan menulis," kata Siprianus.

Meski geraknya terbatas, Siprianus bisa naik ke atap rumah untuk memasang balok rumah dan melakukan pekerjaan lainnya.

Pembaca Kompas.com dapat berpartisipasi dalam meringankan beban Sirprianus, difabel yang menjadi tukang demi hidupi anak istri dengan cara berdonasi, klik di sini

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribuan Nelayan Kabupaten Sambas Kalbar Gelar Demo Tolak PP 85 Tahun 2021

Ribuan Nelayan Kabupaten Sambas Kalbar Gelar Demo Tolak PP 85 Tahun 2021

Regional
Cerita Agus, Pensiunan Polisi yang Terjaring Razia Saat Jadi Manusia Silver

Cerita Agus, Pensiunan Polisi yang Terjaring Razia Saat Jadi Manusia Silver

Regional
Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Pesan Gubernur Koster bagi Warga Bali

Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Pesan Gubernur Koster bagi Warga Bali

Regional
Kantor Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki OTK, Polisi Temukan Kelereng

Kantor Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki OTK, Polisi Temukan Kelereng

Regional
Viral di Medsos, Mahasiswi Unsri Curhat Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Viral di Medsos, Mahasiswi Unsri Curhat Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Regional
Pabrik Terbakar Gara-gara Kulkas Korslet, Bos Krupuk di Ponorogo Rugi Rp 50 Juta

Pabrik Terbakar Gara-gara Kulkas Korslet, Bos Krupuk di Ponorogo Rugi Rp 50 Juta

Regional
Belum Diresmikan, Jokowi Minta Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin Dibuka untuk Umum

Belum Diresmikan, Jokowi Minta Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin Dibuka untuk Umum

Regional
Fakta-fakta Eksklusif Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Fakta-fakta Eksklusif Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Regional
Diduga Ditembaki OTK, Belasan Lubang Ditemukan di Kaca Kantor Bank Sinarmas Pontianak

Diduga Ditembaki OTK, Belasan Lubang Ditemukan di Kaca Kantor Bank Sinarmas Pontianak

Regional
Temukan Terapi Pengobatan Pasien Covid-19, Dokter RS Bhayangkara Polda Sulsel Naik Pangkat

Temukan Terapi Pengobatan Pasien Covid-19, Dokter RS Bhayangkara Polda Sulsel Naik Pangkat

Regional
Kasus Covid-19 Terus Melandai, 4 Rumah Sakit Darurat di Ambon Ditutup

Kasus Covid-19 Terus Melandai, 4 Rumah Sakit Darurat di Ambon Ditutup

Regional
Empat Pengedar Narkoba Jaringan Afrika Selatan Ditangkap Polisi, 1 Pelaku Masih Buron

Empat Pengedar Narkoba Jaringan Afrika Selatan Ditangkap Polisi, 1 Pelaku Masih Buron

Regional
Dikira Bangkai Tikus, Made Lanus Temukan Jasad Janin Tanpa Mata di Bali

Dikira Bangkai Tikus, Made Lanus Temukan Jasad Janin Tanpa Mata di Bali

Regional
Ganjil Genap di Puncak Bogor Berhasil Turunkan Mobilitas Kendaraan, Polisi Tunggu Payung Hukum dari Kemenhub

Ganjil Genap di Puncak Bogor Berhasil Turunkan Mobilitas Kendaraan, Polisi Tunggu Payung Hukum dari Kemenhub

Regional
Tabrakan Kapal Kargo Vs Kapal Pompong di Batam, 1 Korban Ditemukan di Pantai Resort Palm Spring

Tabrakan Kapal Kargo Vs Kapal Pompong di Batam, 1 Korban Ditemukan di Pantai Resort Palm Spring

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.