Kompas.com - 25/05/2021, 17:40 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac.

Dari mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut, Pelaksana tugas (Plt) Dinkes Sumut hingga staf Dinkes Sumut diperiksa penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres Krimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditres Krimum) Polda Sumut.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Hadi Wahyudi saat di Mapolrestabes Medan pada Senin siang menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi.

Baca juga: Kronologi Kasus Jual Beli Vaksin Sinovac di Sumut, 3 ASN dan 1 Agen Properti Jadi Tersangka

Ketika ditanya apakah mantan Kadinkes Sumut dan Plt Kadinkes Sumut diperiksa, Hadi tidak menjawab dengan langsung.

"Semua yang punya keterlibatan akan dimintai keterangan. Semuanya," ungkapnya.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (25/5/2021) siang membenarkan bahwa sebelumnya mantan Kadinkes Sumut dan Plt Kadinkes Sumut diperiksa di Ditres Krimsus.

"Sekarang, yang ditangani di Krimum, ada yang diperiksa. Anggotanya atau anak buahnya dari tersangka SH. Ada dua orang," katanya.

Baca juga: Saat Dokter, ASN, dan Agen Properti Kongkalikong Jual Beli Vaksin Ilegal

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac ini, Polda Sumut menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni seorang agen properti dan selaku pemberi suap SW, dr IW selaku aparatur sipil negara (ASN) di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, dan dr KS serta SH selaku seorang ASN di Dinas Kesehatan Sumut.

Vaksin Sinovac tersebut diambil dari Dinas Kesehatan Sumut oleh dr IW yang hanya beberapa kali saja mengajukan surat permohonan.

Untuk mendapatkan vaksin tersebut, dr IW menghadap kepada tersangka SH di kantornya. Vaksin itu sendiri, merupakan jatah pelayan publik dan narapidana di Rutan Tanjung Gusta.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Tak Terima Sang Istri Dicabuli Kakeknya hingga Lahirkan Bayi, Suami di Berau Lapor Polisi

Tak Terima Sang Istri Dicabuli Kakeknya hingga Lahirkan Bayi, Suami di Berau Lapor Polisi

Regional
Kronologi dan Motif Pembunuhan Pria di Makam Karawang, Berawal Dari Bisnis Minyak hingga Pukul Korban dengan Batu Nisan

Kronologi dan Motif Pembunuhan Pria di Makam Karawang, Berawal Dari Bisnis Minyak hingga Pukul Korban dengan Batu Nisan

Regional
Hendak Tikam Polisi, Pencuri Sapi di Sumba Timur Dihadiahi Timah Panas

Hendak Tikam Polisi, Pencuri Sapi di Sumba Timur Dihadiahi Timah Panas

Regional
Terjatuh Saat Memancing, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri

Terjatuh Saat Memancing, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri

Regional
Suami Istri di Palangkaraya Tewas Mengenaskan Dibunuh Orang Tak Dikenal, Anak Korban Selamat

Suami Istri di Palangkaraya Tewas Mengenaskan Dibunuh Orang Tak Dikenal, Anak Korban Selamat

Regional
Barkategori Risiko Tinggi, 3 Napi Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

Barkategori Risiko Tinggi, 3 Napi Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

Regional
Honorer Ingin Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Menpan-RB: 'Lha Emang Negara Mbahe Dewe'

Honorer Ingin Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Menpan-RB: "Lha Emang Negara Mbahe Dewe"

Regional
Detik-detik Guru Besar UGM Terseret Ombak Pantai, Foto Bersama di Bawah Tebing dan Abaikan Imbauan SAR

Detik-detik Guru Besar UGM Terseret Ombak Pantai, Foto Bersama di Bawah Tebing dan Abaikan Imbauan SAR

Regional
Pengamat Sebut Kasus Pungli BLT BBM Cermin Aspek Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Pengamat Sebut Kasus Pungli BLT BBM Cermin Aspek Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Regional
Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Regional
Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.