Kompas.com - 27/05/2021, 06:16 WIB
Situs Padang Lawas yang ada di Sumatera Utara KemendikbudSitus Padang Lawas yang ada di Sumatera Utara
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Situs Padang Lawas adalah situs Hindu Buddha yang terbesar di Sumatera Utara. Situs ini berada 400 kilometer dari Kota Medan dan berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Lawas Utara.

Kedua kabupaten ini adalah pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2007.

Dikutip dari Indonesia.go.id, situs purbakala Padang Lawas mencirikan bangunan candi Hindu dan Buddha, serta kompleks percandian terbesar di Sumatera bagian utara.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Candi Borobudur, Candi Buddha Terbesar di Dunia

Kata candi di kawasan ini mengacu pada bentuk dan fungsi bangunan antara lain untuk tempat beribadah, pusat pengajaran agam, serta penyimpanan abu jenazah para raja.

Selain itu, candi juga digunakan untuk tempat pemujaan atau persemayaman dewa dan petirtaan (pemandian), serta gapura.

Situs Padang Lawasa sering dikaitkan dengan data kesejarahan tentang sebuah kerajaan atau wilayah yang bernama Pannai atau Pane.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sampai saat ini masih ada perdebatan mengenai kerajaan tersebut.

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Tak Ada Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setidaknya ada enam biara/candi Hindu-Buddha yang dapat diidentifikasi dan dapat diketahui denah tata letak biaranya di Padang Lawas.

1. Biara Bahal I.

Biara Bahal I berada do Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, atau sekitar 500 meter arah tenggara dari Biara Pulo.

Di halaman biara ini terdapat lima bangunan yang terdiri dari sebuah biara induk, sebuah bangunan tanpa atap yang diidentifkasi sebagai mandapa yang terletak di depan biara induk. Lalu ada sebuah biara perwara yang terletak di sebelah timur laut biara induk.

Serta ada dua buah bangunan lain yang terletak di sebelah barat daya mandapa (sebuah bangunan yang berfungsi sebagai aula dapat berupa bangunan berdinding atau tidak berdinding).

2. Biara Bahal II

Biara ini berlokasi di Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, sekitar 500 meter arah tenggara dari Biara Bahal I.

Di halaman ada sebuah biara induk yang menghadap ke arah tenggara, dengan satu biara perwara di sebelah utara biara induk dan di depan biara induk terdapat sebuah mandapa.

3. Biara Bahal III

Situs ini terletak di Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, sekitar 400 meter arah timur dari Candi Bahal II.

Di halamannya hanya ada dua komponen bangunan yaitu satu biara induk yang menghadap ke timur dan sebuah mandapa yang terdapat tepat di depan biara induk.

4. Biara Sangkilon

Situs ini terletak di Desa Sangkilon, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas.

Jarak situs dari perkampungan penduduk sekitar kurang lebih 2,5 km ke arah barat. Kompleks biara ini walaupun hanya menyisakan gundukan dan runtuhan tetapi masih dapat diidentifikasi keletakannya.

Kompleks ini berpagar keliling berbahan bata, dengan luasan 44 m x 39,5 m. Pada halaman biara terdapat empat buah gundukan tanah yang merupakan runtuhan bangunan.

Sebuah biara induk yang menyisakan dua buah dinding tubuh biara. Sebuah gundukan tanah yang diduga perwara di sebelah utara, dan sebuah gundukan datar di sebelah timur biara induk yang diduga mandapa, serta sebuah gundukan tanah yang lebih kecil di sebelah utara mandapa.

5. Biara Situpoyan

Secara administratif biara ini masuk wilayah Desa Sitopoyan, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara.

Saat ini kompleks ini ditandai dengan enam buah gundukan terbesar berukuran 20 x 10 m, dengan tinggi 2 m. Gundukan mandapa yang terletak di sebelah timur gundukan terbesar berukuran 8 m x 6 m dengan tinggi 1,5 m.

6. Biara Sipamutung

Biara ini berlokasi di Dusun Siparau Lama, Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas. Kawasan situs berada di dekat pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Pane di sebelah barat dan Sungai Barumun di sisi timur dan utara.

Area kompleks seluas 26,58 hektar ini dikelilingi oleh benteng tanah. Sebagian arkeolog mengasumsikan benteng tanteng tanaha ini berfungsi sebagai penahan atau pelindung dari segala bahaya. Di antaranya dari luapan air sungai yang berada tidak jauh dari kompleks percandian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur 7 Tahun, Buronan Kasus Korupsi Rp 1,3 M Proyek Tol Semarang-Solo Ditangkap, Ini Kronologinya

Kabur 7 Tahun, Buronan Kasus Korupsi Rp 1,3 M Proyek Tol Semarang-Solo Ditangkap, Ini Kronologinya

Regional
Ada Badik untuk Buat Seolah Buronan yang Ditembak 5 Kali Melawan, Ini Kata Polda Sulsel

Ada Badik untuk Buat Seolah Buronan yang Ditembak 5 Kali Melawan, Ini Kata Polda Sulsel

Regional
Dengar Jeritan Minta Tolong, Seorang Anak Temukan Ayahnya Tewas Usai Ditikam OTK

Dengar Jeritan Minta Tolong, Seorang Anak Temukan Ayahnya Tewas Usai Ditikam OTK

Regional
Pemilik Anjing Canon Minta Maaf karena Buat Kegaduhan, Tak Permasalahkan Peliharaannya Mati

Pemilik Anjing Canon Minta Maaf karena Buat Kegaduhan, Tak Permasalahkan Peliharaannya Mati

Regional
Pohon Tumbang Menimpa Kabel Listrik dan Mobil di Pekanbaru

Pohon Tumbang Menimpa Kabel Listrik dan Mobil di Pekanbaru

Regional
YouTuber, Sinta-Jojo, dan Pentingnya Mengetahui Konten YouTube yang Ingin Dibuat

YouTuber, Sinta-Jojo, dan Pentingnya Mengetahui Konten YouTube yang Ingin Dibuat

Regional
Sudah Diperingatkan Masih Ngeyel, Sejumlah PSK Diamankan Satpol PP

Sudah Diperingatkan Masih Ngeyel, Sejumlah PSK Diamankan Satpol PP

Regional
Bantah Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Beli Plasma Konvalesen, Kuasa Hukum: Itu Bentuk Ucapan Terima Kasih Pasien

Bantah Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Beli Plasma Konvalesen, Kuasa Hukum: Itu Bentuk Ucapan Terima Kasih Pasien

Regional
5 Bangunan Terbakar di Pasar Lhoksukon, 2 Orang Diperiksa Polisi

5 Bangunan Terbakar di Pasar Lhoksukon, 2 Orang Diperiksa Polisi

Regional
Siswi SMP di Kalbar Melahirkan Sendiri di Toilet Sekolah

Siswi SMP di Kalbar Melahirkan Sendiri di Toilet Sekolah

Regional
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Jelaskan Alasan Raker Digelar di Hotel Mewah Yogyakarta

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Jelaskan Alasan Raker Digelar di Hotel Mewah Yogyakarta

Regional
Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 250.000, Pemkot Blitar Segera Kirim Edaran ke Instansi Terkait

Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 250.000, Pemkot Blitar Segera Kirim Edaran ke Instansi Terkait

Regional
Menanti Kesawan yang Menawan di Kota Medan

Menanti Kesawan yang Menawan di Kota Medan

Regional
Merugi Selama Pandemi, 8 Rute Bus Damri di Bandung Berhenti Beroperasi

Merugi Selama Pandemi, 8 Rute Bus Damri di Bandung Berhenti Beroperasi

Regional
Pensiunan Guru Tewas Ditikam OTK Saat Sedang Makan Bersama Keluarga

Pensiunan Guru Tewas Ditikam OTK Saat Sedang Makan Bersama Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.