[POPULER NUSANTARA] Oknum Brimob Kabur Saat Ditugaskan ke Papua | Guru Honorer Terjerat Pinjol hingga Rp 206 Juta

Kompas.com - 06/06/2021, 06:24 WIB
Ilustrasi melarikan diri. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi melarikan diri.

KOMPAS.com - Brigadir AY, oknum anggota Polda Sumatera Barat, kabur saat sedang menjalankan tugas di Base Camp mile 39 objek vital Freeport, Papua.

Brigadir AY yang merupakan personel Satgas Amole itu dilaporkan meninggalkan Base Camp Mile 39 sejak Rabu (2/6/2021).

Ia diamankan di Bandara Lama Mozes Kilangin, Timika, Papua, Jumat (4/6/2021) ketika hendak check in keluar dari bandara Mimika menuju Makassar.

Oknum anggota Brimob Polda Sumbar itu kabur dari tempat tugasnya karena ada masalah keluarga.

Saat ini, Brigadir AY sudah diamankan di Mapolres Mimika Papua untuk dilakukan pemeriksaan.

Smentara itu, seorang guru honorer di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bernama Afifah Mufihati (27), terjerat utang di pinjaman online (pinjol) sekitar 2016 juta di 20 pinjol.

Dari utang 206 juta tersebut, sudah terbayar Rp 158 juta. Kini, utang di aplikasi pinjolnya yang belum terbayarkan sekitar Rp 47 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, saat melakukan tagihan, aplikasi pinjol tersebut sudah kelewat batas dengan kata-kata kasara. bahkan mengarah ke fitnah.

Tak terima itu, Afifah lantas melaporkan aplikasi pinjol itu ke Polda Jateng pada Kamism (3/6/2021).

Baca populer nusantara selengkapnya:

1. Oknum Brimob kabur saat ditugaskan ke Papua

Ilustrasi Brimob.KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Ilustrasi Brimob.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, Brigadir AY merupakan anggota Brimob yang berasal dari Polda Sumatera Barat.

Sebelumnya, ia diperbantukan untuk melakukan pengamanan di wilayah tersebut. Namun, ia justru diketahui kabur atau meninggalkan tempat tugasnya sejak Rabu (2/6/2021).

Karena pergi tanpa izin, Brigadir AY kemudian dilakukan pencarian hingga akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Mimika.

Brigadir AY diamankan di Bandara Lama Mozes Kilangin, Timika, Papua, Jumat (4/6/2021) saat hendak check-in keluar dari bandara Mimika menuju Makassar.

Saat ini oknum Brimob itu sudah diamankan di Mapolres Mimika Papua untuk pemeriksaan lanjutan.

"Dari informasinya, dia ada masalah keluarga. Namun, tetap saja kalau mau meninggalkan tugas harus ada izin dari komandannya. Kita sedang menunggu hasil pemeriksaan di Polres Mimika," kata Satake yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Diperbantukan ke Papua, Oknum Anggota Brimob Polda Sumbar Malah Kabur

 

2. Guru honorer terjerat pinjol

Guru honorer Afifah didampingi kuasa hukumnya Muhammad SofyanKOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Guru honorer Afifah didampingi kuasa hukumnya Muhammad Sofyan

Afifah mengatakan, awalnya ia melihat iklan aplikasi pinjaman online Pohon Uangku di ponselnya.

Setelah itu, ia mengunggahnya dan mengikuti persyaratan pinjaman.

Tak lama setelah melengkapi persyaratan, uang pun ditransfer ke rekeningnya sebesar Rp 3,7 juta.

Padahal, saat itu dirinya dijanjikan akan mendapat uang Rp 5 juta.

Dalam iklan aplikasi yang diunduhnya, Afifah ditawarkan bunga pinjaman sebesar 0,04 % dan masa pelunasannya sampai 91 hari.

Namun, setelah lima hari pencairan, sudah ada permintaan pengembalian uang yang disampaikan lewat pesan WhatsApp.

"Ini sudah tidak sesuai iklan dan menjerumuskan," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Afifah, Muhammad Sofyan dari LBH NU Salatiga mengatakan, cara penagihan aplikasi pinjol tersebut sudah kelewat batas dan mengarah ke fitnah.

"Selain kata-kata kotor, ada foto editan seolah klien kami telanjang dan disebar ke kontak WA yang ada. Kata-katanya juga penuh ancaman, fitnah, dan mencemarkan nama baik," katanya.

Baca juga: Cerita Afifah yang Terjerat 20 Pinjaman Online, Teror Jual Diri untuk Lunasi Utang, Harus Bayar Rp 206 Juta

 

3. Detik-detik Bripka Ridho ditusuk saat sedang duduk di pos polisi

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.COM/KOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Bripka Otonardo, anggota Satlantas Mapolres Palembang, Sumatera Selatan, ditusuk seorang pria saat sedang duduk di dalam Pos Lalulintas 418 di Jalan Angkatan 66, Kecamatan Kemuning, Jumat (4/6/2021) sore.

Pelaku diketahui berinisial MI (34). Pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau dapur yang sudah dibawanya dari rumah.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di leher.

Kasubag Humas Polrestabes Palembang Kompol Abdullah mengatakan, sebelum kejadian korban dan rekannya Bripka Aprizona sempat membantu mendorong mobil milik warga yang mogok tak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah itu, korban lantas kembali ke pos, sementara Bripka Aprizona pergi untuk membeli minum.

Tak lama kemudian, datang pelaku MI menemui korban yang sedang duduk di dalam pos.

Awalnya, lanjut Abdullah, pelaku awalnya menanyakan Jalan Demang Levar Daun. Kemudian Bripka Otonardo menjelaskannnya kepada pelaku. Namun, tiba-tiba pelaku langsung menyerangnya dengan pisau.

"Pelaku kemudian mengambil pisau dari balik pinggang dan tiba-tiba menyerang korban pada bagian leher, bahu, dan tangan," kata Abdullah melalui pesan singkat, Jumat.

Saat diserang, lanjutnya, pelaku langsung keluar dan sempat menutup pintu pos agar pelaku tak bisa kelaur.

"Dengan kondis terluka korban kemudian pergi ke rumah sakit untuk di rawat," ujarya.

Baca juga: Detik-detik Bripka Ridho Ditusuk di Pos Polisi Saat Sedang Duduk, Pelaku Mengaku Teroris

 

4. Istri dilamar orang lain, pria ini tikam istrinya

Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Dengar istrinya AP (44), akan dilamar pria lain, seorang suami di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berinisial HI (46), tega menikam korban dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Akibatnya, korban harus mengalami luka tusuk di bagian pinggang sedalam 2,5 cm.

Peristiwa itu terjadi di Desa Muktitama, Kecamatan Baebunte Selatan, Jumat (4/5/2021) sekitar pukul 20.30 Wita.

Kapolsek Baebunta Iptu Rodo Manik mengatakan, kejadian berawal saat pelaku mendapat kabar bahwa istrinya akan dilamar oleh orang lain.

Sebelumnya, lanjut Rodo, antara pelaku dan korban sempat mengalami persoalan di tahun 2019. Namun, tidak sampai bercerai.

Lalu, lanjutnya, mereka kemudian rujuk kembali pada bulan Mei 2021.

Mendengar istrinya akan dilamar, pelaku pun cemburu dan datang dari Palopo untuk menemui istrinya.

Setelah rombongan lelaki yang hendak melamar istrinya pulang, pelaku lantas masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur dengan membawa pisau.

“Pelaku yang masih mencintai istrinya kalap dan cemburu mendengar kabar istrinya menjalin hubungan dengan pria lain bahkan sampai akan dilamar, hingga menikam istrinya,” kata Rodo, saat dikonfirmasi, Sabtu (05/06/2021) pagi.

Pelaku, kata Rodo, menusuk istrinya di bagian pinggang sebanyak satu kali.

Baca juga: Tak Terima Istri Dilamar Orang Lain, Suami Tikam Istri Usai Rombongan Pelamar Pulang

 

5. Penjelasan BMKG soal kabut tebal selimuti Kota Serang

Suasana kabut tebal menyelimuti perempatan Ciceri, Kota Serang, BantenDokumen warga Suasana kabut tebal menyelimuti perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang Tarjono mengatakan, fenomena kabut tebal yang muncul di Kota Serang, Banten, pada Sabtu (5/6/2021) dini hari karena hujan yang turun pada Jumat (4/6/2021) sore.

Sambungnya, akibat hujan dengan durasi yang cukup lama dan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan kelembapan udara menjadi tinggi

Dijelaskannya, kabut yang terjadi di Kota Serang termasuk tipe kabut adveksi atau kabut yang terbentuk saat udara hangat dan lembab melewati permukaan yang dingin.

Sehingga, lanjutnya, uap air dipermukaan akan memadat dan membentuk kabut.

"Kabut sendiri terjadi karena pertemuan suhu udara yang berbeda. Suhu udara yang lembab dan mengandung banyak uap air bertemu dengan suhu permukaan tanah yg masih hangat atau panas," ujar Tarjono.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, agar kemunculan kabut tersebut tidak membuat masyarakat panik yang berlebihan. Namun, ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Update terus info BMKG, baik itu peringatan dini cuaca ekstrim ataupun peringatan dini gelombang tinggi," ujarnya.

Baca juga: Heboh Kabut Tebal Selimuti Kota Serang, Ini Penjelasan BMKG

 

Sumber: Kompas.com (Penulis : Perdana Putra, Rasyid Ridho, Amran Amir, | Editor : David Oliver Purba, Rachmawati, Candra Setia Budi, Phytag Kurniati)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Regional
Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Regional
Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

Regional
Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Regional
Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

Regional
Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Regional
Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Regional
BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

Regional
Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Regional
Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X